Apakah ini berarti dukungan PSSI “dibeli”? Menurut gue terlalu jauh kalau langsung nyimpulin begitu. Tapi ada pola yang menarik: federasi yang bergantung sama dana FIFA cenderung lebih loyal, sementara yang lebih independen kelihatan lebih hati-hati.
Erick Thohir baru aja nge-post Official Statement PSSI yang isinya dukung Gianni Infantino buat lanjut jadi Presiden FIFA. Sekilas biasa aja. Tapi pas gue cari konteksnya, ternyata timing-nya lumayan menarik.
#pssi#fifa#ericktohir
Jadi, dasar dukungan PSSI lebih ke manfaat yang udah dirasain Indonesia. Bukan berarti mereka lagi menilai semua kontroversi atau kebijakan Infantino yang sekarang lagi jadi sorotan.
Kalau baca caption Erick Thohir, alasan PSSI juga cukup jelas. Indonesia ngerasain manfaat nyata dari FIFA. Mulai dari Piala Dunia U-17 2023, FIFA Series, sampai berbagai program pengembangan sepak bola.
Yang menarik, federasi-federasi besar justru nggak semuanya langsung ikut. Ada yang nahan dukungan, ada juga yang terang-terangan nolak tanda tangan. Jadi responsnya nggak sepenuhnya satu suara.
Nah, di tengah situasi itu, FIFA mulai minta federasi-federasi anggotanya ngirim surat dukungan buat pencalonan Infantino. CAF sama CONMEBOL termasuk yang paling cepat ngasih dukungan.
Belum selesai di situ. Infantino juga dikritik gara-gara FIFA Peace Prize buat Trump, ditambah tuduhan ikut campur dalam beberapa keputusan pertandingan. Singkatnya, dia lagi ada di bawah sorotan.
Rencana itu langsung bikin panas. UEFA nolak keras, beberapa konfederasi lain ikut keberatan. Di saat yang sama, FIFA juga dituding ngasih insentif ke federasi yang mau dukung rencana tersebut.
Masalahnya, pengumuman itu muncul pas dia lagi diterpa kontroversi. Salah satunya rencana jual 20% hak komersial Piala Dunia senilai US$20 miliar ke perusahaan yang disebut punya hubungan sama keluarga besan Donald Trump.
Akhir April lalu, Infantino ngumumin bakal maju lagi di pemilihan Presiden FIFA 2027 di Maroko. Kalau kepilih, ini jadi periode keempat sekaligus terakhirnya karena aturan FIFA ngebatasin masa jabatan maksimal 12 tahun.