"Ada satu kalimat tentang cinta yang makin sering gue dengar, tapi makin ke sini gue justru makin nggak setuju." 👀
Katanya, kalau cewek udah sayang banget sama seorang cowok, rasa sayangnya bisa sampai level over. Bawaannya pengen dekat terus, pengen diperhatiin terus, dan karena cintanya dalam, kadang bisa tiba-tiba marah, kesel, atau bahkan kayak benci sesaat.
Beda menit, beda mood.
Dan jujur aja, gue punya pandangan yang agak berbeda.
Menurut gue, marah atau kesal ke orang yang kita sayang tanpa alasan yang jelas, lalu dibungkus dengan kalimat "aku terlalu sayang sama kamu", itu bukan bukti cinta. Itu cuma pembenaran.
Dan ini berlaku buat siapa pun. Cewek atau cowok.
Karena kalau dipikir-pikir, justru orang yang paling dekat sama kita seharusnya bukan jadi tempat pelampiasan setiap kali hidup lagi berantakan.
Lagi ada masalah kerjaan?
Keuangan lagi bikin pusing?
Lagi capek sama pertemanan?
Atau bahkan lagi hormonal?
Semua itu valid.
Tapi orang yang kita sayang nggak otomatis kehilangan hak untuk diperlakukan dengan baik hanya karena kita sedang punya hari yang buruk.
Hubungan yang dewasa bukan berarti nggak pernah marah. Semua orang pasti pernah bad mood. Yang penting adalah bagaimana cara kita mengelolanya.
Menurut gue, kalimat:
"Aku lagi banyak pikiran, maaf kalau hari ini agak sensitif."
itu jauh lebih sehat daripada:
"Aku marah-marah karena aku sayang banget sama kamu."
Karena komunikasi itu gratis. Salah paham justru yang mahal. 🤣
Dan justru ketika ada masalah, orang yang kita sayang seharusnya jadi orang pertama yang kita ajak cerita, bukan orang pertama yang kena semprot.
Gue pribadi sangat nggak setuju dengan teori:
"Kalau makin sayang, makin gampang kesel tanpa alasan."
Big no.
Kalau makin sayang, harusnya makin belajar mengendalikan diri. Karena cinta itu bukan izin untuk menyakiti. Dan kedewasaan itu terlihat bukan dari seberapa besar rasa cinta kita, tapi dari bagaimana kita memperlakukan orang yang kita cintai ketika hidup sedang tidak baik-baik saja.
Karena kalau setiap bentakan, setiap sikap dingin, dan setiap perlakuan yang nggak menyenangkan selalu dibela dengan alasan "karena aku sayang", nanti yang capek bukan cuma pasangannya.
Psikolognya juga ikut bingung. 😂
Setuju nggak?
bedain avoidant sama orang yang apatis. pacarku memang sering shutdown kalau overwhelmed, tapi dia bisa kok komunikasi, bahkan dia juga sadar dampak perilakunya ke aku. jadi attachment style bukan alasan buat lepas tanggung jawab dalam sebuah hubungan
capek banget lihat diskursus soal avoidant dan anxious ini. orang-orang jadi terlalu sibuk ngasih label sampai lupa kalau hubungan itu tetap butuh tanggung jawab. harusnya ketika memutuskan pacaran, kita juga udah paham ekspektasi dasar yang dibutuhkan dalam suatu hubungan.
Jangan pelit ngasih word of affirmation ke cowok yang selalu ngasih effort buat lo karena mereka juga perlu denger kalau semua yang mereka lakuin itu berarti
Urine berbusa itu penyebabnya banyak, mulai dari yang tidak berbahaya hingga menandakan suatu penyakit.
GAK SELALU menandakan orang tersebut mengalami resistensi insulin atau diabetes.
Kalau yang tidak berbahaya antara lain:
-Aliran urine yang deras
-Dehidrasi
-Olahraga berat
-Intake protein yang banyak
Pada kondisi tidak berbahaya tersebut, urine berbusanya tidak terus-terusan. Yang bahaya adalah kalo memang konsisten berbusa, bisa jadi tanda dari penyakit-penyakit berikut:
- Penyakit ginjal kronik
- Sindrom nefrotik
- Radang ginjal
- Kerusakan ginjal akibat diabetes
Nah jadi bila urine kalian selalu atau sering berbusa, baiknya diperiksakan ke dokter ya untuk memastikan apakah ada masalah pada tubuh kalian!
Semoga bermanfaat!
brusan bli roti kukus langgananku biasanya harganya 7ribu 1 roti,td naik jd 8 ribu..wlopun naik cm sribu ibu yg jual smpe bilang dlu "maaf yh mas harganya naik soalnya ada penyesuaian bahan naik"..roti enak murah naik sribu aja yg jual minta maaf masa yg itu diam ajh