#IMAGINARY — Hawa nan diberi nama Renata Odelia Nayara ini tetap optimistis dapat berikan kehangatan layaknya sinar mentari untuk semua yang berharga baginya.
ㅤㅤ
Surai hitam itu agak bergoyang, kala kepala si puan mengangguk dengan semangat. "Iya, sekarang! Tapi aku cuma punya cupcake. Nanti, kalau udah awal bulan aku beliin kue yang gede buat Alex." Tangannya yang tak pegang bawaan pun genggam tangan si surai putih.
— @pijarfiksi !
@pijarfiksi ㅤ
Raut wajahnya yang tadi tampak sedih pun kembali ceria. Dia pun tampak lega setelah mengetahui bahwa si surai putih tak sedang sakit. "Beneran? Syukurlah kalau Alex gak demam. Soalnya sekarang lagi musim sakit. Nanti kalau Alex sakit, siapa yang temenin aku jajan?"
—cont.
ㅤㅤ
Ketika si tuan bersurai putih berdiri, telapak tangan si surai gelap terulur untuk sentuh kening pemuda itu. "Aku tahu ini terlambat, tapi aku ingin merayakan ulang tahun Alex." Sedikit nada sedih terdengar dari suara puan nan mengudara.
— @pijarfiksi !
@pijarfiksi ㅤ
Kini fokus puan dengan surai gelap itu tertuju pada banyaknya paracetamol yang sedang dipunguti oleh tuan bersurai putih. Ruat bingung bercampur khawatir tampak jelas pada rupa jelitanya. "Alex kenapa beli banyak paracetamol? Alex sedang demam? Kentera sekali khawatir.
—cont.
ㅤ
Di tengah masa memburu tak sengaja dia menabrak bahu seseorang. Untungnya bawaannya tak jatuh hantam tanah. Saat melihat siapa yang ia tabrak ternyata itu si surai putih. "Alex? Kamu dari mana? Aku baru saja ingin menemuimu." Tanpa bisa sembunyikan bawaannya.
— @pijarfiksi !
@pijarfiksi ㅤㅤㅤㅤ
Renata berjalan dengan tergesa-gesa dengan sebuah cupcake dan gelang couple di tangannya. Puan bersurai gelap ini bermaksud untuk menemui Alex yang tengah berulang tahun. Namun, teringat kado yang ia siapkan masih kurang. Si puan bermaksud untuk mencari lagi.
—cont.
ㅤㅤ
"Jadi anime? Jadi 2D gitu ya? Kalau aku mau tetap di masa kini dan berdamai dengan keadaan. Soalnya di masa kini aku punya banyak orang yang berharga dalam hidupku."
ㅤㅤ
Kenapa dengan bahasa mandarin? Mau nangis namun untungnya ia memiliki teman anak sastra cina untuk ditanya. Ia mengirim balasan kepada @pijarfiksi.
— [ 𝙒𝙝𝙖𝙩𝙨𝘼𝙥𝙥 : Alex ❄ ]
✓ Terima kasih, Alex! Sudah aku makan semua, kecuali gantungan kuncinya.
✓ 나도 보고 싶어요
@pijarfiksi ㅤㅤ
Renata yang tadinya terpaku pada pemandangan di sekitar kini beralih kepada tuan bersurai putih yang menghampiri.
"Gak apa kok, Alex. Aku nunggunya gak lama kok." Ujarnya sambil tersenyum cerah ke arah tuan bersurai putih itu.
—cont.