Huawei Band 8
Rp 325.000
kondisi layar mulus, bisa buat olahraga
lengkap box dan charger ori
tangan pertama
minus strapnya bukan yg asli
dijual krn jrg dipakai, nego
Honda Beat 2014
surat surat lengkap
pajak on sampai desember
tangan kedua
pemakaian pribadi
minus ban depan tipis selebihnya bisa coba di tempat
jual cepat krn mau pindah
start 9.2 jt (negoin aja langsung)
lokasi fatmawati, semarang
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. ๐ฉท
satu aja yaallah yang tidak mundur selangkah pun setelah ku ceritakan semua latar belakangku, keluargaku, dan gimana caraku bertahan hidup dan mempertahankan hidup
putus tuh kata2 yang krusial and it's not as easy as just "putus". if you're so easy to say the word "putus" you're disrespecting yourself and your partner, don't easily kaya apa2 putus aja udah gitu tanpa komunikasi considering dan lain sebagainya, fight for your relationship ๐ซ