ini rill bgt, "cemara ≠ gaada luka" "orang tua baik ≠ anaknya baik-baik aja"
dari kecil aku selalu nurut. ngga pernah melanggar aturan. mungkin dikenal pintar dan selalu berusaha jadi anak yg bisa dibanggakan.
orang-orang sering bilang,
"kamu pasti bisa"
"kamu kan pintar"
"masa kamu gagal?"
awalnya mungkin itu cuma bentuk kepercayaan. tapi semakin sering mendengarnya, aku mulai ikut mempercayainya. tanpa sadar, standar itu bukan lagi datang dari orang lain... tapi dari diriku sendiri.
orang tuaku sebenarnya ngga pernah menuntut aku harus selalu sempurna. mereka justru sangat suportif. mungkin justru karena mereka percaya, aku jadi semakin takut mengecewakan mereka. akhirnya aku terus mengejar versi "terbaik" dari diriku, sampai aku tumbuh menjadi orang yg terlalu keras sama diri sendiri. temen2ku sering nanya,
"kenapa kamu sering banget keras sama diri sendiri?"
"kenapa kamu selalu berusaha nolong orang lain, tapi lupa nolong diri sendiri?"
(aku membisu gatau jawab apa)
seringkali suara paling jahat dan menghakimi itu justru datang dari dalam kepala sendiri. tekanan terbesar bukan datang dari ucapan "kamu pasti bisa", tapi dari rasa takut mengecewakan orang-orang yg percaya kalau aku memang bisa.