@wibuberkreasi "Udah kuliah aku sibuk nyari pengobatan dan lain-lain, berkat usahaku dulu." Hanya dengan itu dia bisa menjadi lebih baik.
"... Syukurlah kamu juga banyak kesibukannya. Maaf ya dulu-dulunya aku nggak pernah ngehubungin kamu. Aku pengobatannya di Singapura dan aku nggak ingin —
@wibuberkreasi "Aku perginya kelamaan ya? Sibuk banget soalnya aku tuh." Juga sedang melakukan pengobatan terhadap penyakitnya.
"Aku lagi berusaha nyari kerja di luar negeri juga, Fita. Kamu apa kabar?"
@Levitatism "Baiklah." Tanpa banyak basa-basi pula dia pun menutup mata, membuat harapan sejenak dan ditiup. Seluruh lilinnya pun mati secara keseluruhan.
"Yay.. udah!"
@Levitatism "Yang justru aku tanyain tuh kamu." Lalu secara serentak dilepas pelukan tersebut.
"KAMU ITU KEMANA AJA SIH, RAFITAAAAAA!!!" Dan juga, dipukul-pukul pula pundaknya
@Levitatism "... Ah, aku sampe lupa ulang tahunku sendiri. Terimakasih, Fita..." Tersenyum sumringah karea suprise yang dilakukan sama persis seperti yang dia lakukan bulan lalu.
"Aku tiup sekarang aja nih?" Sambil pula ditatap kuenya itu, penuh dengan rasa syukur.
@Levitatism MANTAP, KESELENGKAT TALI SEPATU SENDIRI. Ketawain gak? Jangan deh, ga tega. Ia pun menghampiri dan memeluknya erat. Dengan begitu dia pun membantunya berdiri. Belum saja dikasih hujaman kasih sayang. (Dibaca: memukul pundaknya).
-
dengan kertas.
"Berisik anjir. Siapa yang daritadi lo cariin?" Tidak sakit cuma ia seketika mengalihkan pandangannya pada salah satu mahasiswa itu.
"Nyari Rafita, yang pake kacamata terus pake topi itu, lho." Dan, dia pun baru ngeh.
"Oh, yang Rafita dari sasjep itu ya?
+
@Levitatism +
kemari. Dan yang lebih lucunya, Rania lupa membawa ponsel sehingga Rafita tidak berbicara dengan siapapun. Sementara Rania masih sibuk mencari.
"Fitaaa~~!! Fitaaa!! RAFITAAAAA!!!!!"
@Levitatism Setelah beberapa lama dicari ternyata tidaj ada dimana-mana. Setelah berkunjung pula di ruangan dospem milik Rafita, dia tidak mendapatkannya dimana pun.
"Aiihh, astaga!!" Panik sendiri, dia pun kembali turun, mencari-cari Rafita dengan ling-lung dan berteriak kesana
+
-
di sekitaran tempwt biasanya dia nongkrong bareng yang lain.
"Haah? Lho. Biasanya dia disini deh?? Dia dimana sih??" Mana tasnya ketinggalan di depan ruangan dosen pembimbing pula, aih.
Ini akan menjadi pencarian yang cukup sulit karena dia sudah menanyai teman +