RIP Henri Nouwen, the Dutch priest, psychologist and spiritual writer who died on this day 30 years ago today. If you want a good introduction to his work, you might try "The Genesee Diary," which is lovely.
“When our wounds cease to be a source of shame, and become a source of healing, we have become wounded healers.”
@jiemiardian Cukup kaget liat postingan ini di tengah malam, dan ini baru selesai baca semua postingan pelapor. Saya baca perlahan sekali agar benar² paham. Hasil sidang pun sudah jelas. Semangat dok, masih banyak orang yg butuh dokter untuk pulih
Saya percaya, keadaan Indonesia akan berubah ketika kita ikut berubah.
Saya kurang tertarik pada politik. Namun politik selalu tertarik pada hidup saya. Ia menentukan harga semua, mutu sekolah, kualitas rumah sakit, bahkan udara yang kita hirup.
Politik adalah kebijakan. Pengambil kebijakannya adalah Politisi. Kebijakan lahir dari adu kepentingan Politisi.
Dan hampir semua politisi punya kepentingan yang sama: ingin dipilih kembali oleh kita.
Karena itu, wajah politik adalah cermin masyarakatnya.
Korupsi tumbuh dari budaya aji mumpung.
Mumpung punya jabatan, ambil bagian.
Mumpung ada kesempatan, cari keuntungan.
Mumpung kelompok sendiri berkuasa, kesalahan pun dibela.
Kita marah pada koruptor besar, tetapi sering memaklumi kecurangan kecil. Menyerobot antrean, menitip absen, menyuap agar urusan cepat, mengambil yang bukan hak, lalu menyebutnya “rezeki”.
Perubahan negeri ini mungkin bermula dari satu hal yang mulai hilang: rasa malu.
Malu berbuat curang.
Malu menyalahgunakan kuasa.
Malu menjual suara.
Malu membela kesalahan karena satu golongan.
Negeri ini akan berubah saat kita berhenti menunggu orang baik, lalu memilih menjadi salah satunya.
Sebab politik mengikuti budaya.
Dan budaya berubah ketika kita berubah.