Aku suka dengan statement ini:
Sebenarnya, pekerjaan yang kamu jalani sekarang adalah yang terbaik yang Allah hadiahkan untukmu.
Karena itu kamu ditakdirkan berada di pekerjaan yang kamu miliki saat ini, meskipun awalnya bukan di bidangmu sekalipun. Sebab Allah tahu kamu mampu menjalankan amanah tersebut.
Itulah mengapa kamu ditakdirkan dengan pekerjaan yang kamu punya sekarang.
Semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfuz 🤍
sebagai anak pondok miris bgt liat komenannya, pdhl klo dipondok itu enak dan ga semenyeramkan itu lo, malahan bikin happy & excited, salken yah aku anak pondok indah mall.
Guys, boleh bantu aku viralin mamaku?Mamaku sekarang gabung jadi driver perempuan di aplikasi Sida Safe, aplikasi khusus perempuan, ibu & anak.
Jujur aku happy lihat mamaku punya kesibukan baru ini, karena mamaku tuh emang tipe org gabisa diem di rumah
She’s literally 50+ tapi energinya kaya anak muda hobinya jalan, motoran, ngobrol sama orang, dan selalu cari aktivitas baru. Tipe orang yang kalau disuruh diem di rumah malah bete sendiri.
CC:threadsellaptr
Waktu gue depresi karena patah hati, gue bilang ke psikolog gue:
"Aku nih gym 5-6x seminggu loh, tapi aku masih nangisnya kaya anak kecil tiap hari, kenapa?"
dia tersenyum kecil, lalu berkata:
"Ini tangki emosi kamu (nunjukin gelas teh gede), lalu emosi yang kamu rasain itu kaya pitcher yang terus nuangin air ke gelas kamu. Kalau kamu berhenti atau ngurangin olahraganya, gelas kamu jadi kecil, airnya jadi cepat penuh kan?
Gapapa, lanjutin aja, nanti air di dalam pitchernya bakalan habis kok dan tangki kamu bakalan cukup memenuhi emosi itu"
Dari situ baru gue ngangguk dan paham, bukan olahraganya ga ngefek, emang sedihnya patah hati tuh SEDIH BANGET.
Simply, karena ya perasaan ini nyata, ga kaya orang itu yang "pura-pura" cinta.
Dulu pun saya ngiranya quarter life crisis cuma ada di umur 25… wait till you face early adult crisis, midlife crisis, existential crisis, saturn return crisis, late life crisis…
Alias sejatinya kita hidup dari satu krisis ke krisis yg lain 😭