Ini yg selalu bikin gw marah klo berurusan sama klien lokal. Kreatif dan jasa diremehkan abis-abisan.
Mentalitas peninggalan kolonial yang mendarah daging dan terasa sampai sekarang di Indonesia:
"Pekerja jasa adalah budak, keringat dan usahamu itu tidak perlu dihargai."
taruna akmil, polri, atau kedinasan lain jalan-jalan di mall pake seragam lengkap.
katanya ada aturan “jaga martabat institusi” 24 jam.
ku cuma mikir:
lagi makan es krim sama gebetan, atau nongkrong di foodcourt…
itu beneran jaga martabat atau malah bikin orang takut & awkward?
Males bgt gue sama yg beginian. Kalo emang partner lu nyepelein karena lu keliatan kecintaan bgt berarti he’s not good for u, love should be fun loh nder gak harus pretend to look less or even hide something
Klo ada berita anak telantarin ibu bapaknya, taruh di panti jompo/memutus hubungan sama ortunya gue ga mau judge anak durhaka, gue pengen tau ortunya dlu memperlakukan anaknya kaya gimana.
PEKERJA SENI TERANCAM
Baru ini seorang videografer dituntut 2 tahun penjara dengan tuduhan "mark up" harga jasa.
Kata jaksanya, ide, editing, dubbing semestinya "gratis".
Kenapa tolol bgt aseli
Capek2 kerja, ngumpulin duit sampai tua, kemudian:
- tanah & rumah digusur krn mendadak ada mafia tanah, sengketa
- bisnis diganggu sama akamsi atau pejabrut untuk dicari2 kesalahan akhirnya diambil
- investasi dan nilai mata uang drop karena ekonomi memburuk
- punya anak, disekolahin mahal2, taunya dibunuh entah siapa dan difitnah kl anak lu ikut geng tawuran
Dan ini kejadian 😶🌫
Salah.
Dulu langganan koran harian, tabloid mingguan, majalah bulanan, beli buku, kaset dan cd tiap bulan.
Sering self reward juga.
Kalau dinilai secara inflasi jauh di atas pengeluaran anak sekarang.
Tapi tetap kebeli rumah.