Kamu sudah lapor bayar pajak penghasilan di coretax?
Ternyata kelas menengah itu porsi bayar pajaknya lebih besar daripada orang super kaya.
Sedangkan orang super kaya itu pajak penghasilannya gak sebanding sama harta kekayaannya.
Koq bisa begitu?
#TaxTheSuperRich
Setelah dibubarkan di Madiun, diskusi buku "Reset Indonesia" digelar di Trenggalek, dihadiri ratusan ASN.
Ngobrolin reformasi pendidikan, lingkungan, pertanian, penolakan warga pada tambang emas terbesar di Jawa, proyek-proyek yang dipaksakan dari pusat, hingga ide federalisme.
Kepahlawanan Marsinah: Memperjuangkan hak-hak buruh di era rezim otoriter militeristik SOEHARTO.
Kepahlawanan Gus Dur: Mengambil keputusan politik demiliterisasi Aceh, Papua, dan penghapusan diskriminasi minoritas warisan rezim SOEHARTO.
Lalu Soeharto pahlawan.
Logika psikopat.
Masih gak percaya ada yang bikin nobar Dirty Vote 4 jam full, lalu stay buat diskusi.
Di BEM UGM dan Rumah Baca Komunitas (Yogya). Undangan jam 18.00, bubar jam 01.30 🔥 https://t.co/sY5NKx4lyF
Tim siber Iran sibuk mikirin gimana nge-hack radar, trajektori, dan mobile system Iron Dome Israel, tim siber TNI bentar lagi sibuk sweeping PDF-nya Madilog.
Kalau definisi penjarahan diperluas, kita akan ketemu siapa pelaku dan korban sesungguhnya. Makin legal, makin berbahaya.
Editorial Ekspedisi Indonesia Baru.
"idih geli banget cringe poser pake bendera one piece, gerakan gak napak tanah najis"
Apakah iya? Jadi yang di lakuin di X awalnya ngeramein dan solidaritas untuk amplify keresahan yang udah duluan disuarakan sama sopir truk.
Di skena sopir truk, setiap bulan Agustus mereka rutin masang bendera merah putih buat rayain agustusan. Tapi tahun ini, banyak dari mereka ganti bendera itu dengan bendera Strawman hat dari One Piece (selanjutnya akan disebut bendera one piece aja).
Kenapa? Karena kecewa sama kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) aturan yg ngelarang truk bermuatan melebihi kapasitas atau ukuran. Tujuannya si emang buat keselamatan, tapi yang kena deritanya sopir truk.
Padahal sopir cuma pekerja, bukan pemilik kendaraan atau barang. Tapi saat truk dinyatakan ODOL, justru mereka yang ditilang, ditahan, kehilangan pendapatan, yang disalahkan sopir, yang dikorbankan sopir, yang dibiarkan kehilangan kerja juga sopir.
Mereka akhirnya kecewa dan milih pasang bendera yg mereka bilang bendera One Piece sebagai simbol perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang yang tidak berpihak pada sopir.
Terus kok bisa rame? Fenomena ini nggak berhenti di jalan tol atau parkiran truk. Keluarga, saudara, dan teman-teman para sopir ikut menyebarkan keresahan ini lewat story WhatsApp dan Facebook.
Dari situ, nyampe ke komunitas driver ojol, masuk ke TikTok, lalu makin ramai di Instagram dan twitter, semakin banyak yang segmen masyarakat yang ngerasa terwakili dengan simbol ini dan cerita didalem manga/animenya, dibantu para nakama yang sabar jelasin tentang lore storynya.
Siapa sangka One Piece membangun kesadaran kelas pekerja ✊, Mari Kibarkan!
11 tahun lalu saat bikin film ini, data sudah menunjukkan pabrik ini tak akan lama. Perlawanan petani Kendeng membuat mereka kesulitan menambang bahan baku.
Ditambah surplus semen 10 juta ton per tahun. Pabrik diteruskan karena kadung utang 4,4 triliun dari Mandiri dan BNI.
Apalagi di awal rezim Jokowi, pemerintah tak ingin terlihat kalah dan kehilangan muka. Mereka khawatir kekalahan pabrik semen di Rembang (setelah digagalkan petani Kendeng di Pati pada 2009), akan jadi preseden dan menginspirasi perlawanan di lokasi lain.
Apalagi di Pati, tak hanya semen BUMN, semen swasta (Heidelberg-Indocement) pun berhasil digagalkan petani yang sebagian adalah pengikut ajaran Sedulur Sikep (Saminisme).
Jadilah pendirian pabrik ini dipaksakan secara bisnis.
Kasus semen Kendeng juga penuh skandal hukum. Meski petani menang hingga Mahkamah Agung, pabrik ini tetap dibangun setelah Gubernur Jateng saat itu, Ganjar Pranowo melakukan pemelintiran hukum dengan mengeluarkan izin baru hanya karena nama Semen Gresik sudah berganti Semen Indonesia.
Kriminalisasi, intimidasi, teror dan kekerasan dilakukan terhadap warga yang menolak. Buzzer dari level kampung sampai nasional dikerahkan.
Rezim Jokowi mempertahankan proyek dengan kapasitas (hanya) 3 juta ton per tahun ini mati-matian seperti ajimat untuk memulai rezim infrastrukturnya yang ugal-ugalan dan sering tanpa kajian.
Bekas Kepala BIN Sutiyoso dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (sekarang Menag) diangkat jadi komisaris. Pensiunan jenderal ini mendatangi rumah petani yang menolak. Salah satunya petani cabai bernama Joko Prianto.
Sebesar itu usaha politik dan hukum yang dikerahkan negara untuk proyek ini.
Maka ketika sekarang mereka memakai alasan blokade jalan desa sebagai penyebab tutupnya pabrik dan PHK, tentu tidak masuk akal dan berpotensi mengadu domba masyarakat antara pekerja pabrik dan petani.
Apalagi mereka mengklaim pabrik ini adalah Obyek Vital Nasional dan dijaga pasukan bersenjata lengkap. Sejak kapan negara (mau) kalah dengan blokade "kayu dan batu" oleh warga?
Narasi pabrik tutup gara-gara blokade jalan desa jangan-jangan untuk menutupi rasa malu secara bisnis, mengaburkan masalah mismanajemen, atau menghindari kewajiban dengan pihak lain dengan alasan "force majeure".
Faktanya, jalan desa itu sendiri tak benar-benar ditutup alias disisakan beberapa meter cukup untuk truk lalu-lalang mengangkut bahan baku.
Semoga yang di-PHK segera mendapat pekerjaan baru dan alam Kendeng semakin lestari hingga bisa menghidupi orang lebih banyak lagi.
Samin vs Semen - https://t.co/Rhk2zNN5PZ…