Hari ini, masyarakat adat Malind dan Yei, Merauke mendatangi Kementrian Pertahanan meminta negara menghentikan proyek strategis nasional (PSN) food estate & perkebunan tebu dan bioetanol seluas 2 juta hektar. PSN tersebut berpotensi merusak rimba terakhir Papua.
Di balik anak yang dicap gagal, ada petugas farmasi yang mengingat wajah anak itu selalu hadir untuk menunggu obat ibunya.
Sementara anak yang dibilang sukses, tidak ada waktu barang sejenak untuk menengok kondisi ibunya, dikarenakan back to back meeting.
Anak yang selalu di rumah dikatain beban orang tua.
Tanpa mempertimbangkan bahwa anak itulah yang paling siap membawa ibunya ke rumah sakit kalau ada apa-apa.
Tanpa mempertimbangkan bahwa anak itulah yang ngurus BPJS dan antre berjam-jam.
Kita pikir waktu mereka murah, padahal mereka sedang menjalani waktu yang paling mahal; waktu yang dipakai untuk hadir.
Kita tidak perlu memaksakan standar sukses khas kelas menengah ke orang yang sudah mengenal kata cukup.
Cukup dengan makanan. Cukup dengan kunjungan ke mall 1 bulan sekali. Cukup dengan hidup hari ini.
Ada juga anak yang di rumah dan tidak ngapa-ngapain. Ada. Tapi, tenang, ini bukan ngomongin spesies tersebut.
Ini tentang anak yang tidak bisa membelah diri, demi orang tua yang telah mengajarinya berdiri.
Aparat kepolisian melakukan aksi pemukulan ketika membubarkan massa demonstrasi yang menolak pengesahan #RUUPilkada. "Satu kata, brutal. Pengamanan yang kondusif, berujung brutal. Dancini bukan pertama kali," ujar Usman Hamid, Jumat (23/8). https://t.co/CHTQodFqI1 #CNNIndonesia
Alhamdulillah..
SAH!!!!
RDP dengan Kemendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP sepakati PKPU yang mengakomodir putusan MK No. 60 & 70!
Terima kasih teman-teman yang ikut berjuang mengawal 🙏😊
#KawalPutusanMK#KawalSampaiMenang
Gara-gara Kaesang, Gibran dan juga Jokowi, bukan cuma negara yang diobrak-abrik, tapi pertemanan, persahabatan, juga percintaan antara orang waras dan orang tone deaf😭😭😭😭😭
🚨🚨🚨🚨🚨
kiriman dari followers kami
salah satu mahasiswa Universitas Jendral Soedirman yang mengikuti aksi di Purwokerto menjadi korban represi aparat, pelipisnya kena hingga berdarah. berdasarkan informasi, aparat juga menggunakan senjata.