ternyata kemarin yang diundang ke dpr itu adalah 4 aliran saham berbeda yang dikumpulkan satu meja 🗿
dari kiri ke kanan
- hengky adiwinata (aliran broker summary/bandar)
- andry hakim (aliran backdoor listing/corporate action, cacing cacing naga naga)
- pak gema (aliran rasi bintang)
- bro leon (aliran ngikut Michael Yeoh dan hengky adiwinata) 😅
In 1988, 17-year-old Junko Furuta was abducted in Japan by four teenage boys and held captive for more than 40 days.
She was beaten, raped, tortured, and eventually murdered. Her body was later placed inside a concrete-filled drum and abandoned in Tokyo.
The case became one of Japan’s most notorious murders, but the aftermath caused even more outrage.
Because the killers were juveniles, their identities were initially protected, and none of them received a life sentence.
The main perpetrator, Hiroshi Miyano, was sentenced to 20 years and was released in 2009. After his release, he changed his last name to Yokoyama.
Jō Ogura was also released, changed his name, and later returned to prison for another violent crime. He died in 2022 after his head became stuck between a toilet bowl and tank, causing him to choke on his vomit.
Shinji Minato was released and later arrested again after striking a man with a metal baton and slashing his neck with a knife during a dispute over a parking spot.
Yasushi Watanabe served the shortest sentence and was released in the 1990s. By 2005, Watanabe had developed a neurodegenerative disease but did not have the money to treat it. He died in May 2021 at age 49.
Junko Furuta was murdered at only 17. Most of the people responsible for her death eventually walked free.
@LambeSahamjja Kopdes buka jam berapa si?kemarin lihat kopdes di belakang rumah peresmian.Tapi tadi lewat jam 8 pagi masih tutup.Penasaran aja.Pengen mampir dan lihat harga2nya apa seperti di indomaret alfamart
@tanyarlfes Astagaaa.Susternya berterimakasih krn saat itu dia bersama org bni dan Dasco.Ya wajar lah dia ucapkan terimakasih dalam acara tersebut.Suster juga berterimakasih pada netizen kok.Bisa dilihat di tiktok bang Densu
@tanyarlfes Padahal ketika aku nonton full,gak kepikir blas mau digiring ke agama lain lo.Cuma fokus dana umat Katolik yg ditilep.Kok bisa ada pernyataan gini dari admin?Malah yg berusaha menggiring opini publik tuh ya situ
Sambutan Presiden Kim Jong Un pada BESTie -nya ... Presiden Rusia Vladimir Putin di Korea Utara sangat luar biasa.
Hamparan karpet merah dihiasi ribuan mawar sambutan layaknya raja🌹
Dari sikap keras tegas ada sisi penyayang dan setia kawan yg tak terduga dari beliau.
Sambutan seperti ini sangat jarang di lakukan Presiden Kim Jong Un pada siapa pun orangnya.
#gfolknews
#update
#berita
#hariini
BREAKING: Russia just sold physical gold from its central bank reserves for the first time in 25 years. And then Putin signed a decree banning the export of refined gold bars over 100 grams.
Selling gold while banning gold exports. That sounds contradictory until you understand the mechanism.
The Central Bank of Russia sold 300,000 troy ounces in January and 200,000 in February 2026 per CBR and MinFin data reported by bne IntelliNews. Total: 500,000 ounces, roughly 15 tonnes, worth approximately 3.5 trillion rubles. Reserves dropped to 74.3 million ounces, a four-year low.
Russia is not selling gold because it is desperate. Russia is selling gold because yuan is more useful than gold when you need rubles for a war budget, and converting yuan to rubles has become nearly impossible through the banking system.
Here is the part the market has not connected.
Russia receives enormous yuan inflows. Roughly 80 to 90 percent of Russia-China bilateral trade now settles in yuan or rubles per Carnegie and Trade Data Monitor. Russian banks hold over $60 billion in yuan assets. The yuan has replaced the dollar as Russia’s primary foreign currency. But yuan cannot pay Russian soldiers or fund domestic military procurement. That requires rubles.
On March 18, the Central Bank of Russia exhausted its RMB 5 billion yuan swap facility. Demand for this facility was zero a year ago. Overnight yuan borrowing rates on the Moscow Exchange spiked above 20 percent per the Moscow Times and Sovcombank data. Chinese banks have been tightening compliance on Russian transactions due to fear of US secondary sanctions, with processing delays reaching 18 days in some cases.
Russia is drowning in yuan it cannot spend domestically.
Gold solves this. The CBR sells physical gold bars on the domestic market. Buyers pay in rubles. The rubles go directly into the federal budget. No yuan conversion needed. No printing press inflation. No dependence on Chinese banking compliance. Gold at roughly $4,400 per ounce means Russia is monetizing its reserves at record prices, extracting maximum ruble value per ounce sold.
The May 1 export ban completes the logic. Deputy Finance Minister Moiseev stated the rationale explicitly: gold bars had become a tool for capital flight and shadow economy transactions, functioning as an illicit foreign exchange substitute. The ban on bars over 100 grams keeps the physical metal inside Russia while allowing the CBR to continue domestic sales for budget liquidity. Banks are exempt.
Now connect this to the broader architecture.
China tolerates Russia’s gold sales because they stabilize a partner whose fiscal collapse would disrupt China’s primary overland energy supply. Russia stabilized by gold sales remains a reliable supplier of discounted oil and gas settled in yuan. The trade loop stays intact. The ruble bridge stays funded. The de-dollarization testbed keeps running.
This is not “Russia dumping gold in panic.” This is a sovereign state operating a dual-currency regime where yuan handles trade and gold handles fiscal liquidity, because the banking infrastructure connecting the two currencies has been deliberately degraded by the same sanctions architecture that was supposed to isolate Russia from global markets.
The sanctions created the yuan dependency. The yuan dependency created the ruble liquidity gap. The liquidity gap created the gold sales. The gold sales fund the war. The war sustains the Hormuz crisis. The Hormuz crisis accelerates yuan settlement at the strait.
The snake is eating its own tail again.
Full analysis - https://t.co/32ixeQpfif
Guys, ini eskalasi paling serius yang terjadi hari ini dan perlu dipahami dengan sangat tenang tapi sangat serius.
Qatar baru saja keluarkan peringatan nasional yang memerintahkan seluruh warganya untuk tetap di rumah atau di tempat yang aman. Ini bukan drill, ini bukan latihan ini adalah protokol darurat sipil skala penuh yang dikeluarkan oleh negara yang lima hari lalu baru saja "membeli keamanannya" dari Iran dengan diduga mentransfer 6 miliar dolar.
Ingat konteks yang sudah kita bahas sebelumnya. Qatar adalah negara yang sejak 19 Maret tidak diserang Iran sekolah dibuka, bank dibuka, kantor pemerintah normal kembali. Mereka adalah satu-satunya negara Teluk yang sudah mulai normalisasi kehidupan. Dan sekarang tiba-tiba mereka keluarkan peringatan stay at home skala nasional.
Ini sangat mengkhawatirkan justru karena Qatar-lah yang melakukannya. Kalau Kuwait atau UAE yang keluarkan peringatan seperti ini, itu masih bisa dipahami karena mereka masih aktif dalam zona konflik. Tapi Qatar yang sudah "aman" tiba-tiba suruh semua orang masuk ke rumah itu artinya ada sesuatu yang sangat besar dan sangat tidak terduga yang sedang terjadi atau akan terjadi dalam waktu sangat dekat.
Dan ingat pernyataan pejabat UAE kemarin yang bilang "This Saturday will not pass quietly. It will be marked. It will be remembered." Hari ini adalah Jumat. Sabtu tinggal beberapa jam lagi.
Gabungkan semua puzzle yang sudah kita bahas hari ini. Operasi amfibi Amerika yang sedang disiapkan. China yang sudah bocorkan intel ke Iran. Irak yang sudah masuk perang. Kuwait yang sudah keluarkan panduan nuklir. UAE yang memperingatkan Sabtu ini akan jadi hari bersejarah. Dan sekarang Qatar yang bahkan sudah "membeli keamanannya" pun menyuruh seluruh warganya masuk ke rumah.
Ini semua terjadi dalam satu hari yang sama.
Gua tidak mau spekulasi berlebiha tapi semua indikator ini menunjuk ke satu arah yang sama. Sesuatu yang sangat besar sedang akan terjadi dalam waktu sangat dekat di kawasan Teluk. Dan dampaknya ke seluruh dunia termasuk Indonesia akan terasa jauh lebih keras dari semua yang sudah kita rasakan sebulan terakhir ini.
@kangdede78 Banyak yg mendukung MBG kok ,pak.Kita tidak benci programnya.Kita tahu niat baek pak presiden untuk anak2.Yang dikritik adalah fakta di lapangan.Banyak makanannya yg tidak layak untuk dikonsumsi
@liputan6dotcom Pak,kalau gak bisa lihat langsung di luar,minimal pegang hp pak.Lihat komen netizen tiap hari,pak.Banyak masukan dan kritikan bisa untuk pertimbangan.Lebih tokcer daripada pembisik bapak