Pertanyaan serius: bagaimana cara membangun sumber daya manusia di saat kebebasan sipil dirampas, nalar kritis dimatikan, dan rentetan peristiwa politik yang menghina akal sehat dipertontonkan? Manusia seperti apa yang akan dibangun dari semua ini?
Bukan tontonan yg MUDAH dikonsumsi. Dikepung rasa ga nyaman berkepanjangan, berasa dilakban hidup-hidup di kursi bioskop, mikirin malangnya PEREMPUAN YG DIKENDALIKAN di situasi buruk & gak menguntungkan. Hidupnya direnggut & dipaksa berhenti, demi berjalan dlm kendali laki-laki.
Sudah lama saya ga pernah merasakan HATI SAYA BERGETAR ketika menyaksikan sebuah film coming-of-age. Tapi, #NobodyLovesKay berhasil melakukannya! Spirit sineas terasa tulus & mulus membawa kisah perihal mimpi dari dunia e-sport ini; sederhana tapi brilian dari segi rasa & emosi.
Oh ya, jangan lupakan bahwa ini bukan kali pertama Joko Anwar kasih mandat dan pesan Juru Kunci ada di profesi wartawan. Simbol harapan dia selama ini bagaimana media harus tetap pegang peranan.
Cemooh lantang tentang negeri yang carut-marut. Kritik ekologis yang tajam menyublim dalam visual & cerita yg terasa begitu akrab, karena sesungguhnya, kita semua adalah karakter yang terpenjara itu.
Bang @jokoanwar ga pernah berhenti membuat kita angkat topi. #GhostInTheCell
Masih ada ganjalan soal “aturan main” si hantu ini ttg orang yg marah dan giliran matinya. Tapi, itu pasti terkait plot, gak bisa dihabiskan seluruhnya, tetap step by step.
Meski begitu, gak mudah menyajikan pengalaman bergidik ngeri sekaligus tertawa dalam waktu sama. PUAS.
Muaknya kita sama penguasa dunia hari ini ditulis jadi cerita horor komedi yg menjalankan fungsinya dgn benar: refleksi atas realitas sekaligus bahan tawa utk rakyat jelata. Ready or Not 2: Here I Come jadi sekuel yang tetap "menggigit" secara ceritanya, dan legit pula aktingnya.
Tunggu Aku Sukses Nanti dengan sangat baik menampilkan dinamika relasi keluarga kelas menengah khas Indonesia: yang berduit yang berkuasa, yang tua yang ngatur, yang gak beruntung yang disuruh-suruh, dan pamer keberhasilan anak. Toksik yang diwariskan turun-temurun.
Sayang kalau film ini gak ditonton sebanyak mungkin manusia baik yg belum / yang udah sukses. Ditulis dgn kepekaan tinggi tentang hal-hal yg sangat “orang kita”, otentik perihal kedekatan. Penampilan terbaik Ardit Erwandha. Perihal menangani kisah drama, Naya Anindita juaranya!
Kawan-kawan, saya menjual buku koleksi pribadi yang butuh pemilik baru.
Harga mulai 25K—80K, dikirim dari Jaksel.
Detail buku dan harga ada pada utas. Sila, silakan…
Setelah nonton Wuthering Heights, dan aku nobatkan Fennel sebagai Spesialis Kisah Cinta yang Tragis. Cerita klasik ini ditangani maksimal dari segala aspek. Aku suka sinematografinya yang muram dan kelabu.
Pengalaman mahal bisa diwawancara Bram Herlambang dari Broscast Podcast tentang dunia cerita saya dalam buku Piknik Hujan. Dengarkan di sini: https://t.co/0mHJgdiZpw
Selama 15 thn terakhir menikmati proses nulis cerpen, kirim ke media cetak, dimuat atau ditolak—terus & terus menulis. Sebagian tercecer di koran/ majalah. Sebagian dimuat di beberapa buku antologi. Semua cerpen itu saya bukukan dalam satu karya terbaru, sambutlah: Piknik Hujan.
Sejumlah Perkutut buat Bapak - Gunawan Maryanto | 35K
Pesta Hujan di Mata Shinta - Iqbal Baraas| 35K
Nyanyian Revolusi - Pablo Neruda | 70K
DM atau komen jika berminat.
Rumah Biru - Imam Muhtarom | 25K
Black Forest - Antologi Cerpen Jawa Timur | 25K
Arapaima - Yosi Y | 35K
Di Perbatasan Kota Bunga - Kucmcer Borneo | 35K