Pada akhirnya yang menenangkan bukan lagi “if he wants to, he will”.
Tapi yakin kalau “if God has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way”.
“masih kah, kata mereka putus”
“gataulah”
“aneh kamu ni dari dulu, sudah putus tp masih bisa jalan”
“looooh memangnya kalo putus harus musuhan?”
“ya engga, aneh ja dari yg dulu juga masih segala mendatangi kamu, aneh masih berteman sama mantan”
“lah ini baru pernyataan yg aneh”
dibilang gila. iya tau konteksnya bercanda. tapi emang iya kok, sekarang. tapi, kmrn waktu aku versi baik baik aja, versi aku setia dijatuh-bangunnya kamu, kok tidak memberi feedback yg baik juga ehehehe