RAJA AMPAT BUKAN TEMPAT BERBURU!
Nama Wei Shang, seorang instructor trainer berkewarganegaraan China, menjadi sorotan setelah beredar informasi mengenai dugaan aktivitas menembak penyu di perairan Raja Ampat.
Yang membuat publik semakin prihatin, penyu yang diduga ditembak tersebut disebut kemudian diolah untuk dijadikan bahan makanan.
Kalau informasi ini benar, ini bukan persoalan sepele.
Raja Ampat adalah salah satu kawasan dengan kekayaan laut yang luar biasa.
Penyu bukan target buruan.
Satwa liar bukan bahan konsumsi sembarangan.
Dan kawasan konservasi bukan tempat untuk melakukan apa saja sesuka hati.
Karena itu aparat dan instansi terkait harus turun tangan.
Bukan hanya melihat potongan informasi di media sosial.
PERIKSA!
Siapa sebenarnya orang tersebut?
Di mana kejadian berlangsung?
Kapan terjadi?
Apa yang sebenarnya dilakukan?
Satwa apa yang menjadi korban?
Dan yang paling penting:
APAKAH ADA PELANGGARAN HUKUM?
Kalau terbukti ada tindakan melanggar hukum, jangan karena pelakunya warga negara asing kemudian kasusnya dianggap kecil.
Hukum harus berlaku sama.
Sebaliknya, kalau informasi yang beredar ternyata tidak benar atau konteksnya berbeda, sampaikan juga kepada publik secara terang.
Jangan biarkan ruang informasi dipenuhi spekulasi.
Raja Ampat bukan sekadar tempat wisata untuk menikmati laut yang indah.
Di sana ada ekosistem, ada satwa liar, ada masyarakat lokal dan ada kekayaan alam yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
JANGAN SAMPAI KITA HANYA MARAH SETELAH SATWANYA MATI.
Jaga Raja Ampat.
Lindungi satwanya.
Dan kalau ada yang benar-benar melakukan pelanggaran, PROSES SESUAI HUKUM.