Juara dunia yang sangat-sangat layak.
Di awal Piala Dunia mulai, banyak yang gak bicarakan Spanyol. Tapi, akhirnya keluar sebagai juara dengan hanya kebobolan 1 kali.
Generasi Spanyol saat ini juga menyamai catatan skuad Spanyol sebelumnya. Tahun 2008 juara Euro, tahun, 2010 juara Piala Dunia.
16 tahun kemudian, sejarah itu terulang kembali. Juara Euro di tahun 2024, juara Piala Dunia 2026.
Sangat-sangat layak Spanyol 👏🇪🇸
#FeelEveryGoal @toshibatv_id
halo temen temen yang muslim, aku pengen sharing aja sih. kalian pernah ga sih ngerasa pas kalian lagi kena masalah atau musibah sekecil atau sebesar apapun, kalian suka terbesit "ah pasti karena aku telat sholat, pasti karena aku tadi ngomong kasar" atau sebagainya. padahal,—
✅ REKOR : Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, babak semifinal akan mempertemukan empat tim dengan peringkat tertinggi FIFA.
🇫🇷 Prancis (1) vs Spanyol (3) 🇪🇸
🇦🇷 Argentina (2) vs Inggris (4) 🏴
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, semoga jodohmu adalah orang yang mau tumbuh dan berkembang bersama, yang bisa diajak komunikasi, deeptalk, tukar pikiran, support satu sama lain, sama-sama mau berjuang dan sama-sama takut kehilangan.
kalo belum mampu memahami perasaan orang, setidaknya pakai logika "kalo aku di gituin, pasti gak enak ya?" , prinsipnya sederhana "perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan, attitude itu bukan soal umur, tapi cara kita memperlakukan sesama."
Pernah males salat, tapi berusaha untuk rajin lagi gara-gara denger Gus Baha ngomong gini:
"KALAU ADA MUBALIGH BILANG 'BUAT AΡΑ SHALAT KALAU TIDAK KHUSYUK?', JANGAN DENGARKAN DIA. KEINGINAN UNTUK MENJADI SEMPURNA ITU BENTUK KEANGKUHAN MANUSIA. DATANGLAH PADA ALLAH DENGAN SEGALA PERSOALAN DAN KELEMAHAN KITA. DENGAN MERANGKAK DAN TERSEOK-SEOK PUN TAK MENGAPA."
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah