BMKG sudah rilis Peta Simulasi Dampak dan Mitigasi Megathrust wiayah Jawa
Nah, apa yang bisa kita lakukan dan persiapkan?
1. Pahami Lingkungan Sekitar kita
- Cek peta kerawanan bencana di wilayah masing-masing
- Ketahui rute evakuasi menuju tempat tinggi
- Tandai titik kumpul aman terdekat di lingkungan rumah dan tempat kerja
- Ketahui lokasi pengungsian akhir yang sudah ditentukan pemerintah daerah
2. Persiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) Isi satu tas ransel dengan kebutuhan dasar untuk 3 hari:
- Air minum dan makanan instan/tahan lama
- Kotak P3K, obat-obatan pribadi, dan sanitasi
- Senter, baterai cadangan, dan peluit untuk alat panggil bantuan
- Powerbank dan pakaian ganti secukupnya
3. Amankan Dokumen dan Aset Penting
- Simpan berkas penting (ijazah, sertifikat, akta, surat berharga) dalam wadah anti air
- Buat salinan digital di penyimpanan awan (cloud)
- Siapkan surat wasiat atau catatan aset keluarga di tempat aman sebagai antisipasi risiko terburuk
4. Diskusi dengan Keluarga terkait Rencana Darurat
- Buat kesepakatan jalur komunikasi jika jaringan seluler terputus
- Tentukan siapa bertugas membawa apa saat situasi darurat
- Simpan nomor-nomor darurat lokal di ponsel (BPBD, ambulan, polisi, pemadam dll)
Kalau ada simulasi mandiri bisa diikuti secara berkala ya manteman.
Bencana tidak bisa kita prediksi kapan datangnya, tapi dampaknya bisa kita tekan dengan persiapan yang matang.
Tetap tenang, rasional, dan terus tingkatkan literasi kebencanaan kita.
Mari saling jaga dan saling ingatkan...
Miyu Ananthanaya Pranoto (Matamiyu), dancer muda asal Indonesia, sukses menjuarai kategori Hip Hop pada ajang street dance bergengsi JOAT (Jack of All Trades) 2026 di Club Soda, Montreal, Kanada (4/9/2026).
📹 : @/matamiyu
Kemenangan bersejarah dalam kompetisi freestyle battle internasional ini diraih Miyu setelah menyisihkan lebih dari 120 peserta lintas negara lewat adu kreativitas, musikalitas, dan teknik tingkat tinggi.
🌋 ANAK KRAKATAU ERUPTS
Stunning images from Indonesia capture Anak Krakatau’s eruption, sending a massive ash plume soaring 50,000 feet into the sky and disrupting air travel, including the shutdown of Jakarta Airport. ✈️
Sebelum 1883, Pulau Krakatau memang tersusun dari tiga kerucut gunung api utama: Rakata di selatan, Danan di tengah, dan Perbuwatan di utara. Ketiganya menyatu membentuk satu pulau besar seperti pada gambar bagian atas.
Ketika letusan dahsyat 26–27 Agustus 1883, sebagian besar tubuh Krakatau runtuh membentuk kaldera yang kemudian terisi laut. Danan dan Perbuwatan hilang, sementara bagian Rakata masih tersisa. Jadi gambar tengah yang memperlihatkan hanya potongan besar Rakata memang cukup tepat.
Kemudian yang menarik: Anak Krakatau bukan bagian Krakatau lama yang tersisa. Ia adalah gunung api baru yang tumbuh dari dasar kaldera bekas letusan 1883, kira-kira di antara lokasi bekas Danan dan Perbuwatan. Aktivitas pembentukannya mulai pada akhir 1927, dan pada Januari 1928 kerucutnya mulai muncul di atas permukaan laut.
🔴INDONESIA 🇮🇩| 🌋 Mount Anak Krakatau erupted on Sunday, September 6, sending around volcanic ash plumes up to 50,000 feet. This eruption led to the temporary suspension of flight operations at Jakarta's Soekarno-Hatta International Airport. More than 200 flights were diverted.