"Meet my new friend"
"What is it?"
"A stone"
"Did you buy it somewhere?"
"No, I picked this one near a restaurant"
"What's the name?"
"I was thinking, Mochi"
"Cute. Does Mochi eat something?"
"Yea, my anxiety. I love to hold it whenever things going south"
"Sure, give it a nest."
@twoister Mereka belom ngerasain kak kalo ortu tetep ngerasa si paling bener bahkan di situasi sakit. Gak mau dikasih tau karena masih mandang kita anak kecil gak tau apa-apa.
Duit bisa dicari, tapi waktu yang terpakai buat terkungkung ngurusin itu gak bisa balik lagi.
@AdamSyahaha Saya pernah tertib hidup sehat, visceral fat 4, olahraga 2 hari sekali. Tapi itu sebelum tinggal sama ortu toxic dengan segala permasalahan fisik, psikis, dan finansialnya, plus jam kerja yang gak beraturan.
Dibilang mau ubah pola pikir, ya mau, cuma mentalnya masih ambyar.
Yang kerja bagus yang dikasih kerjaan paling banyak ternyata berawal dari rumah.
Ketika temen beda kota aja aware mata gue udah berkantong, orang rumah ada aja permintaannya yang bikin gue gak bisa istirahat.
Tolool tolol.
Dulu wondering hal apa yang bikin orang bilang "demi Allah gue gak ikhlas." Karena kata-kata ini terlalu powerful buat hal sepele.
Lalu gue sadar kadar sepele orang beda-beda.