Hasan : orang terdekatnya (Dadan) presiden saja ditangkap tanpa pandang bulu.
Fatimah : keberhasilan berantas korupsi bukan penangkapan seseorang tapi dari sistem, bukti gagalnya sistem orang terdekatnya presiden saja korupsi apalagi yang jauh disana?
Fatimah sedang memasak Hasan 🔥
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Buat Klean dan jajaran yang dipilih sebagai pelayan setiap 5 tahun
Hentikan logika Klean untuk menyalahkan Rakyat
.
.
.
Orasi Menggetarkan dari Mahasiswa
👇Realitanya, semua harus tau...
Public speaking skill mereka levelnya jauh di atas yang katanya "mewakili" rakyat.
Dek Fatimah aku padamu. ❤️
Duh salut banget nggak sih guys?🥹
Keren banget nggak sih?😭
sc:threadsaiatmadja
40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya.
1. Gak apa-apa jadi orang aneh.
2. Jangan gosipin orang!
3. Kita gak sepenting itu buat orang lain.
4. Usahakan minimalis!
5. Kerja ringan kalau dicicil.
6. Kerja ringan kalau barengan.
7. Ide ada kalau dicatat.
8. Belajar dari yang terbaik.
9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman.
10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif.
11. Waktu ada kalau kita ciptakan.
12. Pakai uang untuk membeli waktu.
13. Jangan lupa bermain-main!
14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi.
15. Fokus ciptakan core memory yang indah!
16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau!
17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’.
18. Belajar berani berkata ‘tidak’.
19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain.
20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh.
21. Jalan kaki min. 30 menit sehari.
22. Selalu tepat waktu!
23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan.
24. Menyesal lebih seram dari rasa takut.
25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja.
26. Semua orang punya keahliannya sendiri.
27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya.
28 Beli barang buat diri sendiri.
29. Belajar sabar.
30. Reputasi datang dari tindakan.
31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain.
33. Dengerin podcast sesuai minat.
34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun!
35. Investasi terbaik adalah pendidikan.
36. Storytelling adalah skill paling berguna.
37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita.
38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit)
39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya.
40. Hiduplah dengan cinta!
Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔
Giliran KAI ada kecelakaan, itupun krn taksi, Dirut KAI diminta mundur oleh DPR.
Ehh…pas MBG byk anak sekolah yg keracunan, kpl BGN malah tambah foya2 pake anggaran dibiarkan DPR.
Bangke ga tuh! 🤣🤣🤣
Israel killed Rico Pramudia in South Lebanon.
He died of his injuries today.
He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia.
Israel killed him anyway.
And not a single whisper from Western media.
No international outrage. No justice. No accountability.
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
“Saya gak mau ada anak didik saya yang hanyut lagi. Cukup sekali kejadian tragis itu, gak boleh terulang lagi,” kata Pak Rudi.
Kejadian itu bikin Pak Rudi bersiap lebih pagi di pinggir Sungai Muara Kulam Sumsel, untuk menyeberangkan para muridnya, di samping bersemangat mengajar di ruang kelas, beliau juga dengan ikhlas peduli terhadap pulang pergi para murid dari sekolah ke rumah.
Kendati sang guru sudah mengabdi beberapa tahun namun bulanan yg di dapatkan baru sekitar 300 ribu....
@direktoridosen@KulineRain@BimaAryaS Kost 1,3 (atau 1,4 lupa) juta per tahun
Kiriman ortu per bulan 450.000 harus cukup
Strateginya makan 5.000-7.000 per hari
Cari kost deket kampus, jalan kaki
Itu trmasuk beli buku, fotokopi, warnet, pulsa, iuran air & listrik kost, kadang angkot ke Br.Siang
(2004, Dramaga)
Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang.
Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri.
"Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?"
Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah.
Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya.
Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal.
Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah.
Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori.
Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi.
Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan.
Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan.
Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar.
Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan.
Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop.
Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel.
Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti.
Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu.
Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira.
Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa.
Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya.
Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja.
Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana.
Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf.
Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan.
Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti?
Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib.
Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.
Israel dropped bombs on UN peacekeepers in Marjayoun, South Lebanon.
Two Indonesian UNIFIL soldiers were killed.
Their bodies were retrieved today.
Blue helmets. UN uniforms. Peacekeepers. Killed anyway.
Kick Israel out of the UN.
A Tajwid rule that we CANNOT hear!
The imam of Mecca recited Surah Yusuf this week during Tarawih, making this movement with the mouth right in the middle of the verse.