Banyak umat muslim yang salah kaprah tentang arti poligami yang dijalankan oleh Rasulullah. Lalu memanfaatkannya hanya untuk nafsu semata, padahal Rasululllah tidak pernah berlaku demikian.
@wasgetoslady@petra_gin@Aiselia_Elita@MiamiKoltahu beginilah...
udah ngata-ngatain, tapi gak paham sejarah feminisme lahir karena issue apa...
lalu sekarang bergeser ngurusin permasalahan rumah tangga, jangankan rumah tangga. urusan pacaran pun diurusin...
@haloinigitaaa@Aiselia_Elita@MiamiKoltahu bahkan mungkin kmu mengaminkan bahwa feminis di abad ke-21 saat ini memang mengaminkan untuk "mendominasi kaum perempuan."
semakin kesini, feminis sesungguhnya bergeser untuk ngurusin hal rumahtangga yang padahal lahirnya karena issue sosial.
@haloinigitaaa@Aiselia_Elita@MiamiKoltahu Hmm... untuk sekelas kamu yang menggunakan bahasa inggris agar terlihat berpendidikan.
Tetapi kmu tidak paham mengenai sejarah feminis, bahkan kmu tidak paham dan tidak bisa membedakan antara patriarki dan qawwam.
So.. interestin' people's like you...
@areumdowoonie Aku punya cerita sih, kak. dan mungkin ada relevansinya dengan kasus seperti ini sekaligus penjelasannya juga.
kebetulan paksu pernah menjelaskan ini, dan menjadi topik diskusi kami bersama.
mungkin jika berkenan, aku minta izin buat DM kakak π
pernah iseng nanya ke paksu, "kmu gk ada nanyain aku perawan atau gk?"
paksu jawab, "perawan atau tidak bukan ukuran ketakwaan. Kalau dia sudah bertobat, masa lalunya bukan urusan kita. Islam mengajarkan memuliakan perempuan, bukan menghakimi masa lalunya."
Saya ada cerita yang mungkin bisa dijadikan pelajaran
di suatu daerah ada 2 orang yang sedang merencanakan sebuah pesta pernikahan
sudah khitbah & menunggu waktu pernikahan saja
sampai suatu hari si laki2 ini punya ide untuk melemparkan sebuah pertanyaan
"kamu masih perawan?"
ini alasanku kenapa selalu siap jadi bahan cuci mata paksu.
"Gapapa dilihatin sampe ke dalam-dalamnya tiap hari, yang penting mata paksu gak jelalatan kemana-mana." π
Sebenernya ga cowo ga cewe sama aja, hati itu didesign cuma buat nyimpen 1 orang, tenaga, waktu and pikiran juga sama di design buat 1 orang, sbb lebih dari satu artinya butuh extra semuanya, extra tenaga, extra pikiran, extra kesabaran, extra duit, cuma emang laki lebih gampang laper mata alias kegoda ama visual yg cantik, trus jadi penasaran iseng-iseng berhadiah, padahal perempuan lain yg keliatannya cantik di awal itu cuma fatamorgana
@_maulanaas betul, sama halnya seperti "diduga"
banyak orang mengira sudah pasti tersangka, padahal belum tentu tersangka.
kenapa banyak orang berpikiran demikian?
karena disetiap kasus, kebanyakan "tersangka" berawal dari "diduga"
kalau orang yang kurang literasi bahasa, bisa salah kaprah
@cukingunyah orang kayak gitu kebanyakan gengsi, iya tahu bare minimum. tapi apa susahnya ngucapin "makasih."
padahal ngomong dua kata "makasih, sayang."
sulit banget kayaknya. atau gak satu kata aja deh, "makasih."
kesal sendiri dah saya...
pengen ngejambak rasanya... π
@_maulanaas dan memang permasalahan sosial budaya membuat beberapa kosa kata "arab" jadi stigma yang buruk.
tetapi bukan berarti menolak kosakata tersebut.
@_maulanaas aku muslimah, tapi gak membenarkan komentar tersebut. karena memang permasalahannya ke perihal stigma aja sih.
dan setiap orang punya povnya masing-masing selama berada di korridor yang tepat.
Suamiku, dulu waktu belum nikah bentuk badannya masih enak dipandang...
Pas udah nikah malah jadi bongsor dan buncit perutnya... π
jadi kalau suami bilang "kmu gendutan, sayang."
aku balas aja, "kmu ngaca juga tuh."
terus kami berdua tertawa bersama...
I always emphasize that pregnancy is damaging the female body, but most men would argue that they won't see pregnancy as damaging, but rather blessing because it brings life.
They failed to see that the after math is not just the existence of life, but also changes to women's body. They won't admit it because they see no changes and/damages to their own male bodies.
And true, tak peduli segreen flag apapun suaminya, perempuan akan selalu lebih banyak berkorban.
100% valid banget...
cuman kadang di X ini aku suka singkatin yang masih bisa kebaca aja kayak...
yang = yg
kalau = klau
gimana = gmna
terus detail banget lagi soal tanda baca π
Gue baru sadar nihβ¦
Orang yang suka baca buku atau artikel, ngetiknya beda. Jarang banget pakai singkatan aneh-aneh ejaannya lengkap, spasi rapi, tanda bacanya beres.
Kayak ada kepuasan tersendiri buat mereka kalau tulisan kelihatan bersih. Bukan soal pamer pintar tapi lebih ke kebiasaan otak yang udah terbiasa sama kalimat yang utuh dan enak dibaca
Jadi kalau kamu nemu orang yang chat-nya selalu rapi meski cuma di wa kemungkinan besar dia hobi baca, bener nggak sih?
@pujaaaa_da alasan kenapa dulu waktu pacaran suami selalu negur, "kamu jangan pernah upload foto wajahnya keliatan, kalaupun mau foto, sebisa mungkin wajah jangan keliatan."
pernah juga, suami ngasih lihat skrinsut foto cewek dipakai buat nipu cowok lain.
kalau kmu beli sekedar buat pajangan aja si ya gapapa. tapi ketika kmu beli itu sekedar meyakini aja kalau bisa dikabulkan dengan mematahkan ranting itu, itu jatuhnya udah syirik.
meskipun jawabnya, "kan gue cuma becanda aja, seru-seruan aja."
jadi, balik lagi ke niatmu sendiri
@petra_gin@Aiselia_Elita@MiamiKoltahu oh iya klau sampai muncul di kepalamu itu kata "Patriarki."
sini biar ku ajarin, di islam itu gak ada namanya Patriarki, adanya Qawwam, dan Qawwam berbeda dari Patriarki, karena Patriarki lahir dari konsep sosial dan budaya.
@petra_gin@Aiselia_Elita@MiamiKoltahu Gak usah mengeneralisir semua kaum perempuan harus ikut gerakan feminisme.
Saya udh hidup sama suami saya 10 tahun, susah seneng berdua doang, dia yg ngejaga dan melindungi saya, dia yg nafkahi saya, dia yg bantu saya ketika pasca lahiran.
kamu gk tau apa-apa tentang hidup saya