"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
Sejujurnya buatku pribadi, yg paling memperkaya wawasan itu ngobrol dgn banyak org.
Melampaui baca buku. Karena baca buku itu msh kayak ngobrol sama satu orang.
Dengan ngobrol kita bisa denger sesuatu yg sebelumnya ga pernah kepikiran samsek.
Human's mind is limitless indeed.
Konde, kebaya, dan kain wiru adalah penjara Kartini yang sengaja dipilih dan diabadikan rezim Orde Baru setiap 21 April.
Kita tidak lagi kenal Kartini sebagai pemikir dan "pendekar kaumnya untuk MERDEKA". Dia direduksi sekadar anak Bupati yang dimadu dan meninggal muda.
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
Guys gw mau jujur soal sesuatu.
Prabowo bilang dia bangun jam 2 atau jam 3 pagi buat pantau YouTube dan update berita global.
Dan gw mau bilang sesuatu yang mungkin tidak enak didengar.
Gw juga bisa bangun jam 3 pagi dan buka YouTube.
Bukan hal yang istimewa. Siapapun bisa melakukan itu.
Yang istimewa adalah setelah lu baca semua berita itu apa yang lu lakukan?
Karena kalau jawabannya cuma 'saya pantau' — itu bukan kelebihan seorang presiden. Itu kebiasaan orang yang insomnia.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi harga bahan pokok masih mencekik rakyatnya sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi aktivis yang disiram air keras oleh intelijen militernya sendiri belum ada yang diadili sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi 700 triliun investasi mangkrak karena izin tidak selesai-selesai sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi kelas menengah terus menyusut sama saja dengan tidak bangun.
Satu setengah tahun menjabat. Dan yang bisa diklaim dengan data konkret masih terlalu sedikit dibanding besarnya masalah yang ada.
Gw tidak bilang tidak ada yang dikerjakan. Ada jembatan yang dibangun. Ada pupuk yang disederhanakan regulasinya. Ada efisiensi Rp308 triliun yang diklaim.
Tapi rakyat tidak butuh presiden yang impressive di depan kamera forum diskusi.
Rakyat butuh presiden yang kebijakannya terasa sebelum gajian habis di tengah bulan.
Bangun jam 3 pagi itu mudah.
Yang susah adalah memastikan bahwa semua yang lu baca jam 3 pagi itu berujung pada keputusan yang mengubah sesuatu di kehidupan nyata orang-orang yang bangun jam 4 pagi bukan untuk pantau YouTube tapi karena harus kerja shift pagi dengan upah minimum yang tidak cukup untuk bayar kontrakan.
Kalau pantau doang gw juga bisa Pak.
Karna nggak ada yang tau kapan malam Lailatul Qadar, saya usahakan SPAM doa selengkap ini setiap malem.
"Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
pada malam yang mulia ini, malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan,
hamba datang menghadap-Mu dengan hati yang penuh harap dan penuh penyesalan atas segala dosa dan khilaf yang pernah hamba perbuat.
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, Maha Pengampun, Maha Mulia lagi Maha Pemurah.
Engkau mencintai ampunan dan memaafkan hamba-Mu yang berdosa.
Oleh karena itu, ya Rabb, maafkanlah hamba, hapuskanlah dosa-dosa hamba yang telah lalu,
ampunilah kelalaian hamba, tutupilah aib-aib hamba, dan janganlah Engkau hinakan hamba di hadapan-Mu.
Ya Allah, di malam yang agung ini,
turunkanlah rahmat-Mu yang luas, limpahkanlah ampunan-Mu yang melimpah,
berikanlah hamba kekuatan untuk istiqamah dalam ketaatan,
jauhkanlah hamba dari kemaksiatan, dan tetapkanlah hamba di jalan-Mu yang lurus hingga akhir hayat.
Ya Tuhan, kabulkanlah segala hajat hamba yang baik,
baik yang hamba ucapkan maupun yang hamba pendam dalam hati.
Berikanlah hamba kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat,
jadikanlah keluarga hamba, orang tua hamba, saudara-saudara hamba, serta seluruh kaum muslimin termasuk yang telah tiada,
termasuk dalam limpahan rahmat dan ampunan-Mu pada malam ini.
Ya Allah, lindungilah kami dari azab neraka, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati,
dan dari fitnah Dajjal.
Tulislah untuk hamba kebaikan di Lauhul Mahfuzh sepanjang tahun ini dan tahun-tahun mendatang,
mudahkanlah urusan hamba, lapangkanlah rezeki hamba dari arah yang tidak disangka-sangka,
dan jadikanlah hamba termasuk hamba-Mu yang selalu berada dalam lindungan-Mu.
Ya Rabb, Engkau mengetahui segala yang tersembunyi di dada hamba,
Engkau Maha Mengetahui apa yang hamba butuhkan sebelum hamba meminta.
Maka kabulkanlah doa hamba pada malam penuh kemuliaan ini,
ampuni hamba, sayangi hamba, rahmati hamba, dan masukkanlah hamba ke dalam surga-Mu bersama orang-orang yang Engkau cintai.
Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim, ya Afuww, ya Karim,
terimalah doa hamba yang hina ini,
dengarkanlah permohonan hamba yang lemah ini,
dan janganlah Engkau tolak hamba dari pintu rahmat-Mu.
Aamiin ya Rabbal ‘alamiin…
Aamiin ya Mujibas-saa’iliin…
Aamiin tsumm-aamiin."