ok the "bukankah ini my" & wanting to be her bf/gf etc is kind of pissing me off. can you people not see a brave intellegent well-spoken woman and not reduce her to a romantic interest for once damn
ada permintaan dari pengusaha MBG kepada prabowo:
- Tolak keras penutupan dapur MBG saat libur sekolah
- Dapur dibangun pakai uang pribadi mitra, bukan APBN banyak masih nyicil utang bank, belum balik modal
- Total investasi mitra ditaksir Rp80-120 triliun
- Kalau dapur tutup, balita dan ibu hamil (1000 hari pertama) ikut tidak terlayani
- Insentif mau dihapus saat libur dianggap melanggar kontrak
- relawan kehilangan penghasilan harian
- banyak relawan yang sudah ambil cicilan
- Sindir 200 dapur yang dibangun pakai dana APBN lewat BUMN malah mangkrak
- Soal pengadaan motor/mobil viral mitra tegaskan tidak dilibatkan sama sekali
- BGN dianggap ambil keputusan sepihak tanpa diskusi dengan mitra
- Minta Presiden Prabowo turun tangan tinjau ulang kebijakan BGN
gw meninggalkan canva dan belajar bikin ppt dr my dosen milenial and start with a plain white slide
my recent ppt - ppt dosen
ofc belum sekaliber beliau tp ini sangat mengeliminasi stress decision making pas milih template
Selamanya trauma sama 1 saudara yang ketika tau gw bakal S2, reaksinya langsung nyolot, “Ya tapi buat apa kalo belom nikah? Nikah kan tetap yang paling utama?” dan diterusin nyerocos sampe yang kedengeran di kuping cuma “nikah, nikah, nikah” 🙂
Orangnya gw diemin sampe hari ini
Proker kkn gw tentang bahaya online gambling lewat simulasi web yg gw bikin sendiri jadi mereka main sambil liatin gw nyetting kapan mereka menang kapan kalah, semoga 30 an audiens karang taruna yg hadir jadi menjauhi barang ini
@xximbecile2 Logical fallacy paling jele adalah mempercayai bahwa setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Misalnya kalo jelek dan miskin berarti baik. Engga. Banyak yang jelek, miskin, tolol, judol, mabuk2an, kasar dan selingkuh. Punten.
always, weaponized incompetence lanang direspon lucu-lucuan.
men said ga pernah nuntut apa-apa ketika perempuan kritik something, yes bcs most of the time udah dilayani duluan.
gw gasuka bgt ada content creator cewe di ig yg kontennya itu kebodohan2 pacar cowonya kaya ga notice rambut dia beda sebelah, ga notice dia ganti baju, ga baca detail chat, dsb. kykkk kenapa bangga bgt sih punya laki bego? mana isi komennya pada nganggep lucu karna relate
Mahasiswa stem ngatain skripsi anak soshum bullshit padahal kalo liat skripsi lulusan stem lain juga banyak yang nothingburger ajg, not to mention banyak yang palsuin data . Face it, the real devil is anak ekonomi
persoalan carmen, yang kemaren ngomong
“perkara celana doang”
“ gitu doang kok sampe protes “
nih kalo diliat ulang banyak banget dan dari dulu ….
makasih buat kaka pemilik akun siksok @.nsidsty_ udah bantu rangkumin
aku jabarin semua dibawah ya👇🏻👇🏻👇🏻👇🏻
buat kakak kakak dan adek adek yg ga tau ini namanya game judi, ya
kalo ada yg bilang ini game pacaran jgn percaya, itu km kena scam
developernya greedy dan kikir
mau konten? judi
mau pacaran? judi
mau pacaran tanpa judi? bisaaaa
tapi km cuma main gaplek dan capit capit aja
kalo mau main ini tujuannya buat pacaran sama Li km, pikir pikir dulu dan harus bijak sebelum nyebur dan tenggelam ke pergachaan akal akalan yrh ya
List Professor (beneran) yang pernah gue undang/bantu-bantu undang dulu waktu jadi mahasiswa dan rate cardnya:
Prof. Boediono: 0 juta
Prof. Iwan Jaya Azis: 0 juta
Prof. Emil Salim: 0 juta
Prof. Bambang Brodjonegoro: 0 juta
Berhubung saya sekarang udah dicap sebagai si paling jurnal, izin berbagi cara "sederhana" untuk membaca jurnal ilmiah. Skill ini sebenarnya penting, tapi sangat jarang diajarkan, bahkan semasa S1, apalagi dengan adanya AI sekarang yang bisa dengan mudah membuat summary-nya agar mudah dipahami.
Kebetulan ada satu paper menarik yang menjelaskan itu dengan membaginya menjadi 3 tahap, agar lebih mudah.
Yuk kita bahas!
1. 𝗧𝗵𝗲 𝗙𝗶𝗿𝘀𝘁 𝗣𝗮𝘀𝘀
Dalam 5-10 menit, lakukan hal ini:
-Baca cepat judul, abstrak, dan pendahuluan,
-Baca sub judul
-Baca kesimpulan dan referensi
Niatkan fase pertama untuk menjawab 5C (Category, Context, Correctness, Contributions, Clarity).
Setelah melalui fase ini, kalian bisa memutuskan apakah jurnal ini menarik atau apakah kalian bisa membaca ini dengan baik. Karena untuk membaca jurnal ilmiah dibutuhkan ekspertise tertentu.
Tentunya saya yang backgroundnya medis, akan kesulitan membaca jurnal ekonomi atau mengenai mesin pesawat.
2. 𝗧𝗵𝗲 𝗦𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘀
Dalam 1 jam, lakukan hal ini:
-Perhatikan gambar, diagram, atau ilustrasi lainnya, terutama grafik. Perhatikan apakah memang hasilnya valid atau "dibuat-buat".
Setelah fase ini, harusnya kita sudah bisa menangkap isi dari jurnalnya, serta mampu membuat summary dari jurnalnya untuk diceritakan ke orang lain.
Bila kalian membaca jurnal yang BUKAN ekpertise kalian, maka membaca sampai second pass itu sudah bagus banget.
3. 𝗧𝗵𝗲 𝗧𝗵𝗶𝗿𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘀
Fase ini terutama ditujukan bila kalian adalah reviewer dari jurnalnya, yang artinya mencapai fase ini tidak selalu dibutuhkan. Pada fase ini kita harus mengidentifikasi dan challenge asumsi pada setiap statement penelitian ini. Bahkan kita harus mempertanyakan apakah argumen dan hasilnya valid, apakah bukti ilmiahnya sudah cukup atau belum untuk support kesimpulannya.
Jujur, saya baru belajar fase 3 ini saat pendidikan S3, karena benar-benar dilatih untuk melakukan review pada studi ilmiah yang belum dipublikasikan.
𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗞𝗮𝘁𝗮
Ini adalah tahapan yang sangat disederhanakan dan mungkin sangat berbeda antar bidang ilmiah.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Keshav. How to Read a Paper.