Sebuah pengingat buatku bhw sikapku sbg isteri bs memengaruhi rezeki suamiku.
Hr ini aku hire supir untuk pergi ke 1 kota.
Sdh beres urusan 1 & 2, lalu makan.
Rencananya setelah makan lanjut urusan ke-3.
Baru pulang.
Tiba2 saat makan, ISTERINYA SUPIR telpon aku, "habis ini katanya masih mau pergi lagi ya? Di rumah sudah ada tamu nunggu suamiku, masih lama kah?"
Jujur KAGET. Supir tsb sdg duduk semeja denganku, "lho ibu sdh bilang blm ke bapaknya?"
Maksudku, kok ke aku? Kan itu urusan kalian?
Kalo tau bahwa hari ini akan ada tamu, kenapa mau ambil job nyupirin hari ini? Aku yg hire suaminya kerja, tp aku yg harus ngikutin jadwal rumah tangga mereka.
Orang yg merekomendasikan supir tsb ke aku jg duduk semeja dgnku.
Saat bapak tsb solat, orang tsb mendekatiku,
minta maaf & blg lain kali jgn pakai beliau l
g kalo perlu supir harian.
Apakah aku kesal krn urusanku yg ke-3 akhirnya batal? Nggak. Bisa lain kali. Tp aku nggak akan pakai beliau lg. Isterinya sdh 'memutus' calon pelanggan.
Aku tulis kedua utas di atas setelah keluar dr restoran & sempat singgah solat magrib di sebuah masjid. Taukah apa yg terjadi di mobil waktu kami perjalanan pulang? Ibunya KIRIM WHATSAPP lg ke aku.
Bkn ke suaminya.
Tetangganya merekomendasikan ke aku krn kasihan, spy mereka dpt pemasukan. Skrg aku jd ngerti knp rezeki bbrp org itu 'seret'.
Pdhl kalo cocok, tadinya mau kupanggil lg.
Mirip dgn kasus warung sepi.
Sekali coba makan,
kita jd tau kenapa warungnya bs sepi.
Bener2 pengingat buatku.
cc:threadndanazihah
@KapudS640 Sebetulnya istri suka nimbrung dan ikut campur urusan pekerjaan suami bukan hanya di level supir harian gini. Dari istri karyawan biasa, pengusaha, aparat sampai istri presiden pun ada. Cuma kalo yg jabatan tinggi, kolega atau bawahan suaminya ga kan seberani si ibu.
@KapudS640 Tipe istri rewel. Sekalinya dpt akibatnya, tar playing victim. Pdhal ulah dia jg itu. Emang paling bner, g usah dipake lg suaminya. Krn bisa berulang kjdian gt. Aplagi klo istrinya udh ngerasa kenal sm org yg ngsih krjaan k suaminya. Bs lbih seenaknya
@KapudS640@LambeSahamjja Gw tiap ke bandara slalu mampir periplus, mau beli mau ngga. Beli satu, baca blm kelar, ke bandara, periplus lg, trs beli lagi. Klo sadar banyak yg blm ke baca, akhirnya cm liat2, tp klo ada yg bagus2 ya beli lagi😄.suka ngumpulin pembatas bukunya jg😁
Jadi si kambing ini Namanya jono, kambing yang dari kecil diurus sama si bapak. Saat Idul Adha dia mau di qurban, jalan sendiri dengan cerianya ke tempat qurban tanpa diikat tanpa ditarik - tarik. Dengan antusias dia ngikutin si bapak. Selamat jalan jono, kambing ceria, lucu, dan menggemaskan
Tt: masnoocenter
Sementara itu warganet:
@tommy_hdwn@SAIBdelvi Dya realistis dan jelasin dg jujur di awal ya Kak.
Terasa agak aneh buat beberapa orang tapi keknya enak banget ada di hubungan yg semuanya transparan dan adil untuk kedua belah pihak.
Pernah ditanya sama mutual pas mau first meet.
"Kak kita split bill ngga? Kalo split bill jangan tempat mahal ya"
That really hit me hard in the best way. I genuinely appreciate the way she communicates. It feels so honest, thoughtful, and real.
The way she expresses herself carries so much clarity and emotion at the same time, and that’s honestly rare. You can tell she puts care into her words, and it leaves a strong impact. It made me stop and really reflect for a moment. I admire people who can communicate like that. 😉
Ini yang mau nyimak perjalanan gue pakai BPJS dan terkait rujuk-merujuk faskes ini dan sejauh ini,
RSUP Fatmawati merupakan salah satu RS yang paling adil sepanjang gue rujuk-merujuk di area faskes Jaksel.
https://t.co/xOCtAeEWTR
Tadi pagi baca threads orang2 yg selamet dr kereta itu. Feelingnya keliatan ‘sepele’, tp ternyata itu yg bikin dia selamat dari kecelakaan.
Ada yg tiba2 pengen turun di stasiun sebelumnya karena pengen risol (atau gorengan yg lain gt lupa), terus ada juga yang turun di stasiun sebelumnya karena kebelet pup.
Terus aku jadi mikir, beneran ya namanya ajal itu kaya ‘deket’ banget sama kita. Tapi kalo belum waktunya, Allah punya seribu cara biar selamat.
Makanya, apa sih yang mau disombongin dari hidup ini? Lha wong bisa aja tiba-tiba kita meninggal.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Nikmati ‘waktu’ di dunia dg kesayangan kalian. Entah teman, sahabat, suami/istri, anak, ortu dll.
Karena kita ngga tau, kapan Allah manggil kita🥺
Guys, lu pada tau gak sih…
hubungan Angga Yunanda sama Shenina Cinnamon itu kelihatannya adem, manis couple goals banget…
tapi setelah mereka buka-bukaan, ternyata ada beberapa fakta yang cukup aneh, jarang terjadi, dan kalau dipikir-pikir agak “di luar kebiasaan pasangan muda
Pertama, yang paling nggak biasa itu cara mereka berantem.
Kebanyakan pasangan kalau ada masalah pasti:
debat di chat
atau meledak di momen random
Tapi mereka justru bilang… mereka sering bahas konflik itu di kasur sebelum tidur.
Ini bukan soal romantis ya, tapi lebih ke pola.
Mereka sadar kalau siang hari sibuk, emosi masih tinggi, jadi nggak efektif.
Pas malam, suasana lebih tenang, lebih intimate, akhirnya obrolan jadi lebih jujur.
Dan yang bikin makin “unik”, Angga itu nggak tipe yang langsung ngelawan.
Dia malah:
dengerin dulu
validasi perasaan
baru kasih sudut pandang
Ini jujur jarang banget.
Karena mayoritas orang kalau debat itu fokusnya satu: menang.
Sementara dia fokusnya: meredakan.
Kedua, mereka ini surprisingly “nggak takut hal yang biasanya ditakutin pasangan”.
Kalau ditanya ketakutan dalam pernikahan, orang biasanya jawab:
selingkuh
orang ketiga
kehilangan rasa cinta
Tapi mereka malah jawab: keuangan.
Ini yang agak “nendang”.
Karena di usia muda dan posisi lagi naik karier, mereka udah sadar kalau:
masalah terbesar dalam rumah tangga itu seringnya bukan cinta… tapi duit.
Dan mereka nggak cuma ngomong doang.
Mereka bahkan udah bahas detail keuangan dari sebelum nikah:
tabungan masing-masing
tanggung jawab ke keluarga
bahkan potensi konflik ke depan
Ini level diskusi yang jujur aja… banyak pasangan bahkan nggak pernah sampai ke situ.
Ketiga, soal sosial media mereka yang viral itu.
Banyak yang ngira itu cuma gimmick biar terlihat romantis
cuma follow satu sama lain.
Tapi ternyata alasannya lebih dalam:
biar nggak kebanyakan distraksi
biar fokus ke pasangan
dan biar simpel
Kalau dipikir-pikir, ini ekstrem.
Karena di era sekarang orang justru cari validasi dari luar.
Sementara mereka malah:
menutup pintu luar, biar fokus ke dalam
Dan itu bukan hal yang mudah.
Keempat, soal anak ini juga menarik.
Mereka bilang nggak ada niat nunda anak.
Artinya kalau dikasih sekarang, mereka siap.
Tapi di sisi lain, mereka juga sadar konsekuensinya:
bisa harus stop syuting
bisa ngorbanin karier
Dan Shenina secara terang-terangan bilang dia siap kalau harus di posisi itu.
Ini yang bikin beda.
Bukan karena mereka santai, tapi karena mereka udah mikir sampai ke skenario terberatnya.
Kelima, yang paling “kena” itu sebenarnya soal image mereka.
Di mata publik, mereka itu:
couple goals
relationship ideal
pasangan sempurna
Tapi mereka sendiri bilang…
apa yang mereka lakuin itu sebenarnya hal yang basic dalam hubungan.
Nah di sini justru jadi refleksi:
kalau hal basic aja udah dianggap “goals”…
berarti standar hubungan kebanyakan orang sekarang mungkin emang lagi rendah.
Jadi kalau ditarik garis besar, yang bikin hubungan mereka beda itu bukan karena:
lebih romantis
lebih sempurna
atau tanpa masalah
Tapi karena:
mereka berani bahas hal yang biasanya dihindari
mereka realistis dari awal dan mereka ngerti kalau hubungan itu bukan cuma soal cinta, tapi soal cara ngatur emosi, uang, dan ego
Dan jujur aja… itu yang bikin hubungan mereka kelihatan “kuat”, bukan sekadar “indah”.
@LambeSahamjja Angga nikah diumur 24, buat cowo ini termasuk muda bgt. Gue kira dia nikah grgr bucin aja, ga taunya sejak umur 20 dia udh prepare nikah, sampe ke konsultan, dimana 90% yg prepare pranikah ini rata2 cewe. Mereka emg udh mateng sejak awal. Literelly couple goals yg sbnernya sii
Guys, jadi ceritanya Timothy Ronald lagi ngadain sesi konsultasi keuangan, dan kali ini yang nelpon tuh seorang anak muda kerja di Jepang, gaji lumayan, tapi… cara ngatur duitnya ngawur banget.
Dia kenalin diri:
Najib, umur 24 tahun, kerja di Jepang di pabrik jamur.
Status?
Sandwich generation harus kirim duit buat orang tua di Indonesia.
Gaji bersih sekitar Rp15–20 juta, kirim ke orang tua Rp5–7 juta, dan sisanya… bukannya diamankan dulu, malah dihajar langsung ke investasi kripto.
Dan di sinilah masalahnya.
Timothy langsung ngebedah tanpa basa-basi:
Lu ini bukan kekurangan uang, tapi salah urutan main.
Awalnya keliatan keren invest 80–90% ke Bitcoin. Tapi setelah dikulik:
Tabungan? Nol
Dana darurat? Nggak ada
Struktur keuangan? Amburadul
Ini ibarat lu main perang tapi belum punya baju zirah kena satu serangan langsung mati.
Timothy langsung kasih tamparan logika:
Lu jangan sok investasi dulu kalau fondasi lu aja belum ada.
Lalu dia jelasin konsep yang dia sebut Tangga Ternak Uang dan ini penting banget:
Step 1:
Punya uang pegangan minimal Rp10 juta (WAJIB)
Ini bukan buat gaya-gayaan, tapi buat survive.
Lu manusia, bukan robot. Harus punya buffer.
Step 2:
Bebas dari utang
Kalau masih punya beban, jangan mimpi jadi investor jago.
Step 3:
Dana darurat 3–6 bulan pengeluaran
Kalau gaji lu Rp20 juta, berarti harus punya minimal Rp60–120 juta standby.
Kalau dipecat? Masih bisa hidup.
Kalau sakit? Nggak panik.
Step 4:
Baru investasi
Dan itupun bukan langsung all-in kayak orang judi.
Nah, yang bikin pedas Timothy langsung suruh:
Bitcoin lu cairin sekarang.
Kenapa?
Karena risk-nya nggak masuk akal.
Kalau Bitcoin naik 2x → hidup lu nggak berubah signifikan
Tapi kalau turun 50% → lu bisa hancur total
Ini yang dia sebut:
risk-reward jelek
Dan punchline-nya paling kena:
Lu berharap kaya cepat, tapi lupa cara bertahan hidup.
Masalah terbesar Najib bukan gaji kecil.
Bukan juga tanggungan orang tua.
Tapi mindset:
Pengen lompat ke level investor
Padahal basic keuangan aja belum beres
Ini yang banyak orang lakuin:
Ngeliat konten cuan besar
Langsung ikut
Tanpa ngerti konteks
Padahal yang dia tonton itu buat orang yang:
Udah punya dana darurat
Udah aman secara finansial
Baru masuk ke fase attack mode
Sedangkan dia?
Masih di fase survive
Makanya Timothy bilang jelas:
Lu ini lagi main game level 4, padahal tutorial aja belum tamat.
Intinya simple tapi jarang disadari:
Bukan semua orang siap investasi
Bukan semua strategi cocok buat semua orang
Urutan itu SEGALANYA
Kalau kebalik?
Ya kayak gini kelihatan rajin investasi, padahal lagi gali lubang sendiri.
Dan yang paling dalem:
Kaya itu bukan soal seberapa cepat cuan, tapi seberapa kuat lu bisa bertahan.
@AkuntanYeah True. Waktu resign dr tempat kerja setelah 9 tahun, pamitan paling sedih itu sm bapak2 driver, para OB, security, dan staff yg sering ngebantu. Mereka gak lihat aku dari kemampuan kerjaku, mereka taunya aku ya aku, as a human being.