@realmadridindo1 -nya aja udah tolol, tapi pede nya sampai bikin kesimpulan.
Kalau mau nyerang Barca, minimal pake data yang bener. Jangan sampe Madrid menang di lapangan, tapi pendukungnya kalah sama kalkulator. 😭”
@realmadridindo1 Ngitunh €125 juta + gaji 7 tahun, terus dibandingin sama Rodri €80 juta + gaji 4 tahun, dan bilang Madrid lebih hemat? 🤣
Ini bukan analisis transfer, ini akrobatika angka.
Rodri juga bukan pemain yang ‘dibeli Barca €80 juta’ kaya narasi yang dibikin. Jadi dari fondasi
@Guruh115745@Icaaaaal12@realmadridindo1 Nyaris bangkrut itu bukan karena “Barca bikin bintang”, tapi karena salah kelola finansial: gaji membengkak, pandemi, dan beberapa transfer mahal yang gagal. Justru La Masia yang jadi penyelamat saat krisis dengan munculnya Gavi, Balde, Yamal, Cubarsí, dll. Jadi masalahnya
@wirtzcityz@Icaaaaal12@realmadridindo1 Nyebut Ansu, Riqui, Bojan, Alena seolah ngebuktiin La Masia gagal itu kocak si. Semua akademi punya produk gagal. Yang bikin La Masia spesial justru rasio pemain elite yang mereka hasilkan selama puluhan tahun, bukan karena 100% lulusannya jadi bintang. Kalau logikanya begitu
@Icaaaaal12@realmadridindo1 Postinga gambar transfer mahal buat bantah ‘Barca bikin bintang’ malah lucu. Transfer mahal menghapus fakta kalau messi, xavi, iniesta, busquets, puyol, pedri, yamal, cubarsi, dan banyak lainnya berkembang di sistem Barcelona.
@Rizaldi095@realmadridindo1 Lucu juga. Pas Madrid belanja besar dibilang wajar karena klub kaya, giliran Barca mulai belanja dibilang munafik. Dulu diejek gak punya uang, sekarang udah bisa belanja malah tetap dicari salahnya. Jadi maunya apa?😭
@realmadridindo1@Ricky_s96 Bangga lu untung jual pemain akademi? Berarti makin banyak pemain didikan sendiri yang dijual. La Masia justru banyak ngasilin pemain yang dipake sendiri buat menang. Nilai kontribusi ke tim utama nggak masuk neraca penjualan.😋😝
@AhmadFaisal_12_@MyBarcaGue@realmadridindo1 Yang salah udah gue akuin. Nggak semua orang berani ngaku salah. Sekarang tinggal lihat siapa yang masih fokus ke argumen, dan siapa yang mulai fokus ke orangnya
@AhmadFaisal_12_@MyBarcaGue@realmadridindo1 Gue paham konteksnya ‘kalau urusan 4 trofi’. Yang gue bahas dari awal bukan konteksnya, tapi penggunaan kata ‘lebih baik’. Fakta: Kroos unggul jumlah 4 trofi itu. ‘Lebih baik’ adalah kesimpulan dari indikator yang dipilih. Jadi yang objektif itu datanya, bukan labelnya.
@AhmadFaisal_12_@MyBarcaGue@realmadridindo1 Nggak usah ad hominem. Jelasin aja kenapa menurut lu kesimpulan otomatis berubah jadi fakta. Sampai sekarang yang lu ulang cuma indikatornya, bukan membuktikan bahwa ‘lebih baik’ itu fakta.”