@kegblgnunfaedh Kalau kau kasih orang 1x, orang akan berterima kasih. Kalau kau kasih orang 2x, orang akan merasa biasa. Kalau kau kasih orang 3x, orang akan berharap. Kalau kau kasih orang 4x, orang merasa sudah seharusnya.
Lalu ketika kau tidak memberi lagi. Maka orangยฒ tsb akan marah ๐ฅ
Anak tetanggaku nggak ikut les apapun.
Nggak les matematika. Nggak les Inggris.
Nggak les coding. Umur 10 tahun.
Sepulang sekolah main.
Ibu-ibu komplek sudah lama geleng-geleng.
Di grup WhatsApp komplek, topiknya selalu sama. Anakku baru mulai les piano. Anakku ranking 1 lagi, Alhamdulillah. Anakku ikut olimpiade sains minggu depan. Ibunya si anak itu diam saja. Nggak pernah posting apapun.
Arisan komplek bulan lalu.
Seorang ibu nyeletuk langsung ke dia:
Nggak khawatir?
Anak sekarang kalau nggak diasah dari kecil,
nanti ketinggalan.
Ibunya senyum. Di asah kok. Tapi caranya beda. Di asah gimana? Les apa? Bukan les. Aku ajak dia ngobrol setiap malam. Beberapa ibu saling pandang.
Ngobrol doang? Iya. Tentang apapun yang dia mau ceritain hari itu. Aku nggak boleh pegang HP waktu dia ngobrol. Aturannya cuma itu. Ruangan mulai senyap.
Terus anaknya nggak ketinggalan pelajaran? Kemarin gurunya nelpon. Semua menunggu. Pasti ada masalah, pikir mereka.
Gurunya bilang, anakku satu-satunya murid yang kalau ada teman kesulitan dia yang pertama nawarin bantuan. Bukan karena disuruh. Tapi karena dia mau. Gurunya bilang itu langka sekarang. Satu meja. Senyap.
Ibu yang tadi nanya anaknya ikut 4 les sekaligus. Senin matematika. Rabu Inggris. Jumat coding. Sabtu piano. Minggu lalu anaknya nangis di mobil sepulang les. Bilang capek. Bilang nggak mau sekolah lagi. Dia nggak cerita itu di grup.
Yang paling membekas adalah ini. Aku tanya ke ibunya setelah arisan bubar: Bu, nggak takut anak ibu nggak bisa bersaing nanti?
Dia jawab pelan: Aku lebih takut anakku bisa bersaing โ tapi nggak tahu caranya berteman. Bisa juara โ tapi nggak tahu caranya mendengarkan orang lain. Pintar โ tapi kesepian. Itu yang aku takuti. Bukan nilai rapornya.
Aku pulang arisan. Anakku lagi hafalan perkalian untuk persiapan les besok. Aku tanya: Hari ini gimana, Nak? Dia jawab nggak sambil liat aku. Fokus ke buku. Aku nggak ingat kapan terakhir kali dia cerita sesuatu ke aku dengan mata berbinar.
Ibu itu nggak anti les. Nggak anti prestasi. Dia cuma nggak mau anaknya tumbuh jadi orang yang bisa segalanya - tapi nggak punya siapapun untuk diajak berbagi. Dan malam itu aku sadar - aku sibuk membentuk anakku jadi juara. Tapi lupa nanya: juara di mata siapa?
cc:threadlilydes2026
@Uniliswara0 Dih, aneh banget si gibran. Keliatan banget engga tau gimana proses persiapan MBG. Dikira nyiapin makanan yg banyak setiap hari tidak menguras tenaga apa? Dikira instan kali ๐
@KangManto123 Ini beneran? bukannya engga jadi ya dulu. Apa berubah pikiran ๐ Negara tidak hadir, tidak menyediakan lapangan kerja, malah malakin warganya.
@LambeSahamjja Memang niat awal ikut "usaha" ini apa? Memang udah melenceng dari TUJUAN MULIA MBG, mencegah/mengurangi angka stunting. Tapi ini malah bangun dapur di perkotaan. Udah jelas bacakannya.
@resahnegeri LOL MENGUAT katanya ๐คฃ Kembaliin ke sebelum beliau dilantik presiden. Dollar melemah, investor pada cabut. Ini masalah internal negara. Diperparah dengan kondisi eksternal. Perbandingannya dgn negara asean.
@sepatt52574@sosmedkeras Motor gw ga cocok pakai pertalite. Apa, mau nyuruh orang pakai kendaraan umum? Dikira transum sekomplit kaya di jakarta semua.
@delasyahmareads@unmagnetism Duh terlalu fakta, dan ini fakta yang dia ucapkan sendiri. Dia tidak suka baca buku, dan di keluarganya tidak ada budaya baca buku.
@unspokeen_@ardisatriawan Bukan, alasan paling mutlak presiden gus dur dilengserkan itu karena mengeluarkan dekret pembubaran dpr dan mpr. Lalu ditambah/dicari alasanยฒ lain.
@Alexliebeng@ommi_siregar@prabowo Bangun candi kopdes puluhan ribu bisa loh ternyata. Klo pemerintah memang mau, bisa memperbaiki sekolah yang bobrok dari ujung ke ujung Indonesia ternyata.
Lu bilang inovasi? Negara dgn segudang anggaran dan perangkat, inovasi apa yang bisa diberikan di rezim skrg? MBG/KOpdes?
@SINDOnews Jadi beneran yang mobilnya si Tyo disadap, dipasangin alat tracker. Ngeri banget. Yang lantang bersuara dan viral, langsung ditandain sama aparat.