Menuduh mereka "milih-milih kerjaan" hanyalah cara nyaman bagi orang berkecukupan untuk memvalidasi empati yang telah mati; mereka bukan milih-milih, tapi menolak diperas oleh upah tak manusiawi yang bahkan tak cukup untuk membeli beras besok pagi.
@sahlbar kayanyaaa gue bakal tetep bekerja segimana mestinya, selebihnya memperkaya diri dan gue bisa berhasil namatin gunung di Indonesia tanpa harus ada yang kawatir
Tuhan, sejak kecil aku telah akrab dengan rasa kalah , jika hari ini belum juga giliranku , maka tunjukan bagian mana dari diriku yang harus aku benahi.
Karena ada kenangan yang tidak hilang.
Ia cuma belajar menjadi lebih sunyi.
Kadang muncul tengah malam ketika dunia sedang tidur dan kepala kita terlalu ramai.
Kalian pernah ngerasa ga sih, kadang masalah Indonesia tuh bukan karena kita kekurangan potensi, tapi karena “dosanya” udah terlalu banyak dan saling numpuk satu sama lain.
Pengen dianggap paling benar, paling pintar, paling berjasa, bahkan pengen dipuja seperti raja. Tapi untuk mengakui “gue salah” aja kadang beratnya minta ampun.