Ngomongin masalah aman atau enggak, Instagram salah satu seniman ARTJOG hilang tidak lama setelah opening. Karya kawan kami, Mbak Hana, menampilkan tentang mereka yang dituduh "merah" dan diculik tanpa proses hukum yang adil, mengkritisi kekejaman pemerintah pada masa itu.
orang-orang bilang ini ga guna as if average skripsi STEM bukan "Pemanfaatan Kulit Durian untuk [some random bullshit yang ga profitable untuk produksi skala besar]"
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Suda terbukti narasi2 berikut tidak organik ya ges
1. Anti lgbt
2. Soros
Jad kalo lu pada masi banyak yang homofobik apalagi ramenya sampe ngalahin kritik ke pemerintah, selamat, lu udah tolol dibonceng sama bajer
Pengusaha asal Sukabumi mengaku sdh menyetorkan dana ratusan milyar sesuai kesepakatan kpd BGN tp hak pengelolaan 97 dapur yg dijanjikan disebut tak kunjung diberikan 🫣
Makanya jgn pnh berbisnis dg negara krn isinya pejabat2 korup !
********************
Spill Outfit Murah
👩🏻: gue
🧔🏻♂️: bapak gojek
🧔🏻♂️: kuliah di fakultas apa kak? anak saya juga di ugm tapi fkkmk
👩🏻: saya di fisipol pak
🧔🏻♂️: wah anti pemerintah ya?
👩🏻: /ketawa karir
🧔🏻♂️: politik gitu ya?
👩🏻: iya pakk
waktu gue mo turun
🧔🏻♂️: tolong terus kritik pemerintah ya kak, jangan berhenti dulu
*Keluarga Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia mengucapkan*
*Selamat dan sukses*
kepada *Bapak Teddy Indra Wijaya Sekertaris Kabinet RI* atas prestasi sebagai *Lulusan Terbaik Seskoad*
Pencapaian ini mencerminkan *dedikasi, disiplin, dan kepemimpinan yang luar biasa menginspirasi*.
Semoga keberhasilan ini semakin menguatkan pengabdian kepada bangsa dan negara serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus Indonesia.
*Salam hormat*,
*Taruna Ikrar*
*Kepala BPOM RI*
Jarang sekali jajan, kemarin mencoba jajan di sekitar rumah. Beli kukusan, jajanan pasar, sama risoles di warung kaki lima. Melihat para pedagang, lalu teringat ekonomi saat ini yang makin enggak jelas, rasanya pengen nangis saat itu juga.
Tapi rasanya jahat berempati dengan mereka karena membandingkan hidup dengan diri sendiri. Bukan membandingkan, tapi lebih tepatnya menggunakan perspektif sendiri.