Kabar mengenai pencabutan sertifikat mualaf milik Richard Lee tengah menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Informasi tersebut disampaikan oleh Hanny Kristianto melalui unggahan di media sosial pada Minggu, 3 Mei 2026.
Dalam pernyataannya, Hanny mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Ia menilai bahwa dokumen tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya, bahkan berpotensi menyeret pihak lain dalam konflik.
"Sertifikat dijadikan bahan/alat untuk menyerang atau melaporkan sesama muslim di kepolisian dan pengadilan, kami tidak berkenan terlibat dengan perselisihan sesama muslim,” kata Hanny, dikutip Senin 4 Mei 2026.
Selain itu, ia juga menyoroti bahwa hingga kini data kependudukan Richard Lee disebut masih mencantumkan agama sebelumnya.
"Saya tidak mau sertifikat itu tidak digunakan. Faktanya, sampai hari ini di KTP-nya masih beragama Katolik," ujarnya.
Tak hanya itu, Hanny mengaku menemukan sejumlah aktivitas yang dinilai tidak sejalan dengan status mualaf.
"Ada foto dia bersama istrinya di gereja merayakan Natal," jelasnya.
Menurutnya, sertifikat mualaf seharusnya digunakan untuk kepentingan administratif seperti perubahan data identitas, pernikahan, atau pengurusan dokumen lainnya. Ia juga mengaku semakin yakin mengambil keputusan tersebut setelah melihat sebuah video yang dianggap bertentangan dengan pengakuan keislaman.
Di tengah polemik tersebut, muncul pertanyaan publik: apakah pencabutan sertifikat mualaf otomatis membatalkan status keislaman seseorang?
Baca selengkapnya disini : https://t.co/ALAL1mW8bs
___
#vivanews #richardlee #mualaf
Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di https://t.co/sQhrdmxzRA
Jenazah-jenazah jurnalis Gaza yang telah membusuk telah ditemukan. Mereka dibunuh oleh penjajah Zionis. Kebenaran tidak akan pernah mati, meskipun mereka mencoba mengubur para saksinya.
@dn_osama_rabee@sahabatalaqsha
Presiden Donald Trump tertangkap kamera melakukan manuver yang dinilai melanggar protokol, dengan bergerak terburu-buru dan memotong jalur Ratu Camilla yang tengah menyapa tamu undangan, demi menjabat tangan anggota kabinetnya.
Pakar etiket kerajaan Inggris menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius, mengingat dalam tradisi resmi, tamu negara tidak diperkenankan mendahului atau membelakangi anggota keluarga kerajaan, terutama saat prosesi berlangsung.
Penyelenggara misi bantuan ke Gaza menyatakan bahwa kapal² mrk sedang dihadang oleh kapal cepat militer Israel di perairan Yunani di sebelah barat Kreta, lebih dari 1.000 km dari Israhel."
#FREEPALESTİNE
🙏🤍🇵🇸🤍🙏
@mas_veel cina tuwek ini
Bapaknya tukang es campur di Sawahlunto Sumbar
Di Usir Sumbar
Kenapa?
Ya gara2 ky gini
cina Sengkek GK Tau di Untung
Gara2 dia Mal Jogya Klender, sengaja dibakarnya dan 150 gadis Indonesia hangus
Penjahat, semoga di Azab ALLAH
@SBYudhoyono@msaid_didu@fadlizon
Jokowi di lawan, ya modar lu pade🤣🤣🤣
Nasehat orgtua macam Sofyan Wanandi tu udah hafal betul politsi2 jadul, jd bisa membaca situasi politik dg baik.
Jokowi bukan polisi kacangan, King Master, King Maker.
Sekarang apa jadinya? Pada tantrum semua gak berenti2🤣
Seorang calon Polwan bongkar aksi bejat oknum polisi yang memperkaosnya berkali-kali sampai pingsan pada Selasa, 28 April 2026. Korban mengaku dipaksa melayani pelaku meski sudah tidak berdaya. Institusi Polri benar-benar diuji untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.
Prof. Dr. Eddy O.S. Hariej menyatakan bhw untuk mengajukan gugatan hukum kpd seseorang yg dituduh telah melakukan pencemaran nama baiknya, mk jokowi harus menunjukkan ijazah aslinya, baru bisa menuntut orang yg dianggap memfitnah soal ijazahnya.
Eks Staf Khusus Wapres ke-13 RI, Ikhsan Abdullah mengungkap bahwa Ma'ruf Amin tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan reshuffle kabinet Jokowi.
Ia menyebut Ma'ruf Amin tidak dihargai dalam pengambilan keputusan penting.
Bahkan saat pembentukan Kabinet Indonesia Maju, Ma'ruf Amin justru diminta mewakili Jokowi ke Jepang.
Ikhsan menuturkan Ma'ruf Amin pernah rela pulang lebih cepat dari kunjungan kerja demi mendampingi reshuffle.
Namun, niat tersebut sia-sia karena tetap tidak dilibatkan dalam proses reshuffle kabinet.
#MarufAmin #IkhsanAbdullah #Jokowi #ReshuffleKabinet #IndonesiaMaju
Hindu man, who murdered Muslim woman during Ramadan, received hero’s welcome after bail
Maganoo Singh, one of the 19 accused in the lynching of Muslim woman Roshan Khatoon while she was fasting in Ramadan, received a hero’s welcome after getting bail.
Villagers of Bihar’s Madhubani and his family chanted “Maganoo Singh Zindabad”, applied colours and garlanded him with fireworks.
On 28th February, Roshan Khatoon approached the village head seeking help over a local dispute.
But Singh, who is also the village head’s son, and his accomplices mercilessly beat her, tied her to a pole and continued the assault.
A seriously injured Khatoon, when she pleaded for water, was forced to drink urine mixed with alcohol.