HAH INI SERIUSAN?? NYESEL BARU TAU😭
Big thanks to mbak” thread yang udah share life hack minyak ini ampuh buat nyeri kaum” jompo.. pegel” langsung hempass.. semoga cocok juga di kamu🫶
Eileen menunjukkan apa yg tidak dimiliki murid Indonesia pada umumnya:
✨️ metacognition knowledge ✨️
Metakognisi itu kemampuan “ngeliatin isi kepala sendiri.” Gak cuma berpikir, tapi SADAR bahwa kita SEDANG BERPIKIR. Lebih jauh lagi, kita bisa mengevaluasi cara berpikir itu, apakah membantu, apakah bikin stres, apakah perlu diubah. Persis kayak Eileen yang pensive. Dia kelihatan banget kalau nyaman jadi orang yang banyak mikir. Dia nggak lihat proses refleksi itu sbg overthinking tapi malah dia jadiin tools to grow. Eileen ini bukti kalau orang hebat itu ya orang yg paham cara kerja pikirannya sendiri, gak cuma yang pintar/berbakat aja.
Murid Indonesia belum banyak yg terlatih skill metakognisinya. Kenapa? Ini menarik bangettttt.
1. Budaya belajar berorientasi jawaban
Pendidikan kita menjadikan murid terbiasa untuk fokus ngejar nilai, akhirnya selalu memikirkan 1-2 jawaban yg benar. Untuk jawab soal dengan cepat dan tepat, akhirnya juga sekadar menghafal konsep. Akibatnya, jarang dilatih bertanya:
- kenapa harus pake strategi ini?
- biar cepet paham harus ngapain?
Padahal metakognisi itu berkembang ketika proses jauh lebih dihargai dibanding hasil.
Sistem pendidikan kita gmn? Maunya ke mana? Please kami mah juga bingung, belajarnya disuruh ala finland, asesmennya ala asia.
2. Keamanan psikologis
Ini masih berkaitan dengan poin 1. Naturally, murid itu akan reflektif ketika mereka merasa aman dalam mengekspresikan pikiran. Mereka gak takut salah jawab/bertindak atau gak takut dicap bodoh. Kalau lingkungannya masih menekankan budaya malu bertanya dan takut salah, ya udah selamanya akan terjebak pada pengetahuan level prosedural aja. Keamanan psikologis berkaitan erat dengan poin berikutnya.
3. Beban kognitif dan tekanan sosial
Banyak murid menghadapi kondisi tekanan ekonomi keluarga dan lingkungan yang kurang suportif. Kondisi ini malah membuat murid dalam mode fight, energinya lebih banyak dipakai untuk mikir gimana cara bertahan hidup besok alih-alih belajar dan melakukan refleksi mendalam. Banyak kan kalian lihat di TikTok/Instagram, anak SD sepulang sekolah mulung beras di pasar, anak SMA bangun sebelum subuh karena masak risol buat dijual ke sekolah. Murid saya? Sepulang sekolah mereka ke ladang. Kalau musim panen, pasti wali kelas sering dapat izin "Assalamu'alaikum bu, besok saya izin gak masuk sekolah karena ikut panen kubis/jeruk/dll" 🥺
Kenapa ya anak kecil sampe punya beban ekonomi? Karena penghasilan ortunya gak cukup meski udah kerja siang malam. Kenapa kok bisa gitu? Emangnya gak ada lapangan pekerjaan kah?
4. Kurang contoh dan model berpikir
Metakognisi itu bisa berkembang melalui modeling. Kalau murid jarang melihat
- gurunya making thinking visible (thinking out loud)
- orang dewasa yg merefleksikan pengalaman
bisa jadi murid gak akan punya contoh bahwa proses berpikir dan merefleksi itu wajar.
Nah sekarang pertanyaannya gaji pokok guru apakah layak?
Ga usah bayar Google One!
Gue pernah panik gara2 Google Drive penuh dan ga bisa terima email. Hampir aja gue subscribe bayar Google One buat upgrade kapasitas drive.
Ternyata gak perlu.
15GB gue yang "penuh"? 12GB-nya sampah yang Google sembunyiin.
Gue bersihin dalam 20 menit. Gratis. Tanpa hapus file penting.
Gini caranya:
"how do i become a better reader?"
"gimana caranya supaya lebih inget sama apa yg kita baca?"
coba nonton YT playlist ini deh! banyak cara2 praktis supaya yg kita baca ga lewat gitu aja :D