hafal Qur'an sebelum usia 35, dua kali S2 sebelum usia 40, dua social project impian sebelum usia 35, anak 3 sebelum usia 35, sekolah kepemimpinan sebelum usia 40, founder usaha sosial sebelum usia 40.
aamiin boleh?
memory lost, susah fokus, rendah diri, skill bersosialisasi bener-bener menurun drastis, dan lu merasa punya luka yang selalu "menganga" di dada lu sampe lu terus-terusan mempertanyakan sebenernya gua kehilangan apa sih sampe bisa begini
Bahkan ketika gue udah ngerasa gue tuh ga depresi. Jarang sedih. Gada masalah apapun dalam hidup. Gue tetep gabisa kaya gue yang dulu.
Pinternya. Rajinnya. Hopefulnya. It will never be the same.
Ngerasa secured, tapi juga drowning at the same time. Mau cuci muka aja masi susah.
Gw akan selalu cut off dua orang ini, siapapun itu.
1. Orang yang sengaja bikin orang lain merasa left out sampai mempertanyakan eksistensi dan keberhargaan dirinya sendiri.
2. Silent treatment tanpa pernah mengomunikasikan apa kesalahan atau kesempatan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aja gitu dimusuhin.
Mau pasangan, keluarga, temen atau siapapun. Bye.👋
"Penghuni paling banyak di RSJ adalah orang baik dan terlalu baik." Ungkapan ini diucapkan oleh para nakes yang kerja di RSJ.
Orang baik dan orang yang sangat baik rata-rata mereka jadi people pleaser dan terlalu empati atau peduli sama orang lain atau keluarga tanpa mempedulikan dirinya sendiri. Banyak di antara mereka yang anxiety, depresi, bipolar, bahkan skizofrenia… karena mereka selalu memendem perasaannya sendiri tanpa mampu ngungkapin dan ngekspresiin dengan apa adanya.
Sekitar akhir April kemarin, tweet-ku soal "kenapa kita gampang marah ke orang tersayang" lumayan ramai. Waktu itu kesimpulanku satu: karena mereka itu safe place kita.
Tapi belakangan, aku ngerasa ada yang salah sama pembenaran itu. Dan jujur, pelan-pelan ini jadi tamparan keras buat diriku sendiri. 🧵
Ternyata ada orang yang bertahan hidup cuma karena dia tau bunuh diri itu dosa. So guys please be kind, be nice, be positive, be genuine in this cruel world.
Tidak ada yang mengingatkanku tentang perimenopause saat memasuki usia 30 tahunan keatas. Jadi, sekarang aku yang ingin mengingatkanmu.
Karena tidak ada yang mempersiapkanku, aku sempat berpikir bahwa ada yang salah dengan tubuhku. Pola tidur berubah dan berantakan dengan cara yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasa cemas datang tanpa alasan yang jelas. Siklus haid mulai berubah, begitu juga dengan kondisi kulit dan wajah.
Rasanya seperti menua sepuluh tahun hanya dalam waktu satu setengah tahun.
Padahal, banyak perempuan mengalami hal yang sama. Perimenopause bisa dimulai sejak usia 30-an akhir atau 40-an, dengan berbagai perubahan fisik dan emosional yang sering kali tidak disadari.
Jadi, jika kamu mulai merasakan perubahan pada tubuhmu, jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Bisa jadi tubuhmu sedang memasuki fase baru yang memang perlu dipahami, diterima, dan dijaga dengan lebih baik 🥰.
Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap fase kehidupan perempuan adalah hal yang wajar dan layak dipahami.
kaya.. seumur hidup di Indonesia baru kali ini ngerasain dalam satu waktu ada banyak banget bencana dan kejadian sekaligus:(
1. kebakaran di Kalimantan, Sumatera, dan beberapa titik yang belum padam
2. gempa di NTT yang masih terus terjadi
3. pemulihan Aceh yang belum tuntas
4. keracunan massal
5. erupsi Gunung Anak Krakatau, abu vulkaniknya mulai nyebar ke beberapa wilayah
Indonesia really can’t catch a break lately.. Innalillahi, semoga Allah jaga kita semua dan orang" yang terdampak. stay safe, stay aware, and praying for us