Negara selalu cepat hadir di acara seremoni.
Tapi lambat hadir ketika rakyat keracunan massal.
Lambat bergerak ketika banjir menelan korban.
Lambat sadar ketika guru honorer hidup di bawah upah layak.
Empati negara seharusnya paling terasa
justru saat rakyat menderita.
@vin_lesmono @t48ul@indepenSumatera o iya, sama tmnku jg ada yg percaya krn perkataan Gus Dur. pdhl penilaian org bsa salah. dan konteksnya mungkin beda.
LOGIKA ORBA |
Masalah negara adalah aib keluarga, tak boleh diumbar ke tetangga.
_______________
"Anggota saya tiga orang meninggal........
....keluarganya habis........"
Ini emosional diversion, duka personal dipakai utk ; membendung kritik struktural, mengebiri fungsi kontrol publik, mengalihkan isu kebobrokan sistem regulasi negara ke "air mata dukacita".
Jika "air mata dukacita" dipakai sbg dinding "batalion perlindungan" dari badai kritik publik, maka sebenarnya negara sedang menyelamatkan citra, bukan nyawa.
____________
Di panggung krisis bencana ekologis, KSAD justru tampil lebih mirip juru bicara & penjaga citra istana, daripada menjaga profesionalisme militer di ruang demokrasi.
Bahkan, ia seperti "wasit narasi publik", mengatur ruang publik, menegur media, menginstruksikan "jangan diekspos".
KSAD sedang "lompat pagar" ke domain sipil - naratif, ini bukan sekadar keliru, tapi berbahaya scr konstitusional.
__________
Alih - alih ia berkata :
"Kami siap membuka ruang evaluasi"
Tapi, yg muncul justru:
"Tolong jangan diberitakan"
Problem² sistemik (kebijakan, SOP, keamanan) dialihkan paksa ke cara rakyat membicarakannya, bukan akar masalahnya.
____________
Jadi, meminta media "tutup mulut dan tutup mata" atas kekurangan pemerintah sambil menarasikan duka prajurit, itu bukan empati, tapi tameng emosional.
Negara yg sehat pasti membuka ruang kritik, bukan membungkam.
Jika tentara "cawe - cawe" mengatur narasi sipil, itu bukan stabilitas, itu gugup & gagap kebenaran.
.
.
Belum kelar sama rasa sakitnya penetapan Soeharto sebagai Pahlawan.
Sekarang kita dihadapi sama pengesahan RKUHAP super bahaya yang dikebut oleh DPR.
#TolakRKUHAP ❗️❗️
@radumr_@txtdrimedia oo banyak yg ngomong kaya gtu, tmn saya blg ada yg sabotage program MBG, yg keracunan ga banyak, orang2 di daerah perlu makan gratis ga kaya kamu org kota masih sanggup makan 3x sehari. bukan buzzer loh yg ngomong.
@itsufika@txtdrimedia saat rumahnya dijarah, negara ga hadir lindungi beliau. liat di bocoralus, bu sri uda minta perlindungan ke presiden tp buna gw sampaiin. ada tni jaga tp ga kaya jaga rumahnya puan. miris emang, gw klo jd bu sri jg sakit hati.
@itsufika@txtdrimedia uda gw jawab di akhir kal. bu sri itu org hebat dlu kerja di world bank sangat dihargai. berkali2 isu bu sri mau mundur tp dtahan ama presiden sebelumnya jg, krn apa biar bsa pinjam utang lg. liat aja begitu bu sri mundur IHSG anjlok. jd ga mgkinlah dpecat. bu sri kecewa berat
@ch_chotimah2 buah ga akan jatuh jauh dari pohonnya. klo mamanya aja ga ada prestasi sejak jd ketua dpr, apa yg bsa dharapkan dr anknya. blom lg papanya, namanya pernah disangkutkan dgn kasus.