Alhamdulillah
Pak Roy & BuTifa
Akhirnya di BEBASkan & Di TANGGUHkn Penahanan dng Surat Jaminan yg di ajukan Para Lawyer & Dari para TOKOH NASIONAL seperti :
- Prof. Din Syamsudin
- Pak Said Diddu
- Pak Jendral Ogroseno
- Pak Jendral Tyasno Sudarto
- Para Pensiunan TNI & POLRI
dan fyi mereka punya 20 perusahaan di sumatera, 32 perusahaan di kalimantan, 25 di papua, 2 di singapura dan 1 di jakarta. like imagine how devil they are. sda di indonesia dihabisin sama keluarga dia demi keuntungan mereka sendiri
Guys, ada satu nama yang menurut gue paling banyak menimbulkan pertanyaan dari semua orang yang paham sistem militer Indonesia.
Bukan nama jenderal bintang empat.
Bukan nama menteri senior.
Bukan nama tokoh yang sudah puluhan tahun mengabdi.
Namanya Teddy Indra Wijaya.
Letkol. Baru 14 tahun dinas.
Dan dia mungkin pejabat paling berpengaruh di sekitar Presiden Prabowo saat ini.
Dan ini faktanya angka demi angka:
Teddy lulus Akademi Militer 2011.
Artinya pada tahun 2025
dia baru 14 tahun berdinas.
Di usia dinas 14 tahun itu
dia menerima Bintang Mahaputra Utama.
Sebuah penghargaan negara tertinggi.
Dan ini yang membuat seluruh komunitas militer tergeleng-geleng:
Untuk sampai ke Bintang Mahaputra seseorang normalnya harus melewati sekitar 15 tingkatan penghargaan secara berurutan:
Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun belum punya. Satya Lencana 16 tahun belum punya.
Satya Lencana 24 tahun belum punya.
Satya Lencana 30 tahun belum punya.
Bintang Kartika Eka Paksi Nararia belum.
Pratama belum.
Utama belum.
Bintang Yuda Dharma Nararia belum.
Pratama belum.
Utama belum.
Bintang Dharma belum.
Bintang Mahaputra Nararia belum.
Pratama belum.
Dan Teddy langsung dapat Bintang Mahaputra Utama.
Melompati 15 tingkatan sekaligus.
Dalam 14 tahun dinas.
Dan bandingkan dengan yang lain:
Panglima TNI bintang empat
belum dapat Bintang Mahaputra.
Wakil Panglima TNI bintang empat belum dapat.
Tiga Kepala Staf Angkatan semuanya bintang empat belum dapat.
Mereka yang sudah berdinas 33-37 tahun.
Yang sudah memimpin pasukan di berbagai operasi.
Yang sudah menanggung tanggung jawab strategis negara selama puluhan tahun.
Belum dapat.
Teddy 14 tahun dinas, pangkat Letkol sudah dapat.
Dan bukan hanya dapat tapi dapat yang Utama.
Dan ini karir Teddy yang perlu diketahui:
Dari Akademi Militer langsung menjadi ajudan.
Dari ajudan ke ajudan.
Tidak pernah menjadi komandan kompi.
Tidak pernah bertugas di daerah operasi.
Tidak pernah ditugaskan ke Papua atau perbatasan. Kulitnya kata para senior TNI masih terlalu bersih untuk seorang perwira tempur.
Di era Wismoyo Aris Munandar sebagai Kasdam Udayana ada seorang komandan batalion yang kulitnya dinilai terlalu bersih.
Langsung dikirim ke Timor Timur dulu.
"Tunggu kulitmu gosong baru saya berangkatkan."
Teddy tidak pernah melewati proses itu.
Dan jabatannya sekarang:
Sekretaris Kabinet.
Dan ini yang aneh secara struktural Seskab yang seharusnya minimal setingkat eselon 1 atau setingkat menteri di era Prabowo menjadi eselon 2.
Dijabat oleh seorang Letkol.
Artinya secara struktural Teddy berada di bawah Sekretaris Negara dan Sekretaris Militer.
Tapi kenyataannya di lapangan Menko-menko yang bintang empat dan setingkat menteri senior tidak bisa bertemu presiden karena harus melalui filter yang ada di sekitar presiden.
Dan nama yang paling sering disebut sebagai filter itu adalah Teddy.
Dan ini yang paling mengkhawatirkan dari seluruh situasi ini:
Doktor Selamat Ginting profesor ilmu politik yang karya akademisnya seluruhnya tentang hubungan sipil-militer bilang dengan sangat tegas:
"Sebenarnya agak rawan kalau komunikasi presiden hanya melalui satu filter seorang Teddy Indra Wijaya.
Menko-menko, pejabat setingkat menteri sudah setahun lebih ada yang belum pernah bertemu presiden. Berarti ada masalah."
Dan dia menambahkan perbandingan yang paling mengerikan:
"Presiden Soeharto juga merasa tidak apa-apa. Sudah diingatkan oleh akademisi, oleh orang kritis soal krisis ekonomi.
Tapi Soeharto tetap berangkat ke Mesir.
Begitu pulang kondisinya sudah seperti itu.
Saya tidak mau Presiden Prabowo mengalami hal yang sama."
Dan soal Bintang Mahaputra yang diterima Teddy bersamaan dengan Mayor Jenderal Syamsudin:
Mayor Jenderal Syamsudin adalah purnawirawan yang sudah puluhan tahun mengabdi.
Lulusan Akademi Militer 1959. Pensiun 1992.
Pernah membebaskan sandera dari OPM hanya dengan ajudannya tanpa menembakkan satu peluru pun.
Menyerahkan pistolnya sendiri sebagai gestur perdamaian.
Keberanian yang seharusnya sudah mendapat Bintang Sakti dari dulu.
Dan baru diakui sekarang setelah puluhan tahun.
Tapi dalam upacara yang sama
Teddy yang baru 14 tahun dinas dan 3 tahun saat Syamsudin pensiun menerima penghargaan yang sama.
"Ini ketidakadilan yang sangat nyata."
Dan soal Gibran ini yang belum banyak disorot:
Seorang wakil presiden secara otomatis mendapat 17 bintang tanda jasa negara.
Gibran Rakabuming usia 37 tahun, baru sebentar jadi walikota, belum ada rekam jejak pengabdian panjang secara otomatis sudah punya 17 bintang.
Sementara jenderal bintang empat yang sudah 35 tahun mengabdi belum dapat satu pun.
Sistemnya memang sedang diobrak-abrik.
Dan ini pertanyaan yang paling fundamental:
Apa yang istimewa dari Teddy?
Apa prestasi luar biasa yang membuat dia layak melewati 15 tingkatan penghargaan dalam 14 tahun dinas?
Negara belum pernah menjelaskan.
Tidak ada buku biografi yang diverifikasi sejarawan.
Tidak ada karya ilmiah tentang dirinya.
Tidak ada rekam jejak operasi lapangan yang bisa diverifikasi publik.
Yang ada hanya satu hal:
kedekatan dengan presiden.
Dan kedekatan dengan presiden bukan prestasi pengabdian seharusnya tidak pernah menjadi dasar penghargaan tertinggi negara.
Bintang Mahaputra bukan sekadar lencana.
Itu adalah simbol pengakuan negara atas pengabdian luar biasa yang sudah teruji oleh waktu, oleh medan, oleh tanggung jawab yang nyata.
Ketika simbol itu diberikan kepada orang yang belum melewati satu pun dari 15 tahapan yang seharusnya bukan hanya Teddy yang dirugikan.
Yang dirugikan adalah semua orang yang sudah melewati semua tahapan itu dengan jujur.
Dan yang paling dirugikan adalah presiden itu sendiri. Karena setiap penghargaan yang kehilangan legitimasi moralnya akan menghantui pemberi penghargaan jauh lebih lama dari yang menerimanya.
"Jangan karena seorang Teddy semua kepangkatan, jabatan, pemberian bintang, tanda jasa diacak-acak semua."
KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA
Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA.
Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara.
1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007)
Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun
2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025)
Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun
3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies
Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA
Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲
Saya bukan orang pak JK. Tapi saya sudah mengenal pak Jusuf Kalla sejak tahun 2003 (ketika sy direktur di Kemlu dan beliau menjabat Menko Kesra) dan sejak itu sering berurusan dgn beliau. Sy suka berdikusi dan berbeda pendapat dgn beliau. Dan naluri beliau sering benar.
Saya yakin 1000% pak JK orang baik yg berhati bersih, tidak pernah licik& dendam, tidak pernah menjahati atau mencelakakan orang, dan punya komitmen yg murni pd bangsa & negara. Beliau negarawan sejati dan pembela demokrasi yg tulus. Tidak kerdil dan penuh akal bulus seperti orang2 yg sekarang sedang mencoba melakukan character assassination dan mencelakakan beliau.
KIP memutuskan ijazah Jokowi adalah informasi terbuka untuk publik.
UGM, bila menerima keputusan ini, menyerahkan data2 perkuliahan Jokowi , jika ada.
Selamat buat Bon Jowi (Bongkar Ijazah Jokowi) 👍
Ketika kami bertiga masih memilih menjadi manusia yang seBERANI-BERANInya.
Perjuangan memang berat dan melelahkan.
365 hari. 8.760 jam. 525.000 menit.
Tidak semua orang sanggup.
Rismon,
bagaimanapun kita sudah pernah berjuang sama-sama buat memutihkan hitamnya sejarah bangsa ini.
Pak Presiden @prabowo saat ini (setelah bencana banjir longsor lumpur, kayu gelondongan) sudah tidak relevan lagi memilah yg Legal dan Ilegal.Melihat masifnya kerusakan, kehancuran lingkungan, infrastruktur, kematian kehidupan, rakyat yg kehilangan ayah ibu anak saudara, flora fauna hancur. STOP penebangan sekarang.
Berapa uang Negara dapat selama ini dr penebangan hutan? Sawit? Tambang? Berapa kerugian Negara setelah bencana ? Berapa kerugian masyarakat material & immaterial ? Pasti tidak berimbang. Dengan segala hormat, mohon hentikan dengan kuasa Bapak Presiden @prabowo sebagai pimpinan tertinggi di NKRI.🙏🙏🙏🙏
Biasanya, kalau "beliau" sedang terpojok,
1. menemui Presiden @prabowo;
2. dalam kondisi² kritis "tertentu", menemui Sri Sultan Hamengkubuwana X di Keraton Jogja;
3. mengadakan "pagelaran" reuni alumni, seolah - olah alumnus @UGMYogyakarta, kendati gagap "salam UGM";
4. posting di medsos sdg bermain dgn cucu - cucunya;
5. memobilisasi ternak² nya dan/ atau masyarakat awam dgn "spek" tertentu, utk antre kaos, sembako & "salam tempel" di kediamannya Jln. Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo;
6. pura - pura sakit.
_________
Padahal, tak perlu pura - pura sakit, krn memang : "SAKIT".
_________
Kendati 6 point, tapi point² tsb di atas, tentu bukan "rukun iman" ybs, melainkan protokol tetap ritual manipulatif - nya.
Begitu aja terus, sampai orang percaya bhw Wapres Fufufafa adalah alumnus SMA Kolese De Britto Yogyakarta.
.
.
😁
#FufufafaAibNasional
Tak perlu melihat langsung, tapi mereka yg waras, pasti percaya, ijazah 2 anak muda ini, termasuk ijazah yg dimiliki 2 ibu ini, pasti ;
A S L I
.
.
Karena komentar dari Mas @parungkil, maka saya selipkan pesannya ;
Pun, mereka yg waras, percaya kalau kedua ibu ini, pernah jadi "pembantu" orang yg ijazahnya palsu.
_______________
Cetak di pojok pasar Pramuka, legalisir di Gadjah Mada.
.
.
😁
#FufufafaAibNasional
https://t.co/7woaxxs5wu
Sy prihatin melihat upaya pak @jokowi pidanakan figur2 yg vokal re masalah “ijazah palsu”, apapun pasal KUHP yg digunakan. Dlm negara demokrasi & alam reformasi, hal2 seperti ijazah, kesehatan, harta kekayaan, afiliasi politik & bisnis, rekam jejak dari PEMIMPIN negara adalah sepenuhnya “fair game” utk diketahui, dibahas, dikritik publik. Being criticized is the price of leadership — sebelum,sewaktu dan sesudah berkuasa. Accept it. Mempidanakan Roy Suryo dkk akan dinilai sbg upaya Jokowi utk menakut2i masyarakat madani, dan bisa jadi bumerang bagi beliau. Kriminalisasi ini juga memberikan kesan Jokowi sedang panik, dan akan semakin menyulut tandatanya masyarakat.
Seharusnya Jokowi tetap tenang, dan tempuh jalur hukum tanpa pidanakan Roy Suryo dkk. Suharto setelah lengser pernah menuntut wartawan Jason Tejasukmana (dari Time Magazine yg menulis re harta kekayaan beliau), tapi tidak mempidana. Pak @jokowi, balas Roy Suryo cs dgn argumen, senyum, doa & bukti, bukan dgn bui.