Pernah ketemu seseorang yang kelihatannya introvert. Tapi begitu diminta bicara di depan banyak orang, dia bisa ngomong lancar seperti kereta yang melaju tanpa berhenti. Kata-katanya jelas, runtut, bahkan bikin orang betah mendengarkan.
Tapi ketika acara selesai dan orang-orang mulai ngobrol santai, dia justru jadi yang paling pendiam. Bukan karena sombong atau tidak suka orang lain, tapi memang dia tidak terlalu nyaman berada di keramaian terlalu lama.
Why is CS2 better than Valorant?
Uhh well,
CS2 has recoil patterns you actually have to master, not some randomized bullshit.
CS2 maps demand taking proper angles and timing, not just spamming abilities.
CS2 util lineups take actual braincells.
CS2 movement and counter-strafing are snappy and actually take skill.
CS2 has community servers and workshop maps.
CS2’s skill ceiling buries Valorant’s in every way.
So… how’s Valorant “tactical” when it’s literally just an ability spam simulator?
jangan jahat-jahat plis ke pekerja jasa, kakak-kakak spbu, resepsionis hotel, cs kai, perawat rs, dokter igd, mba-mas indomaret, kita semua cuma kerja coy…. mau udah selama apapun kerja di jasa ya bukan berarti kita robot yg gapunya ati… jangan jahat…
Kalian harus paham kalau Desert Eagle itu bukan pistol praktikal yang ideal dibawa tugas (berperang, patroli) dan hanya murni untuk "rekreasi" saja. Bobotnya ±2 kg, dimensi untuk tangan hulk, recoil untuk cedera di pergelangan tangan, dan harganya yang bisa ±40 juta Rupiah di AS.
#ElClasico
FT : Real Madrid 0-4 Barcelona
⚽ Lewandowski 54', 56'
⚽ Lamine Yamal 77'
⚽ Raphinha 84'
Hancur lebur itu Bernabeu.. 🤣🤣🤣
#Blibli@bliblidotcom