@bissenlit “Tidak boleh setiap malam ya kesayangan.” Dasar suami gemas. Tarik, tarik pipi sampai melar! Kemudian menepuk serta menangkup dua pipi Ivar, membawanya mendekat; menyatukan kening mereka.
“Mm, I will reciprocate the same, beloved. Maybe harder than you are.”
@bissenlit (Langsung menghambur untuk memeluk erat sembari mengusalkan figur pada sang suami.) Menurut Ivar, apa saya cocok berwajah ceria? Hmm, atau memerankan karakter yang cerah kalau mendapatkan peran baru?
@bissenlit Balasnya sembari mengusal pada leher guna menghidu wangi yang ia cinta. Serta membubuhkan sedikit gigitan kecil disana.
“Jangan berkata terlalu manis. Nanti kue atau permen yang saya konsumsi rasanya jadi pahit karena kalah.” Cubiit pipinya.
@bissenlit Tak pernah sekalipun dulu terbayang akan berada dalam dekap serta obrolan tanpa naik darah bersama suaminya kini. Dionysius terkekeh kecil kala mengingat. Sekarang sangat jauh berbeda. Ia tidak bisa hidup tanpa Ivar. “Mm, kalau begitu Ivar akan banyak melihat saya di sinema.” —