ใ ค
ใ ค ๐ ๐อ๐ขอ๐อ๐อ-๐อ๐อ๐อ๐อ๐ก ๐๐๐ ๐ฉ: The Sequel Soirรฉe.
ใ ค
ใ ค โ๏ธ ๐ฒ Pages have turned; the orbit
ใ ค again reaches its full phase. In a
ใ ค chamber of joy, the triumph of
ใ ค celebration echoes. ๐๐ ๏น ๏น ๏น
ใ คใ ค
ใ ค
Agensi ini menggunakan sistem poin dengan nama Lux untuk mengukur keaktifan dan partisipasi The Ruin selama berada di Aeruniae. Jumlah minimum Lux yang harus dikumpulkan pada tiap batch-nya adalah sebesar 250 (dua ratus lima puluh). Sebagai bentuk apresiasi, dalam satu batch, satu The Ruin dengan Lux terbanyak akan diberikan gelar The Great Benediction dan satu The Ruin dengan vote terbanyak akan diberikan gelar The Great Demoscopia.
ใ ค
ใ ค
Aeruniae digambarkan dengan sebuah resort yang terletak di antara Bumi dan Neraka. Para kru yang bertugas disebut sebagai The Divine dan anggota dalam agensi disebut sebagai The Ruin. Selama berada di Aeruniae, kehidupan masing-masing The Ruin di bumi terhenti dan tidak terganggu, sehingga penyesuaian karakter dengan cerita yang berjalan pada agensi ini tidak diperlukan. Cerita dalam Aeruniae akan mengandung konten yang dapat memicu ketidaknyamanan bagi member agensi oleh sebab itu, diharapkan kebijakan serta kesadarannya.
ใ ค
ใ ค
Aeruniae merupakan agensi roleplayer lokal yang akan beroperasi selama 4 (empat) minggu dan terbagi dalam 2 (dua) batch. Aeruniae juga akan menjalani rangkaian kegiatan selama 6 (enam) hari dalam seminggu, di mana hari Senin dianggap tidak ada kegiatan. Konsep Aeruniae terinspirasi dari permainan Mafia dan karakter iblis dari Ars Goetia. Namun, perlu ditekankan bahwa penggunaan karakter iblis ini tidak mengikuti kepercayaan manapun dan telah dimodifikasi untuk menyesuaikan kebutuhan dan kesinambungan cerita dalam agensi ini.
ใ ค
ใ ค
Sampai kapan The Ruin akan terjebak di Aeruniae untuk bermain? Apakah mereka harus menjalani permainan ini selamanya, atau mungkinkan ada secercah harapan untuk kembali ke kehidupan mereka semula di bumi?
ใ ค
ใ ค
Lalu, apakah para manusia akan semudah itu memenangkan permainan Mafia? Tentu tidak. The Divine, dengan segala kelicikan dan kebengisannya, memaksa semua mortal yang akan disebut The Ruin untuk bermain tanpa henti hingga sebuah kemenangan mutlak tercapaiโkemenangan atas kejenuhan The Divine yang mengawali semua rentetan perjalanan kelam ini. Meskipun bermain, konsekuensi terhadap pembunuhan dalam permainan yang terjadi akan dirasakan oleh para manusia secara nyata dan berulang.
ใ ค
ใ ค
Secara sementara waktu mereka akan terhenti, keberadaan mereka pula akan tersembunyi dari mata manusia. Di sanalah mereka terjerat untuk bermain โMafiaโ, sebuah permainan sederhana yang menarik perhatian The Divine. Sebab, meskipun dalam aturannya harus menggunakan peran palsu, sifat asli manusia akan terungkap seiring roda permainan berjalan.
ใ ค
ใ ค
The Divine untuk sementara meninggalkan legiun mereka di neraka dan beralih ke bumi untuk menghampiri para mortal. Sebuah tawaran menggiurkan akan selalu terlontar dari bibir manis itu kepada yang telah pasrah dengan suratan takdirnya. Dalam suatu kesukaran, tanpa terhiasi tanya dan ragu, tawaran seperti itu akan disambut begitu saja lalu mengikat mereka pada sebuah pakta. Salah satunya adalah keharusan untuk membawa mereka ke suatu tempat di antara bumi, surga, dan neraka: Aeruniae.
ใ ค
ใ ค
Waktu tergelincir dalam kegelapan inferno tak berlangsung seperti waktu dalam kehidupan di dunia. Keabadian yang bergulir tanpa ada ujungnya itu memicu beberapa entitas berkonspirasi, memuaskan hasrat mereka akan penyiksaan manusia, namun dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Hadirlah kemudian empat dari sekian elit dan tujuh puluh dua pilar neraka, menyatukan tujuan โtuk menjalankan rencana kelam mereka.
Sesekali, keempat entitas bangsawan yang menyebut diri mereka sebagai The Divine itu dengan serta-merta bergantian naik ke permukaan bumi. Melintasi dan menjelajahi kehidupan di dunia, menyusup di tengah-tengahnya, menyelidiki tiap jengkal aktivitas yang dijalani oleh para keturunan Adam โtuk dalami sebuah rahasia agar siksaan terhadap mereka bisa lebih menyenangkan. Neraka, nampaknya, adalah ujung yang terlalu jauh dari jangkauan manusia, maka mengapa tidak memulai untuk memainkan mereka di bumi terlebih dulu?
ใ ค