🚨🎙️ Zlatan Ibrahimovic teasing Thierry Henry about Matheus Cunha’s celebration:
🗣️ Zlatan: "I love this Cunha surfing celebration. And I think you love it too, right Henry?" 😄
🗣️ Henry: "Nah, I don't."
🗣️ Zlatan: "Why? Because it brings back certain memories every time you see it?" 😂
🗣️ Henry: "There’s nothing special about the celebration."
🗣️ Zlatan: "Admit it... You just don’t want to say it out loud — typical Arsenal fan behaviour. 😅
The celebration is everywhere now. It started in the Premier League, now it’s at the World Cup, and I can’t wait to see it in the Champions League next season… maybe against Arsenal.” 😭😂
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Konteks latar belakang kejadian menggemparkan di China dua hari ini. Masih blm jelas apakah rencana kudeta para jendral China berhasil atau gagal.
Sudah lama para tokoh tua PKC gak nyaman dg gaya Xi Jinping. Mantan presiden Hu Jintao sdh lama marah dg kerakusan Xi yg maksa jadi presiden after 10 thn.
Sblmnya ada semacam konsensus PKC, presiden hanya 10 tahun.
Xi gak mau. Dia mau lama jadi presiden.
Xi gayanya juga kurang suka konsensus. Beda jauh dg gaya presiden2 sblmnya yg selalu pakai gaya dialog.
Hu Jintao ini mantan presiden yg dipermalukan Xi saat diusir dari Rapat Akbar PKC. Di depan ribuan peserta dan kamera. Ini ibarat SBY diusir Prabowo saat rapat besar di depan kamera. Lol.
Pengusiran memalukan Hu ada di Youtube.
Kematian mantan PM yg brilian Li Keqiang juga misterius. Para tokoh tua PKC yakin Li diracun sama para pengawal Xi Jinping.
Nah kemarahan para dedengkot PKC ini disambut Jendral Zhang dkk. Para jendral juga kurang nyaman dg gaya Xi.
Tapi Xi gak tinggal diam. Semua jendral yg gak loyal sama Xi dipecat. Alasannya selalu korupsi atau bocorkan rahasia negara. Salah. Ini alasan kamuflase.
Alasan aslinya gak loyal sama Xi.
Di gbr bawah semua jendral udah dipecat.
Terakhir dua hari lalu. Jendral Zhang yg amat powerful dipecat juga. Jendral Zhang ini panglima militer tertinggi China. Dia Godfather Militer China.
Zhang rencana mau kudeta. Tapi gagal krn rencana kudeta dibocorkan ke Xi.
Tapi kabarnya ada deadlock. Pasukan militer loyalis zhang gak mau ngalah.
Mungkin akan ada kompromi.
Jendral Zhang ini kuasai semua angkatan perang China. Makanya Xi gak mudah kalahkan Zhang.
Berita resmi china bilang Zhang dipecat.
Tapi aslinya gak ada yg tau. Gak semudah itu bagi Xi buat singkirkan Jendral Zhang.
Sebab semuan komando militer China ada ditangan Zhang.
Kemarin2 nyoba explore Facebook lagi. Nemu group yang bahas AI. Yang kiri itu penjelasan dari penulis, yang kanan hasil image generated dari Gemini.
Imagine what it can do
Menjelang 30 kalau belum nyicil dan membiasakan olahraga, takut pas tua malah nyesel karena badanmu jd serapuh itu & gampang sakit.
Risiko osteoporosis meningkat, risiko penyakit jantung pembuluh darah jg tinggi, wajah cepet menua, banyak deh.
Beneran loh. Sudah olahraga lum?
Jahatnya pemerintahan Megawati pd Indonesia. Pemerintahannya teken kontrak 25 tahun utk ekspor LNG ke China dgn harga murah yg merugikan negara 500 T pertahun. LNG itu bahan baku pupuk, tapi krn diekspor ke China kita terpaksa menutup pabrik pupuk kita dan impor pupuk dr China
1. Istri sy dpt info hoaks dr IG. Setelah lihat sumbernya, ternyata "oknum" dosen ITB 🤦♂️
Sisi lain, MendiktiRistek, juga berasal dr ITB, yg poiternya dijadikan rujukan sumber hoaks, isinya banyak ngaco.
Kedua orang ini, sumber keributan 😅
Sy jelaskan titik masalahnya.
-utas
Kasus Menghilangnya Michael Rockefeller dalam Ekspedisi ke Papua
Pada awal 1960-an, Seorang bernama Michael Rockefeller menghilang di suatu tempat di lepas pantai Papua Nugini. Hilangnya dia, mengejutkan Amerika dan mendorong pencarian besar-besaran.
Bertahun-tahun kemudian, nasib sebenarnya dari sang pewaris kekayaan Standard Oil itu akhirnya terungkap—Dan seketika itu pula, kisahnya berubah menjadi sangat disturbing.
“Kebanyakan non-fiksi pesennya ya sama: sukses lagi, sukses lagi.”
Ini 4 buku, dari banyak buku non-fiksi lainnya yang pesennya gak sukses lagi, sukses lagi:
Gue mulai ngerasa janggal, kalau narasi kek Husain ini memang sengaja didengungkan di level bawah buat mematikan industri Peternakan lokal itu sendiri. Orang bodoh macam apa yg secara sadar mengeluarkan opini kek gini.
Fenomena Ini sudah sering terjadi sangat lama di industri Pertanian & Perikanan. Liat saja industri Pertanian nasibnya skrg seperti apa.
Tujuannya? Tidak lain dan tidak bukan memang untuk mendukung kebijakan (ketergantungan) produk/bahan baku import.