โ โ โ โ โ โ โ โ โ
โท debu ini.โ
disambangi wastafel tak jauh dari lokasi kaki berpijak, nampak sesuatu macam cukup menarik ia miringkan kepala dapati sebuah papan.
ใใโtsk, bukan mawar.โ
@yucattora.
โ โ โ โ โ โ โ โ โ
โ โ โ โ โ โ โ โ โ
โท menerka-nerka apa yang akan diucap dan dilakon suo juga nirei jika mereka berada dalam situasi serupa. tetap tenang dan gunakan otak? disisi lain jika bisa ia telusuri seluruh ruangan tanpa sisa.
ใใโtanganku jadi kotor karena semua โท
โ โ โ โ โ โ โ โ โ
โ โ โ โ โ โ โ โ โ
โท waktu yang lama. dari deret sofa dan meja, hingga lemari. presensi handuk bersih terletak tidak cukup jauh dari jangkauannya curi atensi si helai belang; siapa menduga tangkai mawar ketiga bersembunyi dibalik itu.
ใใโoh, ini!โ @yucattora.
โ โ โ โ โ โ โ โ
โ โ โ โ โ โ โ โ โ
โท yang ini belum,โ
demikian tutur pada yang lain. tiada perlu takutkan apapun toh, harusnya memang tiada presensi mencurigakan disekitar mereka saat ini.
yang dimasuki bukanlah ruang terlampau luas maka penggeledahan mesti tak butuh โท
โ โ โ โ โ โ โ โ โ
ใ ค
Ragu melintasi kembar abu, bimbang mulai dari mana. Kendati akhirnya Junsoo masuk ke dalam ruangan pribadi si pemilik mansion.
"Arsรฉne."
"Hm?" gumam santai lolos. Atensi belum sepenuhnya diberikan pada pemuda berkacamata.
"Sepertinya anak-anak diculik."
ใ ค