Ini cerita dari Proyek Strategis Nasional abal-abal pemerintahan Joko Widodo dkk di Flores.
Tahun 2016, pemerintah memulai Proyek Strategis Nasional (PSN) Pariwisata di Flores.
Thn 2018 melalui Kepres 32/2018 Presiden Joko alihfungsi 400 ha #HutanBowosie di puncak kota #LabuanBajo.
Thn 2020 Pak Joko dan Bu Siti @SitiNurbayaLHK memulai proyek “persemaian bibit”. Anehnya proyek itu dilakukan dgn babat 30 ha hutan di sisi lain #HutanBowosie. Babat Hutan untuk proyek persemaian pohon.
Tahun 2022 proyek itu terbukti koruptif. Yg ditangkap, spt biasa, hanya pelaku lapangan. https://t.co/VYrklnYzci
Tidak diusut, mengapa dan untuk kepentingan siapa dilakukan alihfungsi hutan, mengapa babat hutan utk semai bibit pohon, berapa kerugian negara —dan masyarakat—utk kebijakan abal-abal macam ini?
All happened this week.
The reality of climate change is upon us. Serious action must be taken now, not by 2030, to protect our planet and our citizens.
We have all the tools we need to make our cities more resilient, restoring the planet and cut down CO2e emissions.
Parpol kita mungkin busuk. Tapi pernyataan ini melecehkan partai sebagai institusi dalam sistem demokrasi dan jelas menyalahgunakan fungsi intelijen.
Selain tak kompeten, rezim Jokowi telah berada pada tahap merusak semua yang pernah dicapai dan diperjuangkan Reformasi.
Potret keadilan di negeri ini, rakyat mempertahankan hak hidup untuk tidak digusur proyek investasi Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, justru dihadang aparat, ditangkap dan menjadi korban kekerasan. Miris, investasi ber-darah2, penuh kekerasan dan air mata.
PAGAR MAKAN TANAMAN
Seorang peraih Kalpataru Tokoh Peduli Lingkungan Sumatera Barat, justru tertangkap tangan sedang menjual kulit harimau sumatera
a thread
Pak @jokowi mengimbau tanam pohon tapi bikin UU Omnibus Law Cipta Kerja yang hapus kewajiban pemerintah mempertahankan luas kawasan hutan minimal 30%. 😪👎🏻