Ayom Jogja ternyata secakep itu ya tempatnya, dikelilingin persawahan hijau, adem di mata. Untuk harga juga masih standar resto fancy.
Gara2 keseringan ke Kopi Klotok jadi baru tau ada resto pinggir sawah secakep ini 😓
Beda potongan, beda juga cara masaknya!🧐🥩
Simak 13 jenis potongan daging sapi yang wajib kamu tahu biar masakan kamu makin empuk dan bumbunya meresap sempurna.
Jangan lupa share ke temen kamu yang hobi masak!👨🍳
Kita yang sekarang bukan hanya akumulasi dari memori bahagia. Seringkali, justru yang berperan membentuk kita yang kini, adalah luka.
Dan semakin dewasa kita, kita mulai menaruh luka itu di laci pelajaran yang mendewasakan, bukan di laci emosi yang kita biarkan menguasai kita.
Melawan takdir itu cuma dpet capenya aja. Udah bener apa yg prnah dibilang Nietzsche, "FATUM BRUTUM AMORFATI" (Cintai takdir sekalipun datang begitu brutal).
لا بدّ من نفوذ القدر فاجنح للسلم.
(Bagaimanapun) Takdir pasti terlaksana, maka terimalah ia dengan lapang dada.
Menurutku salah satu ayat paling "menggugat" yang ku baca setiap Jum'at dalam Al Kahfi adalah, “Apakah perlu kami beri tahu orang yang paling rugi perbuatannya kepadamu?”
"yaitu orang yang sia-sia usahanya di kehidupan dunia, sedang mereka MENGIRA bahwa mereka berbuat terbaik."
Jika ditanya, apa hadits yang paling berbekas di hati, selalu ku jawab; sabda Nabi pada Ibnu Abbas yang masih kecil.
Pesannya pada anak kecil, tapi dalam, "Sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesusahan, dan bersama kesulitan itu ada kemudahan."
Kelak ketika Dajjal bagi-bagi air, sebagian mukmin mukminah yg ga mau dapat bagian air bakalan disinisin.
“Ngapain sih nolak segala? In this situation itu lebih butuh air dan roti daripada api / mati dehidrasi. Dia ini baik lho”.
Lindungi kami dari fitnah Dajjal, ya Allah 🙏🏼
Ginjal bisa rusak parah tanpa rasa sakit.
Itulah sebabnya penyakit ginjal menakutkan.
Bapak-ibu bisa makan, bekerja, dan tidur seperti biasa sementara fungsi ginjal terus menurun.
Berikut adalah 5 jenis makanan yang merusak ginjal:
1. Mie Instan
Punya banyak teman tapi tak bisa memfilter pergaulan, atau sedikit teman namun sulit bergaul dengan orang lain?
Imam Syafi'i: "Menutup diri dari manusia akan menumbuhkan permusuhan. Terlalu melonggarkan diri akan mendatangkan teman yang buruk. Bersikaplah di antara keduanya."
Jika kita bukan yang seperti Mushab bin Umair, mungkin bisa menjadi yang seperti As'ad bin Zurarah.
Mushab menjelaskan, As'ad mempertemukan. Mushab mengajar, As'ad menjadi orang yang mengumpulkan pendengar.
Dalam kebaikan, mungkin kita bukan tokoh yang didengar, tapi kita bisa menjadi penyampai pesan.
Ada orang-orang yang sudah melewati terlalu banyak musim seorang diri, sampai akhirnya mereka belajar menemukan rumah di dalam dirinya sendiri.
Mereka tidak lagi bergantung pada keramaian. Tidak panik ketika tidak ada yang menemani. Tidak mudah mengejar orang yang memilih pergi.
Bukan karena mereka tidak butuh cinta.
Mereka hanya pernah merasakan bagaimana rasanya berjuang sendirian saat tidak ada siapa-siapa.
Fyi...
Imam emang gak boleh duduk ke tahiyyat pertama kalau udah berdiri tegak ke imam ketiga ya kak.
Soalnya berdiri itu rukun dan duduk tahiyyat pertama itu sunnah. Kalau udah nglakuin suatu hal yang rukun (wajib), gak boleh ninggalin itu hanya untuk nglakuin suatu hal yang sunnah.
Trus gimana makmumnya?
Makmum wajib ikut imam untuk berdiri dan di akhir juga ikut imam untuk sujud sahwi.
Lagi banyak pikiran tentang hidup di hari-hari ini, tiba-tiba ingat Rasul bersabda...
"Beribadah pada masa kekacauan seperti berhijrah kepadaku."
Berhijrah padamu ya, wahai Rasul? Hati jadi gerimis membayangkannya.
Izinkan kami meneladanimu; beribadah dengan keteguhan dan kesadaran. Dan keyakinan, bahwa semua kesulitan ini akan menghijrahkan kami pada hari-hari yang indah di depan.
Ispanak demirini salmak için limona ihtiyaç duyar.
Havuçlar beta-karotenlerini salmak için zeytinyağına ihtiyaç duyar.
Yağlıe balık omega-3’ünü salmak için zerdeçala ihtiyaç duyar.
Zerdeçal kurkuminini salmak için karabibere ihtiyaç duyar.
Broccoli sulforafanını salmak için domatese ihtiyaç duyar.
Domatesler likopenlerini salmak için zeytinyağına ihtiyaç duyar.
Sarımsak allisini salmak için soğana ihtiyaç duyar.
Yeşil çay kateşinlerini salmak için limona ihtiyaç duyar.
Mercimek ve nohut demirini salmak için biber veya limona ihtiyaç duyar.
Çilek ve nar C vitaminini salmak için yoğurda ihtiyaç duyar. Kırmızı etteki zararlı bileşikleri azaltmak için taze kekik veya rozmarine ihtiyaç duyar.
Aynı malzemelerle yapıyorsunuz ama doğru eşleştirme ile besin değeri katlanıyor. Lezzet aynı, fayda bambaşka!
Mutfağınız artık bir süper gıda laboratuvarı. Afiyet olsun ve bilinçli pişirmeler! 🌿🍅🥑
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama.
Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan:
"Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam."
Bukan karena KTP-nya.
Tapi karena cara berpikirnya.
Masalah pertama
kita salah paham soal tawakal:
Felix kasih contoh yang sangat konkret.
Ada pesantren roboh.
Respons orang Indonesia:
"Qadarullah, ini takdir Allah."
Felix langsung potong:
itu bukan tawakal.
Itu kebodohan yang dibungkus agama.
Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh.
Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu.
Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah.
Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri.
Rasulullah memakai baju besi
dua lapis di medan perang.
Seorang sahabat tanya kenapa.
Jawabannya sederhana:
karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya.
Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya.
Masalah kedua
"enggak apa-apa mereka ambil dunia,
yang penting kita akhirat"
Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini.
Karena logikanya terbalik total.
Cara masuk surga menurut ulama ada empat:
dengan ilmu,
dengan kekuatan,
dengan harta,
atau dengan doa.
Kalau kamu tidak punya ilmu,
tidak punya kekuatan,
tidak punya harta kamu hanya tersisa doa.
Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat.
Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha.
Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya.
Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan.
Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan.
"Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain,
jangan ngomong akhirat.
Akhirat itu lebih susah dari dunia."
Masalah ketiga
tidak ada critical thinking:
Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix.
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa.
Di saat itu bahkan tidak ada buku.
Tidak ada perpustakaan.
Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu.
Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Pertanyaan dibungkam.
Otoritas tidak boleh diganggu gugat.
Santri yang dilecehkan menerima
karena percaya itu "ritual penyucian."
Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama.
Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil.
Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat.
Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman.
Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah.
Jawaban Rasulullah:
"Untung kalian tanya aku.
Kalau kalian masuk,
kalian tidak akan keluar selamanya."
Dari situ keluar hadis:
taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah.
Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas.
Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan:
Felix tidak hanya menyalahkan internal.
Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan.
Di zaman kolonial Belanda,
ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL.
Kelas pertama orang Eropa.
Kelas kedua orang Arab, India, Cina.
Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah.
Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan.
Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan.
Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya.
Ini bukan semata karena etos kerja.
Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses.
Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban:
Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang.
Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu,
baru peradaban lain mengikuti.
Ini membalik teori lama bahwa agama
adalah produk kemakmuran.
Ternyata keyakinan adalah fondasinya.
Tapi ada yang salah kaprah.
Felix memisahkan dengan jelas:
bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian.
Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya,
pada infrastrukturnya, pada warganya.
Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur.
Bukan karena Tuhannya berubah.
Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia:
"Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh.
Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya."
Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
“Normalisasi ga usah ngasih THR”
“Normalisasi gausah silaturahmi”
Guys, jangan coba-coba hilangin vibes lebaran ya. Kalo pelit dan males sendirian aja gausah sembunyi dibalik normalisasi😅
Mau cerita kebalikan dari ini. Tahun 2025, sekitar jam 4 pagi, hujan deras sejak tengah malam. Aku lagi nongkrong di rumah sama temen, chef di satu resto di Bali. Tiba2 temenku dpt chat, isinya video dari salah satu anak SMK yg lagi training di restonya, "chef saya kena musibah, rumah saya ambruk. Izin ga masuk dulu." Sambil nunjukin kondisi rumahnya.
Besoknya dapet kabar kalau motor anak ini hanyut kebawa banjir. Itu atasan dan staf di resto langsung patungan beliin dia motor baru. Dan ternyata masih sisa buat bantuin renovasi rumah. Anak training lho ini, dan sisa trainingnya cuma bbrp bulan (sekarang udah balik sekolah)
Kadang heran sama orang yg memutuskan jadi orang jahat, padahal it always feels good to be good.
Jadilah baik pada semua orang, kecuali tukang utang dan tukang judol. Kalo mereka mah jutekin aja.
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.