Trump: “We are winning”
- F-35 hit for the first time ever
- Aircraft Carrier retreating for ‘repairs’
- American bases under constant attack
- Oil over $100
- Allies rejecting calls for help
- Iran controls 20% of Oil flow
- 13 dead Americans, 200+ injured
Indonesia adalah salah satu negara pemilik cadangan aspal alam terbesar di dunia, dengan pusat deposit utama berada di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Cadangan Asbuton (Aspal Buton) diperkirakan mencapai ratusan juta hingga 650 juta ton.
Tapi mengapa pertahunnya Indonesia mengimpor aspal hingga 10 triliun?!?
IRGC meminta maaf kepada @CENTCOM atas terjadinya insiden tertembaknya pesawat F-35, sepenuhnya IRGC tidak mengetahui bahwa pesawat tempur tersebut telah diklaim sebagai jet tempur masa depan dengan kemampuan paling canggih dan tidak mungkin bisa ditembak jatuh.
Insiden ini tentu saja berdampak luas terhadap penjualan produk F-35, tidak ada satupun orang yang mau mempercayai bualan Lockheed Martin soal kedigjayaan fighter tersebut. Selain itu F-35 telah membuat wajah AS yang sudah sangat terlihat buruk dalam mata publik internasional, kini semakin tercoreng dan tidak menyisakan sedikitpun kepercayaan di hadapan bangsa-bangsa lain.
"Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri. Akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirjen-dirjen," tegas Prabowo.
Baca selengkapnya: https://t.co/KmV0pC62cZ.
~SN #PresidenPrabowo#DirjenMelawanMenteri#LembagaNegara
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan telah menutup sementara lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya pembenahan kualitas layanan. Langkah ini diambil… https://t.co/whDmG6VpgT
Israel melarang warga Palestina melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur, Tepi Barat, Palestina, untuk pertama kalinya sejak 1967.
Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza sejak 1967 hingga saat ini.
Warga Palestina yang ingin melaksanakan salat Idulfitri diserukan untuk melakukan ibadah di dekat Masjid Al-Aqsa jika tak bisa masuk ke dalamnya.
Baca selengkapnya di https://t.co/W6tQgVsFVX
Angga Raka Prabowo & Telkom: 3 Jabatan, Rp917 Juta - BUMN Jadi ‘Sapi Perah’?
Rangkap jabatan Angga Raka Prabowo, termasuk sebagai Komisaris Utama Telkom, kembali memicu perdebatan. Dengan penghasilan mendekati Rp1 miliar per bulan, publik mulai mempertanyakan
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.
Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya.
Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat.
Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari.
“Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar.
Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103).
Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah.
Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak.
Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya.
Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5).
Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan.
Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam.
Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya.
Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia.
Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya.
Sumber: https://t.co/Ki6OYgVFy8
#SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Iran, as it fights the US and Israel, has flooded the skies with its cheap Shahed drones to overwhelm air defences and strike high-value targets.
John Reed explains why this unassuming weapon may just be the future of warfare. https://t.co/VufhHWiTkH?
Di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan yang mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos begitu saja setelah melakukan genosida.
Darah warga Palestina dan Iran ada di tangan mereka.
Apa kredibilitas moral yang dimiliki Amerika?
Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Terima Kasih, Pernyataan Anda Mewakili Umat Manusia di Seluruh Dunia.
For the first time in HISTORY, an American F-35 jet has been hit.
Iranian air defenses are hitting our best jets.
Trump said today all of Iran’s defenses are destroyed.
Gila! Rekaman suara & CCTV Kajari Tanimbar Dadi Wahyudi dkk yang diputar di Komisi III DPR adalah bukti nyata betapa busuknya oknum Kejaksaan di lapangan.
Gaya "koboi" geledah kamar hotel tanpa surat tugas & maksa minta 10 MILIAR itu bukan penegakan hukum, tapi MURNI PREMANISME berkedok seragam.
Mau alasan "miskomunikasi" apalagi kalau bukti suaranya sudah telanjang begitu? Jaksa Agung, jangan cuma mutasi oknum ke Bojonegoro, PECAT & PENJARAKAN.
Rakyat muak lihat institusi hukum jadi sarang kriminalisasi & pemerasan
https://t.co/PiE3Q8yeAM
Rusia menuduh Amerika Serikat dan Israel sengaja memprovokasi perpecahan di dunia Islam di tengah bulan suci Ramadan. Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Kamis (5/3), Rusia menilai operasi militer dan pernyataan permusuhan dari kedua negara berpotensi memperdalam konflik di Timur Tengah serta mengalihkan perhatian dari krisis kemanusiaan di Palestina.
Rusia juga menilai serangan AS–Israel ke Iran pada 28 Februari memicu eskalasi di kawasan dan berpotensi menyeret negara-negara Arab ke dalam konflik. Moskow pun kembali menyerukan semua pihak menghentikan permusuhan dan menilai serangan terhadap warga sipil maupun infrastruktur sipil di Iran dan negara-negara Teluk sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
📸: Dok. WANA via Reuters.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R120 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Hundreds of Indonesian Muslims have gathered in Jakarta to pay their respects to Iran’s Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei.
Al Jazeera’s @barnabychuck is there, and explains why there’s anger towards the US and Israel over the war on Iran.