This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
please guys kasih edukasi politik ke orang-orang terdekat kalian mulai dari keluarga, temen-temen dan lingkungan sekitar kalian. sekarang udah keliatan tedd1 selalu muncul dikamera, bisa ditebak dia yang bakal jadi tandem pr4bowo buat next pemilu. bisa bahaya itu kalo dia dapetin simpatik rakyat dengan jual tampang + jual konten kesedihan. apa ga menyala.
NGL, orang ini jadi sering muncul di media, kayaknya beneran disiapin buat jadi tandem Prabowo di 2029 🤓☝️
KALO GA MELEK POLITIK DARI SEKARANG, NISCAYA BAKAL KENA TIPU ANTEK DAJJAL DI PEMILU NANTI 😹😹😹
BERSIAPLAAHH KITAA SEMUAA... 😹😹
Beliau adalah Andi Saputra, satu²nya hakim yg mengajukan dissenting opinion dan menyatakan bahwa Nadiem seharusnya dibebaskan dari segala hukuman karena menilai unsur niat jahat (mens rea) tidak terbukti kuat.
Masih ada juga hakim yg beres, tapi 1 aja ga cukup.
Momen ketika tim kuasa hukum Nadiem Makarim melakukan protes kepada majelis hakim, karena setelah pembacaan putusan, majelis hakim tidak memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berbicara menyampaikan sikap.
Anggota DPR baru aja bongkar anggaran pelatihan Kopdes
Rp 30juta — pelatihan militer
Rp 15juta — belajar koperasi
1 orang = Rp 45 juta/45 hari
Total 35.476 peserta
Total anggaran = 1.6 TRILIUN
Efisiensi anggaran NDASMU🤮
beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
Prabowo : mau sampai kapan kalah pilpres gaduh, kalah ribut mau sampai kapan bakar-bakar terus anarki malu sama bangsa lain.
Karena yang hadir guru besar mereka tau isi pidato yang berbobot atau tidak makanya yang tepuk tangan sedikit. 🤭