KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
“Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.”
2. AUTOIMUN
“Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.”
3. KANKER
“Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.”
4. STRES KRONIS
“Aku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.”
5. INSOMNIA
“Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?”
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
“Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.”
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
ORANG YANG BIKIN KONTEN PARODI DISABILITAS ITU EMANG GAK ADA PIKIRAN
GAK PUNYA OTAK, KELAKUAN KALIAN SAMPAH!!!
JUJUR GUE KESEL BANGET LIHAT BEBERAPA POTONGAN VIDEO YANG MEMPARODIKAN KAUM DISABILITAS DENGAN GESTURE SEPERTI ITU
MUNGKIN SETANPUN SUNGKEM INI LIHAT KELAKUAN MEREKA
skripsi itu ujian mental terberat di S1
kadang liat berita ada mahasiswa bnh diri pas skripsian, bisa jadi seberat itu. karna biasanya itu umur2 kritis, orang tua semakin tua sakit2an, temen2 udah pada lulus duluan, tema skripsi yg sulit, hasil analisa data stuck, dosen yg susah ditemuin, bisa jadi ditinggal pasangan, setiap orang punya strugge masing2.
yuk support temen2 kita yg lg skripsian, enggak usah ditanya kapan lulus, bilang aja kalau butuh bantuan kita siap bantu
smg selalu dimudahkan yah!
Mikroplastik sudah ditemukan di sperma, plasenta, dan air susu ibu. Masuk ke tubuh kita lewat udara.
Ledakan kasus stroke, kanker, kemandulan, dll mengancam masa depan manusia.
MENOLAK PUNAH - official trailer
Gue punya temen yang pertama kali merantau ke Jakarta, dia masuk kerja di salah satu kantor di pusat kota.
Hari pertama, dia langsung ngerasa salah tempat.
Bukan karena dia nggak kompeten, tapi karena lingkungannya beda banget.
Orang-orang di kantornya ngomong campur Inggris, santai bahas kuliah di luar negeri kayak University of New South Wales atau Monash University, seolah itu hal biasa.
Sementara dia?
Dari kampus daerah, nongkrongnya dulu kopi sachet, mainnya kartu sama temen-temen.
Kontrasnya kerasa banget.
Hari pertama aja dia udah minder.
Dia cerita ke gue, Gue ngerasa paling nggak nyambung di ruangan itu.
Bahkan hal simpel kayak nanya kuliah di mana bisa jadi awkward, karena jawabannya beda dunia.
Dia sempet mikir kalau dia kurang pintar, kurang keren, bahkan sempet kepikiran apa gue nggak pantes di sini ya?
Tapi makin lama dia mulai sadar sesuatu yang cukup nendang.
Ternyata bukan dia yang kurang tapi banyak dari mereka emang udah punya start lebih dulu.
Dari SMA udah di luar negeri, udah biasa presentasi, udah terbiasa ngomong dengan cara yang terdengar pintar.
Jadi pas masuk kerja, mereka keliatan langsung siap. Sementara temen gue?
Baru belajar semua itu dari nol di dunia kerja.
Yang bikin dia makin kaget, ada beberapa orang yang keliatannya santai banget, kerjanya nggak terlalu keliatan, tapi posisinya aman.
Setelah dia cari tahu pelan-pelan, ternyata background keluarganya bukan kaleng-kaleng.
Dari situ dia mulai ngerti, di Jakarta itu bukan cuma soal kerja keras tapi juga soal lu mulai dari mana.
Dia juga pernah cerita pengalaman lain yang bikin dia makin kebuka matanya.
Pernah dia kerja di tempat yang secara logika bisnis nggak masuk akalnggak jelas profitnya, tapi tetap jalan terus.
Dia sampe nanya ke seniornya, ini kok bisa hidup ya? Jawabannya simpel, “Udah, nggak usah dipikirin.
Beda dunia.
Di situ dia sadar, buat sebagian orang, kerja atau bisnis itu bukan buat bertahan hidup, tapi cuma aktivitas
Tapi justru dari semua itu, yang paling berubah dari dia bukan skill teknis tapi cara dia melihat diri sendiri. Awalnya dia minder, ngerasa kecil.
Tapi lama-lama dia mulai ngerti
dia mungkin nggak punya privilege yang sama, tapi dia punya daya tahan yang nggak semua orang punya. Dia terbiasa adaptasi, belajar dari nol, dan itu pelan-pelan jadi kelebihan.
Sekarang, setelah beberapa tahun, dia bilang ke gue satu hal yang cukup pedas tapi jujur
Di Jakarta, lu bakal ketemu orang yang keliatan jauh di atas lu.
Tapi bukan berarti mereka lebih hebat kadang mereka cuma mulai lebih dulu.
Tugas lu bukan ngejar mereka, tapi jangan berhenti jalan.
Dan menurut gue itu poin paling real dari merantau.
barusan di jalan pulang, di lampu merah, ada bapak” bonceng anaknya, anaknya lagi nangis, terus bapaknya tbtb teriak “ANAK SAYA LOLOS KEDOKTERAN UGM” semuanya langsung noleh dan tepuk tangan ngucapin, anaknya tambah nangis, HER DAD MUST HAVE BEEN SO PROUD🤎🤍🥹🥹😭😭
Fun fact: lowongan kerja lebih banyak ga dibuka utk publik dan dikasihnya via grup Kagama/alumni jurusan aja dengan label "khusus alumni UGM".
Akhirnya di sini semakin menegaskan klo kuliah di mana aja ga sama. Bahkan banyak lowongan utk perusahaan BUMN juga cara mainnya gini
Yess!! Yang bilang kuliah dimana aja sama tuh bohong guys.
Di Indo bisa kuliah di top univ udah jadi privilege krn dari sisi alumni, dosen, relasi, jenjang karir, fasilitas itu udah timpang banget semua. Misal yah
- Karir = Ada jalur MT/FGDP yang rekrutmennya di kampus (karena emang jalur masuknya utk khusus kampus itu)
- Relasi = Magang ke luar negeri paling banyak ditemuin dari top uni. Sisanya ada tapi sedikit.
- Beasiswa = Saat kuliah di top univ, banyak bgt pilihan beasiswanya. Tapi selain di top uni ya ga sebanyak itu dan seleksinya sama ratusan ribu mahasiswa lain.
- Lanjut Studi (Beasiswa) = Bahkan ada beberapa beasiswa luar negeri (co: MEXT, & masi bnyk lg) yang seleksinya di univ itu doang ada kuotanya.
- Fasilitas = Buat riset fasilitasnya oke, lu tinggal dateng ke kampus riset. Sedangkan univ lain kadang harus pinjem/sewa dari univ lain, kadang hrs penelitian di univ lain dan bayarnya jga lumayan... mentok2 risetnya itu itu lagi karena pake yg ada di kampus aja.
- Lingkungan = ini beda banget sih coyy, tapi no komen deh hehe.
Sedangkan kalau di selain di top univ, lu harus hardwork bgt buat dapetin hal yang sama.
Allahuakbar, gara2 keinget kmaren sebelum mudik sempet ngajar di rumah murid pas gw numpang eek toiletnya bisa anget sendiri + airnya anget gw kepo dong nyari harga toiletnya…
ANJIR 68 JUTA 😭😭😭😭😭😭😭
Ini pantat gw bisa ngeberakin barang harga 68 juta??!!!!!!
Gw berasa punya pantat ningrat sekarang 😭🙏🏻