Bambang Setiyawan bukan pendemo. Bambang adl penjual cermin, warga Bendungan Hilir, Tanah Abang. Tadi malam, Bambang yang tidak tahu apapun, diseret dan dipukuli sampai tewas.
Keluarga baru tahu Bambang tewas di jalanan karena sang anak mengenali ayahnya dianiaya via sebuah video yg beredar di media sosial.
Siapa para pembunuh yg begitu kejam menghabisi nyawa Bambang?
Polisi itu, harus jadi alat negara, penegak konstitusi. Bukan malah ikutan bersekongkol dgn iblis.
Ayo para komandan brimob. Hidup kalian mungkin jg gak sampai 10th. Jagalah harga diri. Jgn mau diperalat.
"𝘞𝘩𝘦𝘯 𝘢 𝘳𝘶𝘭𝘦𝘳 𝘦𝘯𝘵𝘦𝘳𝘴 𝘪𝘯𝘵𝘰 𝘢 𝘱𝘢𝘤𝘵 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘵𝘩𝘦 𝘥𝘦𝘷𝘪𝘭, 𝘪𝘵 𝘪𝘴 𝘯𝘰𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘳𝘶𝘭𝘦𝘳 𝘸𝘩𝘰 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘳𝘰𝘭𝘴 𝘵𝘩𝘦 𝘥𝘦𝘷𝘪𝘭; 𝘪𝘵 𝘪𝘴 𝘵𝘩𝘦 𝘥𝘦𝘷𝘪𝘭 𝘸𝘩𝘰 𝘶𝘭𝘵𝘪𝘮𝘢𝘵𝘦𝘭𝘺 𝘳𝘶𝘭𝘦𝘴." - 𝘎𝘰𝘦𝘵𝘩𝘦.
⚠️IMAGINE!
Ada warga sipil tak bersalah yang dikeroyok, dipukuli, ditelanjangi, dianiaya dengan brutal, dan dib*nuh oleh ormas yang KETUA DEWAN PEMBINANYA ADALAH PRESIDEN YANG SAAT INI MENJABAT!
ONCE AGAIN, IMAGINE!
📌HAPUS VIDEO KORBAN BUKAN AMANKAN MEDSOS, TAPI TINDAK PIDANA!
Menghilangkan barang bukti adalah kejahatan serius berdasarkan Pasal 221 KUHP.
Jika benar terjadi bahwa video penganiayaan Bambang penjual cermin sengaja dihapus demi melindungi kelompok tertentu, tindakan itu bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan pidana berat yang merintangi keadilan.
Menutup-nutupi fakta keji hanya akan memperberat hukuman pelaku!
Hampir 2x24 jam, polisi belum ambil tindakan thd Hercules.
Wibawa hukum telah dikencingi oleh seorang preman, yg dibina presiden Prabowo.
Jika ormas GRIB jaya kebal hukum, negara ini akan segera terbakar. 🔥
Anda akan membayar mahal atas ketidakadilan ini, CAMKAN ITU PRABOWO‼️
BIARKAN 2 VIDEO INI JADI BARANG BUKTI KEBERADAAN GRIB JAYA SAAT AKSI 27 AGUSTUS KEMARIN
VID1: Dok. Jasamarga.
Kok bisa kendaran dg muatan segitu banyak org dibolehin masuk tol?
VID2: Dok. Warga
Jelas sudah bukti bahwa kedatangan pasukan Grib Jaya memang dikawal oleh Brimob
#BubarkanGribjaya
#UsutTuntasKematianBambangSetiyawan ‼️‼️
Viral! Rekaman video saat massa GRIB JAYA konvoi menggunakan 5 truk pengangkut keluar dari markasnya di daerah Kedoya Jakarta Barat.
Sebelumnya pihak GRIB JAYA membantah terlibat dalam bentrokan dengan massa aksi demo di Pejompongan yang menewaskan 1 orang.
Hebat ya Pemerintah di Negara ini, SOLID BANGET.
SAKING SOLID nya @PTJASAMARGA & polantas mengijinkan Truk muatan orang & Motor masuk tol.
Ternyata diem² ikutan maen mereka.
Biadab ini....
Itu wajah2 pelaku terlihat jelas. Kalau Polisi tidak bisa menangkap semua, dan siapa yg mengorganisir mereka, bisa menimbulkan reaksi luas di kalangan masyarakat.
Tak menyangka, di era @prabowo malah separah ini situasi yg dihadapi rakyat.
Catat namanya; Bambang Kurniawan. Pedagang cermin, berusia 60th. Beliau dibunuh preman, dan dibiarkan polisi. Ini berita terpilu dr rentetan viralitas demo 27 Agustus 2026.
Usut tuntas pembunuhan ini! Jgn berhenti pd belasungkawa kosong. Kerja lu @DivHumas_Polri !
KORBAN DEMO TADI MALAM🚨
KRONOLOGI MENINGGALNYA ALM BAMBANG SETIAWAK🥀😭
Terkait laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan korban luka di kawasan Pejompongan, berikut adalah rekonstruksi kronologi kejadian serta analisis mengenai dinamika tanggung jawab penanggung jawab aksi unjuk rasa wak.
KRONOLOGI KEJADIAN di PEJOMPONGAN
1. Eskalasi Larut Malam (27–28 Agustus 2026):
Memasuki dini hari, penumpukan dan pergerakan massa cair bergeser dari perimeter Gedung DPR/MPR RI dan Slipi menuju koridor Pejompongan Raya, Petamburan, dan Tanah Abang.
2. Bentrokan di Ruang Publik:
Di tengah kondisi lapangan yang minim penerangan dan gangguan sinyal seluler, terjadi gesekan fisik di area Pejompongan yang melibatkan kelompok massa tak dikenal. Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama BAMBANG SETIAWAN dilaporkan meninggal dunia akibat pengeroyokan, sementara seorang pelajar bernama FATHUR mengalami luka-luka dan kondisi terkini masih dalam pemantauan medis.
3. Pembersihan Konten Digital:
Sejumlah rekaman video amatir yang mengabadikan insiden pengeroyokan tersebut sempat beredar di platform media sosial sebelum akhirnya diturunkan/takedown Diduga oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mencegah penyebaran konten kekerasan serta menjaga kondusivitas situasi.
EVALUASI TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARAAN AKSI (AMPB)
Insiden tragis ini menyoroti persoalan krusial dalam manajemen unjuk rasa skala besar di ibu kota:
* Tanggung Jawab Hukum dan Moral Korlap:
Sesuai ketentuan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, penanggung jawab aksi dan koordinator lapangan (korlap) memiliki kewajiban mutlak untuk memimpin, mengendalikan, serta memastikan keselamatan peserta maupun warga sekitar hingga massa benar-benar membubarkan diri secara tertib.
* Kelemahan Pengendalian Massa Cair:
Tindakan meninggalkan lokasi aksi lebih awal /walkout oleh koordinator lapang ketika massa dalam jumlah besar sudah terkumpul mencerminkan kegagalan manajemen risiko. Hal ini menciptakan kekosongan kepemimpinan/power vacuum, yang membuat massa aksi murni berbaur dengan kelompok penyusup atau provokator tanpa ada alur evakuasi yang jelas.
* Penyalahgunaan Ruang Demokrasi:
Aksi unjuk rasa di ibu kota yang berujung pada kekerasan dan jatuhnya korban jiwa warga sipil merusak legitimasi perjuangan aspirasi masyarakat. Penyelenggaraan aksi tanpa kesiapan logistik, pengamanan internal/ satgas aksi, dan skema pembubaran yang matang sangat berisiko dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Guna mencegah berulangnya insiden serupa, penegak hukum perlu melakukan investigasi tuntas atas tindak pidana pengeroyokan tersebut serta memanggil para penanggung jawab aksi untuk dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.