Btw, ternyata banyak orang yang clueless tentang berita sama sekali.
Ada loh yang gak tau kalau Nadiem divonis kemarin.
Ada loh yang gak tau kalau mahasiswa demo MBG itu karena pemborosan anggaran 1.2 triliun per hari.
Ada loh yang gak tau kalau Dadan ditangkap kejaksaan karena korupsi BGN.
Gimana caranya biar orang-orang tuh ngikutin, ngerti konteks, sampai tau apa yang sebenarnya terjadi itu susah.
Apa lagi di grassroot. Yang di pikirannya hari ini makan apa dan besok makan apa.
Semua itu abstrak buat mereka.
Rekap berita akhir ini:
- Wapres suap mahasiswa 20 jt
- Rupiah lemah IHSG merah
- "Emang gue pikirin"
- Lima calon manajer kopdes meninggal
- 27 tahun ex relawan jadi komisaris
- Asisten Pribadi jadi komisaris
- Vonis Nadiem 10 tahun
- gaji guru ga baik karna ga ada duitnya
ini ngeri banget. dg cara begini, klo di 2029 prabowo kalah, militer mungkin melakukan kudeta. prosesnya udh jalan. bukan hanya prabowo, ini militer sedang mengkudeta sipil.
POLRI JUGA IKUT AKTIF MEMBANGUN 1000 SPPG!
DAPUR-DAPUR YANG DIBANGUN POLRI ADALAH YANG TERBAIK!!!
INI BUKAN KATA SAYA!
BANYAK PENGAMAT DARI LEMBAGA DUNIA MELIHAT DAPUR ITU!
Jerome Polin kembali berikan pendapat dan merasa capek tiap hari liat berita buruk, melalui akun sosmed nya ia bilang:
"Jujur at this point aku bingung, kita sebagai rakyat tuh bisa apa sih? speak up di sosmed udah, ga didenger. Dilawan pake buzzer lagi. Demo udah, ga ada perubahan. Dilawan pake demo bayaran. Ada cara apalagi?? Segakbisa ngapa-ngapain itu kah?
Asli bingung dan bertanya2, apa masih ada harapan?
Yang berkontribusi malah dikriminalisasi. Terus harus apa? Bisa apa?
Rakyat susah cari kerja, kualifikasi harus S1 minimal. Eh ada yang ga lulus S1 jadi komisaris, segampang itu?"