Ada satu isu menarik dalam film OBSESSION yang saya rasa bisa dihubungkan dengan betapa pentingnya kita memperhatikan setiap bunyi klausul dalam Perjanjian Baku (Standard Contract) pada produk yang dibeli. Mari kita bedah sedikit dari sudut pandang Hukum Ekonomi.
⚠️MINOR SPOILER⚠️
Dalam film ini, diceritakan bahwa Baron a.k.a. Bear membeli satu produk supernatural yang diberi nama “One Wish Willow” (Dedalu Satu Permintaan) di sebuah toko kristal. Produk tersebut menawarkan kepada pembelinya—atau juga konsumen akhir—untuk menyebutkan satu permintaan, yang nantinya akan dikabulkan dengan satu konsekuensi: permintaan itu tidak bisa dibatalkan atau diubah di tengah jalan, kecuali satu kondisi ketika si konsumen meninggal.
Bear yang merasa cintanya kepada Nikki bertepuk sebelah tangan, tiba-tiba terpikir untuk mengajukan satu permintaan serius. Bear meminta agar Nikki “mencintainya lebih dari siapa pun di dunia” (loved him more than anyone in the entire world).
Ketika permintaan itu dikabulkan, artinya Bear sudah menerima haknya sebagai konsumen. Namun, ada yang luput ia perhatikan, bahwa pada bungkus produk tersebut telah dicantumkan beberapa klausul baku yang harus disepakati.
Dalam lingkup Hukum Ekonomi, terutama jika merujuk UU Perlindungan Konsumen yang berlaku, umumnya kita tahu bahwa membeli barang/jasa selalu berkaitan dengan konsekuensi yang mengikat tanpa daya tawar; dan inilah yang menjadi esensi dari Perjanjian Baku. Di dalam Perjanjian Baku, biasanya dimuat pula klausul-klausul baku.
Ada beberapa instruksi dan peringatan (klausul baku) yang tertera di bungkus produk One Wish Willow.
INSTRUKSI UTAMA:
“Spark the middle and break in half.”
PERINGATAN/KLAUSUL BAKU:
– Single Use Only: Grants one wish. Once made, it cannot be undone or repeated;
– No Multiple Attempts: Using additional One Wish Willows™ will not change or affect your other wishes. Only one wish per life per person.
Consider Long-Term Effects: Wishes are irreversible. Think carefully before wishing;
– Wish Limitations: Cannot grant wishes involving time manipulation, resurrection, immortality, or creating more One Wish Willows™;
– Unintended Consequences: TABI Cat Curiosities is not responsible for wish misinterpretation;
– Use at Your Own Risk: Users assume all responsibility for wish outcomes.
Dari beberapa klausul baku tersebut, kita asumsikan bahwa konflik utama film ini adalah kelalaian Bear menangkap maksud setiap bunyi klausul, terutama klausul nomor 5 yang menyatakan bahwa permintaan konsumen (dalam hal ini Bear) sangat mungkin salah interpretasi.
Mari kita kembali pada konteks kalimat yang menjadi permintaan Bear di awal: “I wish Nikki Freeman loved me more than ANYONE in the entire world.” Kata "anyone" dalam kalimat tersebut sangat mungkin memicu misinterpretasi, dan memang itulah yang terjadi. Ketika Bear meminta agar Nikki mencintainya melebihi SIAPA PUN di dunia, itu artinya "siapa pun" juga mencakup diri Nikki. Oleh karena itulah, secara tidak langsung muncul entitas "Nikki baru" yang menyesuaikan gambaran keinginan Bear, sampai-sampai sosok "Nikki asli" tersubstitusikan ke alam bawah sadar.
Kemudian, di saat Bear sadar kalau permintaannya menimbulkan konsekuensi serius, yaitu obsesi yang menakutkan dari sosok Nikki baru, ia pun ingin membatalkan dan mengubah keinginannya—yang mana jelas melanggar klausul baku, terutama poin 1, 2, dan 3. Namun, yang paling jelas, sejak awal harusnya Bear paham kalau bunyi klausul nomor 6 sudah memperingatkannya, bahwa ialah yang harus menanggung segala risiko dari permintaannya yang paling keramat.
____________________________
*Gambar 1 & 2: di-capture langsung dari official trailer Obsession
**Gambar 3 & 4: diambil dari https://t.co/BHRVUykAII (Chz Supply)
SUMPAH NANGIS BANGET.. patah hati 💔
Aku aja nangis, gimana mahoutnya ya Allah.. Pak Pikri dan Bang Saring pasti sedih banget 😭😭😭😭 udah 25 tahun ngurus capt Indro 😭😭