24 Februari 2026. Aku duduk diam berusaha memahami materi Tafsir Maqashidi. Sampailah ke pembahasan "dirikanlah shalat". Dalam materi tersebut tertera "Cukupkah mendirikan dengan berdiri dan shalat lantas disebutkan shalatnya sempurna? Tidak!"
Kemarin, kemarin, dan kemarin. Di dunia ini kalau kerjaan kita hanya untuk mengenang masa lalu, kapan masa depan yang digadang-gadang cerah itu tiba coba. Wong sibuknya mikirin masa lalu yang jauh itu....
Cepat sekali perempuan mengedepankan perasaannya. Padahal ada akal yang harusnya digunakan. Cepat sekali perempuan percaya. Padahal ia harus objektif atas semua yang telah dialami.
Aku memang suka baca buku. Tapi tidak semua buku bisa kuterima mentah-mentah. Ada masanya akalku menolak pemikiran penulis, dan ada masanya akalku menerimanya. Jadi seimbang, ga semuanya harus bisa diterima.
Tidak suka kuliah online. Itu sebabnya aku beli buku banyak-banyak. Biar ga bosan jikalau lagi sendirian sambil ngerjain tugas. Karena kalau ngerjain tugas bareng teman, malah pecah fokusku. Kalau kebanyakan scrolling buat akal ga seimbang yakann.
24 Februari 2026. Aku duduk diam berusaha memahami materi Tafsir Maqashidi. Sampailah ke pembahasan "dirikanlah shalat". Dalam materi tersebut tertera "Cukupkah mendirikan dengan berdiri dan shalat lantas disebutkan shalatnya sempurna? Tidak!"
Malam 25 Februari menjelang 26 Februari... Sesuatu yang tak bisa ku tangkap dengan logikaku yang terbatas. Tengah hari di 26 Februari, aku berusaha mengatur emosi. Mengoreksi apa yang salah di diri ini, dan benar salah banget aku sebagai perempuan.
Malamnya fyp😭. Aku beneran susah tidur waktu itu, ga tau kenapa susah banget tidur, padahal biasanya gampang banget tidur kalo habis hafalan. Karena susah tidur aku buka tuh tiktok. Satu hingga dua video aku scroll. Set.... Muncul tiba-tiba. Rekaman live yang sangat mengguncang.