mama said:
“cowo kasar ga bakal tiba-tiba lembut karena nikah. cowo mokondo juga ga auto jadi rajin kerja, yang immature ga mendadak mature cuma karena akad.”
marry the character, not the potential. life’s too short buat nikahin seseorang dengan harapan bisa mengubah dia.
This was one of the reasons why 01 theoretically pasti kalah. Warga di luar Jakarta dan Jakarta-adjacent tidak punya imajinasi tentang public transport, tapi mereka hampir pasti punya imajinasi tentang kelaparan. That was where MBG a real kill.
stop romanticizing ginian dong… imbasnya ke warlok, harga jadi makin dimahalin karna bagi para seller “oh ini masih dianggap murah”
murah karna u tidak menggantungkan hidup dengan umr jogja. i hate this kind of ppl maaf :(
"Etika" yang dijunjung di dunia kerja Indonesia ini kebanyakan soal pakaian, penampilan, atau sopan santun sama atasan.
Tapi bukan etika soal ngasih gaji yg LAYAK, jam kerja yg manusiawi, job desk yg sesuai, keamanan pulang shift malem terutama buat perempuan.
And so on..😀
"women became feminists because of social media"
Gue pas bocil realizing para tante dan bude tiap lebaran sibuk di dapur sedangkan yg cowo nongki di depan. Pas makan, yg cowo pada di meja, yg cewe lesehan di ruang tengah nyuapin anak anaknya.