@Indomaret coba deh ditingkatkan pelayanan sistem pembayaran qris nya, harusnya pakai bank apa saja bisa, giliran akhirnya pilih bayar cash karena qris ga bisa. Eh dikorupsi Rp. 100,- tanpa ngomong disumbangin kek, atau minta maaf karena ga ada receh! Same on you!
Labschool memang dikenal sebagai sekolah yang bagus, tapi ingat Labschool itu ada 4: Rawamangun, Kebayoran, Cibubur, dan Cirendeu. Kalau mau yang benar-benar bagus ya Kebayoran, mereka UTBK peringkat 6 Nasional tahun ini. Saya tidak promosi, tapi ini memang fakta.
SMA Labschool Cibubur memang memiliki senioritas yang tinggi. Sampai-sampai "kasta" dari geng sekolah itu lebih tinggi dari guru. Kenapa saya bisa bilang gini? Terbukti dengan pihak sekolah yang tidak berani menindak murid-murid geng yang melakukan hal tidak terpuji.
Jujur saya sendiri sangat kesal dan marah mendengar hal ini. Pihak sekolah yang lembek membuat orang-orang jahat berkeliaran di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat mencari ilmu. Anak-anak yang mau sekolah jadi takut dan khawatir akan dijadikan target oleh para pembully.
Kabarnya para pelaku sudah diskors oleh pihak sekolah. Yang memukul diskors selama sebulan dan yang hanya ikut-ikutan datang ke lokasi diskors selama 2 Minggu. Ibu dari R dibawa ke psikiater karena mentalnya cukup hancur melihat anaknya luka-luka.
Tapi orang tua dari pihak pelaku tetap tidak mau salah, jadi mereka menyewa pengacara juga. Yang saya maksud kasusnya belum selesai ya ini, sekarang masih perlawanan antarpengacara.
Bahkan pak Arief Rahman, sebuah tokoh pendidikan dan pendiri dari Labschool mengatakan bahwa kejadian ini merupakan "kenakalan remaja biasa". Ibu dari korban langsung memanas karena ini, akhirnya mereka pun menyewa pengacara.
Kepala sekolahnya pun tidak tahu harus apa. Jadi SMA Labschool Cibubur ini tidak berani menindak murid yang orang tuanya tajir, karena mereka merupakan donatur besar untuk sekolah. Kebetulan orang tua dari para pelaku ini orang kaya.
Ibu R langsung bawa R ke rumah sakit POLRI dan langsung divisum dan melaporkan ke polisi. Ibu R dan ibu dari korban lainnya juga melaporkan hal ini ke pihak sekolah. Tapi, pihak sekolah tidak menganggap ini sebagai kejadian yang besar, intinya dianggap enteng gitu.
Lalu ibunya mendapatkan kabar dari teman R yang merupakan korban juga kalau R dan teman-temannya baru saja digebukin. Ibunya langsung dobrak pintu kamar R karena dia mengunci pintu kamarnya dan tidak mau membuka. Ibu R langsung teriak histeris melihat anaknya memar seluruh badan.
Karena handphonenya diambil, mereka tidak bisa ngabarin ke ibunya, termasuk si R ini. Jadi pas R pulang, dia langsung masuk ke kamarnya. Ibunya tidak tahu kalau anaknya digebukin karena pas itu si R pakai topi dan jaket, jadi memar dan lukanya tidak kelihatan.
Selama disana, 5 orang ini dipukul dan ditendang cukup lama. Mereka kesana itu sore hari dan baru pulang malam, jadi bayangkan digebukin selama itu. Salah satu korban, inisial R, baru sampai rumah jam 21.30. Oh iya saya lupa cerita, jadi handphone 5 orang ini diambil oleh Stone.