Jika dunia adalah lautan,
engkau adalah pelabuhan
tempat kami pulang
setelah diterpa badai.
Dan ketika usia
perlahan menggores wajahmu,
kami baru menyadari
bahwa cinta terbesar
selama ini
berdiam dalam pelukanmu
Ayah,
langkahmu mungkin tak banyak bicara,
namun setiap jejakmu
adalah pelajaran.
Engkau memikul beban
tanpa mengeluh,
menyembunyikan lelah
di balik wajah yang tegar.
Keringatmu
adalah hujan
yang menyuburkan
masa depanku.