Prab : "Dari Penghematan...EFISIENSI"
Prab : "kita coret yg gak perlu. Jalan² ke luar negeri, perayan ini itu.
Saya rasa kementrian gak perlu lah mengadakan acara ulang tahun, sederhana saja"
"KITA BISA MENGHEMAT CUKUP BANYAK"
@prabowo LIAT PAK!!! Ini malah ngajak anak istri...
Marahin nih pak...nggak tegak lurus sama pimpinan nihhh
Penghasil nikel no.1 dunia
CPO no.1 dunia
Batubara no.3 dunia
Belum sumber daya alam lainnya.
Anehnya 82% biaya operasional negara ini diambil dari rakyat melalui berbagai macam jenis pajak.
Sudah sangat layak negara ini bubar kalau hanya untuk menyusahkan masyarakat.
Presiden @prabowo memerintahkan polisi untuk masak MBG dan nanam jagung.
Urusan kamtibmas terutama narkoba biarlah ditangani sendiri oleh masyarakat.
Rumah bandar sabu di sungai ular digruduk masyarakat.
Sangat menarik tanggapan Pak Media atas pernyataan Prof Gema. '𝑴𝑼𝑵𝑮𝑲𝑰𝑵 𝑨𝑫𝑨 𝑯𝑨𝑹𝑨𝑷𝑨𝑵'
"Ada Teori Cultural Determination '𝗗𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗮𝗹𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗨𝗻𝘀𝘂𝗿 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮𝗻𝘆𝗮' Budayanya pemalas"
" acemoglu dalam bukunya why nations fail '𝙎𝙚𝙗𝙚𝙩𝙪𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙩𝙧𝙪𝙠𝙩𝙪𝙧𝙣𝙮𝙖' "
"Jadi ketika strukturnya diperbaiki, Ada Harapan kemudian Budayanya berubah"
"Tetapi paling mungkin dikontrol, 280jt orang dibandingkan seratusan Mentri dan Wakil Menteri dipemerintahan, sangat rasional bahwa kita perlu merubah yang struktural ini saja"
"𝗠𝗨𝗡𝗚𝗞𝗜𝗡 𝗔𝗗𝗔 𝗛𝗔𝗥𝗔𝗣𝗔𝗡"
"Kalo bicara sakit, saya juga sudah sakit sebetulnya, 2 tahun bang bahas M B G (3 huruf) "
"Karena publik sebetulnya menunggu, ada nggak solusi yang kemudian bisa menyelesaikan persolaan ini"
"Memberikan makan rakyat itu gak ada masalah sepanjang dilakukan dengan benar "
"Andaikan pak prabowo berpidato '𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒆𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂𝒏. 𝑴𝒐𝒓𝒂𝒕𝒐𝒓𝒊𝒖𝒎 𝑴𝑩𝑮 𝒊𝒏𝒊, 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒓𝒆𝒔𝒆𝒕 𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈, 𝒌𝒆𝒎𝒖𝒅𝒊𝒂𝒏 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒂𝒅𝒂 𝒌𝒐𝒏𝒇𝒍𝒊𝒌 𝒌𝒆𝒑𝒆𝒏𝒕𝒊𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒓𝒈𝒆𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒑𝒂𝒕 𝒔𝒂𝒔𝒂𝒓𝒂𝒏' MUNGKIN ADA HARAPAN..SEDIKIT"
Jadi kalian yang mana kawan???
1. Seperti Prof Gema yang tidak berharap lagi ke negara, karena ya melihat negara ini stuck dan hopeless.
2. Pak Media yang masih berkeyakinan 'Mungkin Ada Harapan' pada negara, Meskipun harapan itu kecil adanya.
@tanyakanrl Gw gak terlalu peduli sama kasusnya ya karena gw ga ngikutin, gw lebih nyorotin ke pihak pengadilan/mahkamah, buktinya jelas mereka bisa loh miskinin beliau, berarti emg bisa negara ini memiskinkan koruptor, tp kok koruptor2 yg lain gak dimiskinkan?
REKTOR ITB KE KOMISI X DPR:
KAMI CUMA DIBIAYAI APBN 18%, UKT 26%, SISANYA CARI SENDIRI!
INI KAMI SANGAT BERAT!
DI MALAYSIA, KAMPUS DIBIAYAI APBN 45%.
DI CHINA, 70-80%.
DI SINGAPURA, ANGGARANNYA 10x ITB, 50% DARI APBN.
KITA KAYA KAMPUS DI AMERIKA YANG CUMA 10% APBN.
Lulus S3 dari Australia dan jadi dosen dengan gaji pokok hanya 2,6 juta rupiah.
Para menteri rangkap jabatan.
TNI dobel job.
Polisi juga dobel job.
Tenaga pendidik terpinggirkan.
KESAKSIAN IBU DINDA DINANTI,
DOSEN UPN VETERAN JAKARTA DI MAHKAMAH KONSTITUSI:
Demi menutup kekurangan perut dan bertahan hidup di kota besar,
Saya sendiri pun juga terpaksa harus menyisihkan waktu produktif saya untuk berjualan kue.
Banyak teman-teman saya dosen-dosen lainnya, selama berbulan-bulan tidak dibayarkan gajinya
Sampai harus menarik ojek online.
Ketua DPR Komisi 11 bingung dengan framing media asing yang bilang indonesia menuju kehancuran karna:
- pdahal ekonomi Indonesia baik-baik saja
- Fundamental kita kuat
- IHSG bukan cerminan sebuah negara
- Media sosial digambarkan seakan mau bangkrut
- padahal fundamental kuat, ini hanya persepsi vs realita
- Rupiah 18.000 bukan bencana
- dari 16.000 ke 18.000 hanya naik 5%, kok seakan kiamat besok
- bukan ratusan persen seperti 1998
- program MBG & Kopdes visinya bagus, program paling mulia yang pernah ada
- yang bermasalah cuma persepsi dan sentimen, bukan fundamental
Saking janggalnya mereka engga mau mendengarkan sikap dari Nadiem selaku terdakwa 😿☝️
Yeup, mereka langsung cabut. Sekolah hukum tinggi-tinggi demi melacurkan diri ke penguasa. Melecehkan apa yang sudah mereka pelajari 🥀🥀🥀
#JusticeforNadiem
DISSENTING OPINION HAKIM ANGGOTA NOMOR 4 ANDI SAPUTRA:
NADIEM HARUS BEBAS DARI SELURUH DAKWAAN!
1. Alat bukti tidak cukup dan tidak meyakinkan; tidak ada persesuaian maupun kausalitas yang jelas.
2. Tidak terbukti adanya niat jahat (mens rea) maupun perbuatan jahat (actus reus) yang menghubungkan konflik kepentingan dengan kejahatan korporasi.
3. Tiga peristiwa yang berdekatan waktu — kebijakan pengadaan laptop, kerugian negara, dan penambahan modal saham Google ke GoTo — tidak memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat, dan bukan akibat perbuatan jahat terdakwa.
Kesimpulan: Karena tidak terbukti bersalah pada dakwaan primer maupun subsider.
Terdakwa Nadiem Anwar Makarim harus dibebaskan dari seluruh dakwaan.